Friday, June 4, 2010

Semua Demi Anakku

Banyak perempuan memilih tidak menikah lagi setelah di tinggal suaminya   Mereka memilih untuk membesarkan anak-anak secara orang tua tunggal.
Itu pun yang terjadi pada Ibu saya dan ibu mertua saya. Rasanya saya sudah beberapa kali menceritakan tentang kehebatan 2 ibu saya ini sebagai single parent yang bisa membesarkan anak seorang diri dan itu sebabnya, saya dan kakak2 saya, begitu juga suami dan kakak adiknya begitu membanggakan dan menghormati alm.ibunya yang sudah berjuang sendiri membesarkan dan mendidik anak2nya.

Malam ini, kembali saya menyaksikan kehebatan para ibu2 single parent yang berhasil mendidik anak2nya menjadi orang sukses. mereka adalah Ibu Nisma (71) dari Medan, adalah seorang ibu rumah tangga  dengan anak 7  yang harus menjanda di usia 38 tahun ketika ditinggal sang suami . Kemudian Ibu Nafisah Ahmad Zen Shahab (63). Dia adalah ibu dari 12 anak. Dan  Ibu Mulia Karuseng(67), dari Pare-Pare, Sulawesi dengan 15 orang anak yang  diantaranya sudah bergelar Dokter dan 7 orang Insinyur.

Buat para ibu termasuk Ibu saya dan Ibu mertua saya, sama halnya dengan para ibu di atas, modalnya adalah nekat, kerja keras dan percaya kepada Allah yang akan selalu setia mendampingi selama kita masih setia juga kepadaNya.
Cita2 mereka dan ibu saya juga sama, anak2nya harus berpendidikan lebih tinggi dari orang tuanya, minimal anak2nya harus jadi sarjana. Dan Alhamdulillah.. ibu saya dan ibu mertua saya dengan modal nekat dan perjuangan yang cukup berat bisa mewujudkan cita-citanya.

Terinspirasi cerita para ibu di atas.. semoga ibu2 teman2 saya yang single parent dan yang menjelang menjadi single parent bisa menjadikan ibu2 tangguh diatas sebagai panutan dan inspirasinya juga.. Semua demi anak.



Yang gak nonton Kick Andy malam ini, bisa baca cerita ringkasannya di sini

21 comments:

  1. aaah nonton yg sama nih :P terharu biru :P

    ReplyDelete
  2. oh yaaaah.... termehek2 gak :-p

    ReplyDelete
  3. Bener, aku liat jg, memberi semangat pd diriku bahwa aku harus bisa ...

    ReplyDelete
  4. Benar2 inspirasional para perempuan itu ya..... Bos nita di kantor sekarang umurnya 85. Beliau ditinggal suaminya tahun 1968 dan harus membesarkan 7 orang anak. Walaupun begitu, beliau bisa menyelesaikan program doktoral di usianya yang ke 70 tahun dan membangun lembaga pendidikan di Bandung.

    ReplyDelete
  5. itulah perempuan, meskipun ditinggal suami tetep pantang menyerah karena anak...
    nga aneh kalo surga dibawah kaki ibu ya...

    ReplyDelete
  6. niat teguh kukuh dengan doa pasti bisa.. salut deh..

    ReplyDelete
  7. ntar sore baru mo nonton Cho :))

    ReplyDelete
  8. salut untuk perempuan-perempuan "perkasa"

    ReplyDelete
  9. Semangat !! !kamu pasti bisa Eva .

    ReplyDelete
  10. wah 85 masih kerja juag Nit ? hebat deh..
    jadi inget kata2 Om Pram di buku Rumah Kaca nya " Gairah kerja adalah pertanda daya hidup. Sebenarnya orang yang tidak suka bekerja, ia sedang berjabat tangan dengan maut".
    Ibu boss belum mau berjabat tangan dengan maut..
    nah ini yg perlu di contoh juga Nit

    ReplyDelete
  11. Betul Rit.. kalo cowok beda lagi yaaa.. jadi gak punya surga deh di telapak kakinya :-p

    ReplyDelete
  12. Siip.. intinya Doa dan usaha ya Mbak Tintin

    ReplyDelete
  13. Nonton ulangannya ya Ed.. bagus kan

    ReplyDelete
  14. Udah nonton, bagus banget, tapi emak emak itu nggak modal dengkul, bisa meneruskan usaha suaminya, tekstil :))

    ReplyDelete
  15. Iya sih.. suaminya ninggalin usaha juga ya..
    di bandingin bokapku Ed.. cuma ninggalin beberp bidang tanah doang, gak ada pensiun ..

    ReplyDelete
  16. salute buat para ibu yg berjuang 'sendiri' menyukseskan anak2nya..
    tfs teh

    ReplyDelete
  17. sama2 Ratih.. smoga kita juga jadi wanita yg kuat ya

    ReplyDelete
  18. termasuk nyokap gw dong? tapi gw suka ngatain karna dah gak laku lagi...wkkk,,,, maklum waktu jadi jandawati dah 54 tahun

    ReplyDelete
  19. wkwwkkw.. gelo lo ngatain nyokap gak laku lagi. doraka lo.
    tp nyokap elo kan dr dulu emang udah perkasa tuh

    ReplyDelete