Tuesday, November 16, 2010

Ketika Sang Pencerah di kalahkan Facebook dan Amanda di Victoria Park

Ada yang sudah nonton Film Sang Pencerah ? bagaimana penilaian teman-teman tentang film itu ? nilai secara orang awam saja, bukan seperti yang dewan juri FFI lakukan. Bagaimana menurut teman-teman ? Bandingkan juga dengan ke delapan film lainnya yang lolos nominasi film unggulan FFI 2010 ini
1. 3 HATI 2 DUNIA 1 CINTA (Mizan Production)
2. 7 Hati 7 Cinta 7 Wanita
3.ALANGKAH LUCUNYA (NEGERI INI)
4. HARI UNTUK AMANDA
5. I KNOW WHAT YOU DID ON FACEBOOK
6. MINGGU PAGI DI VICTORIA PARK
7. RED COBEX
8. SEHIDUP (TAK) SEMATI

Katanya ke delapan film diatas dinilai utuh dan baik, memenuhi semua kriteria penjurian FFI 2010. Sedangkan Film yang mengangkat kisah pendiri Muhammadiyah, KH Ahmad Dahlan itu dianggap tidak mampu menghadirkan komplektisitas karakter dengan semangat jaman ketika sang tokoh hidup serta benang merahnya dengan kekinian. Kata Ketua Komite Seleksi FFI 2010, Viva Westi saat ditemui di Gedung Film, Jalan MT Haryono, Jumat (12/11/2010).

"Upaya untuk mengangkat biografi orang besar patut dihargai karena banyak memberi inspirasi. Tetapi patut disayangkan, biografi yang di maksud baru sampai pada penggambaran peristiwa-peristiwa penting yang dialami sang tokoh," lanjutnya

Selanjutnya Ibu Niniek L Kariem juga bilang  'Sang Pencerah' tidak detail mengambarkan fakta sejarah. Banyak beberapa bagian di film itu yang menampilkan kesalahan fakta historis sehingga mengurangi kredibilitas film itu.

Jadi itu sebabnya Dengan berat hati kami tidak memilih film-film yang mungkin mempunyai unsur-unsur yang cukup baik, namun sebagai film secara utuh masih banyak kelemahan,"
Komite seleksi hanya memilihkan film-film yang secara utuh dinilai baik. kata Viva Westi

Terus terang saya bingung karena saya bukan pemerhati film, bukan juga orang yang doyan nonton. Dari ke 8 film diatas, cuma sang pencerah yang saya tonton. Mengapa ? selain karena saya sudah membaca bukunya yang bagus, saya lihat di cuplikan iklannya juga bagus, dan terbukti film sang pencerah bisa menyedot jutaan penonton.
Apakah penonton bisa di bohongi kalau film itu lebih jelek dari 8 film yang masuk nominasi ?
Kalau iya, mengapa orang rela berbondong-bondong menonton film itu.
 
Kalau di bilang Bu Niniek tidak detail menggambarkan fakta sejarah, lha Mas Hanung juga sudah bilang kan dari awal filmnya hanya stop sampai dengan pendirian Muhammadyah dan nanti masih ada kelanjutannya.

Ah tapi biarlah, Mas Hanung saja sudah legowo koq filmnya gak masuk nominasi FFI meski sudah susah-susah mendaftarkan filmnya untuk ikutan FFI. Betul kata Mas Hanung, biarlah masyarakat sendiri yang menilai Film Sang Pencerah ini.

Dan kalau sekarang saya terharu membaca Mas Hanung dan beberapa pemain film Sang Pencerah nonton bareng layar tancap film Sang Pencerah bersama pengungsi Merapi di stadion Maguwo Harjo, ini bukan semata karena film sang pencerah, tapi tiba-tiba saya kangen Jogja..pengen ikut lesehan nonton layar tancap juga, sambil menikmati wedhang rondhe dan jagung rebus.

Tetap semangat Mas Hanung, saya tunggu lanjutannya Sang Pencerah..


note : sumber omongan






28 comments:

  1. saya juga ga habis pikir dengan alasan2 panitia itu, film bagus n bmutu malah ga masuk.

    ReplyDelete
  2. Belum nonton smuanyaaaa..
    Apa sih yg di Indonesia ini yg bisa adil dan bener :(

    ReplyDelete
  3. nah, kejadian ini cocok dengan judul salah satu nominator : ALANGKAH LUCUNYA NEGERI INI. betul betul betul?

    ReplyDelete
  4. Tdnya lgsg nyangka Sang Pencerah bakal ngeborong smua nominasi, tnyata diloloskan jg ga, aneh juri2 teh..eh tp ada kan FFB n indonesian movie award, biasanya penilaiannya lbh fair..

    ReplyDelete
  5. Itu kalah kesalahan fengshui cho, liat deh, mestinya Sang Pencerah 1868, baru bisa bersaing dengan filem yang pake angka angka diatas..he.he.he.

    ReplyDelete
  6. iya ya, semua yg aku tanya jawabanya apatis gitu, itulah Indonesia ktnya, masa sih mau gitu terus

    ReplyDelete
  7. Baca sinopsisnya aja :-)
    hmm..apa ya

    ReplyDelete
  8. betuulll..cocok banget tuh teh Ipad

    ReplyDelete
  9. Iya, sy juga nunggu FFB aja, biasanya lebih fair..pantesan aja dulu pd berbondong2 balikin piala FFI ya

    ReplyDelete
  10. Maksudnya gimana Ed..mestinya itu film bersaingnya sm film jadul gitu ?

    ReplyDelete
  11. He..he.he.mungkin jurinya sedang trend demen sama judul filem matematika
    1. 3 HATI 2 DUNIA 1 CINTA
    2. 7 Hati 7 Cinta 7 Wanita

    ReplyDelete
  12. ya ya.. itu judul film matematika banget, deret hitung or deret ukur ya hihi

    ReplyDelete
  13. kali jurinya lg seneng ama film2 ringan... *blom nonton sang pencerah*

    ReplyDelete
  14. senengnya film yg ringan dan yg lucu..bener2 Ria Jenaka deh :-)

    ReplyDelete
  15. karena sebenarnya saya sedikit kecewa..mengharapkan merinding (kalo sesuatu itu bagus, menurut saya) waktu nonton sang pencerah, tapi apa daya yang terjadi bulu2 sayah tidak berdiri.

    ReplyDelete
  16. Da bukan film horor atuh kang..:-)

    kira2 kalo ada yg bikin merinding, di adegan apa ?

    ReplyDelete
  17. Iya, pada diprotes gitu kan...lgan lebih berbobot acara FFB & Indonesian movies award skrg mah ya teh...

    ReplyDelete
  18. Hetsot aku laaahhh.. masa lupa seeeh, iih somse

    ReplyDelete
  19. bukan lupaaa..tp beda bgt teh, kan aku tau nya rambut teteh pendek gitu tiap di foto..in imah rambut nya panjang, feminim banget....suerrr dehhh trs beda lho teh...geulis rambut panjang ;)

    ReplyDelete
  20. asssiikkk nuhuh yaaa ih baru ada yg bilang geulis, asa ngapuuung.
    ini gak boleh di potong rambutnya sm Della jadu udah ada kali 4 bulan lebih gak potong2 rambut

    ReplyDelete