Thursday, November 13, 2008

Kode Angkutan Umum di Jakarta


Dulu waktu pertama kali gue masuk ke Jakarta dan suka pergi ke
sana-sini dengan naik bis kota atau metro mini, gue gak pernah takut
nyasar karena kemanapun selalu berpatokan terminal.
Jadi kalo nyasar di bawa bis, ikutin aja same abisnya bis di terminal
mana. dari situ baru deh tanya2 nomor bis yang menuju terminal
terdekat tujuan.
karena seringnya naik bis dan supaya gak nyasar, gue coba kenali dan
hapalkan kode-kode bis dan terminalnya.
Nah supaya teman2 yang masih naik bus gak nyasar, gue coba bagi-bagi
deh catatan kode bisnya.
Oh ya kode bis yang gue hapal ini kebanyakan sih baru PPD
,Mayasari,Metromini atau Kopaja. Kalau Bis Bianglala, Andalan, Steady
Save gak terlalu hapal.

Nomor bus 1x dan 1xx ( 10, 116, 107 dst ) - Berangkat dari terminal Blok M
Nomor 2x dan 2xx ( 20, 213 ,26 dst ) - Berangkat dari terminal Grogol
/ Kalideres
Nomor 3x dan 3xx ( 34, 300,313 dst ) - Berangkat dari terminal Rawamangun
Nomor 4x dan 4xx ( 45, 46,43 dst ) - Berangkat dari terminal Kampung Rambutan.
Nomor 5x dan 5xx ( 57, 52, 504 dst ) - Berangkat dari terminal Pulo Gadung
Nomor 6x dan 6xx ( 60, 602,65 dst ) - Berangkat dari terminal Tanjung Priok
Nomor 7x dan 7xx ( 70, 72 dst ) - Berangkat dari terminal Kota
Nomor 8x dan 8xx ( ini gak tahu contohnya ) - Berangkat dari terminal Senen
Nomor 9x dan 9xx (mis. 936, 921, 920 ) - Berangkat dari terminal
lainnya (Manggarai, Kampung Melayu, Depok, Tanah Abang, dll).

Yang gak hapal dan agak rancu kode patas nih. Apalagi kode patas AC
mayasari burem deh, gue ingetnya Cuma AC05 Blok M – Bekasi. AC 49 (
Blok M – Priuk ). Padahal kode 4 kan punya kampong rambutan.

Untuk Metro Mini atau Kopaja dan angkot dibedakan dengan tulisan huruf
di depan nomor, misalnya
T = Timur , B = Barat , U = Utara, P = Pusat, S = Selatan.
Contohnya :
- S75, S77, S71 , S69 ( yg ini hapal banget ) , metro mini dan kopaja
ini beroperasi di wilayah Jakarta Selatan
- T48,T502, T59 ini beroperasi beroperasi di Jakarta Timur
- Uxx ( belom pernah naik area utara meskipun 10 tahun kerja di utara )
- P11, P18 ini beroperasi di Jakarta Pusat
- B80, B85 ini beroperasi di Jakarta Barat
Sayangnya gue belum sempat menghapal kode angkot untuk wilayah
Tangerang nih, yang gue hapal cuma C01 ( Cliedug – Keb Lama ) dan D01
( Ciputat – Keb Lama ), R11 (Cikokol – Perum Tng ).
Tapi tenanglah biarpun gak hapal kode angkot di Tangerang, kebangetan
kalau gue sampe nyasar di Tangerang ..

Wednesday, November 12, 2008

Timer Angkot


Pernah denger gak istilah timer buat angkutan ?

Itu lho orang yang suka nyatet2 entah apa yang di catat di kertas dia, kertasnya aja gak resmi gitu kadang kertas bekas bungkus pelapis rokok, potongan kardus atau rada serius dikit berupa buku 1/2  potong yang panjang ukuran folio., kemudian orang itu akan dapat uang dari pengemudi angkutan, atau kadang ngasih sesuatu entah itu air mineral, atau lembaran kertas gak resmi ( bukan dari dispenda) yang gak ada artinya ke sopir.


Nah gue itu kalo naik angkot dan ketemu orang-orang model gini suka bingung lho. pertanyaan gue belum terjawab sampai sekarang, padahal beberapa sopir angkot pernah gue tanyain dan gue tidak mendapatkan jawaban yang pasti, malah gue di suruh jangan mikirin timer deh bu.. kurang kerjaan juga ni si ibu. 


Tetep penasaran dan iseng, temen2 ada gak yang bisa bantu jawab ,  ini list pertanyaannya :

- Para timer itu bekerja untuk siapa sih ? membantu sopir angkot atau membantu polisi atau pemda ?

- Apa yang di catat oleh para  timer di kertas/potongan kardus/buku nya dia

- Apa keuntungan dan kerugian yang didapat dari sopir dengan adanya timer ?

- Catetan si timer itu nanti di kemanain ? apakah akan dibuatkan laporan ? jika iya, laporannya akan di berikan ke siapa ?

- Dari penglihatan teman2, kira2 lebih setuju orang bekerja jadi tukang parkir atau timer ?

 

 

 

Note : foto dari sini


Monday, November 10, 2008

ABG ku

Kaget, gak siap rasanya lihat Seno sudah main jauh-jauh dari rumah, apalagi main sampai lupa waktu.
Jadi mohon di maapkan ya Mas, kalau hari minggu kemarin ibu berubah kembali jadi monster yang kamu takuti, semua ini karena salah kamu yang gak bisa pegang janji. Ibu bilang kamu boleh main di luar rumah, cuma 1 jam, kembali jam 4 sore, tapi nyatanya jam 6 sore menjelang magrib ibu masih keliling kampung cari kamu dan gak ketemu.
Untung masih ada Bapa yang meskipun ibu lihat dengan rasa terpaksa mencari kamu. Untuk hal ini ibu tidak sepaham dengan bapa yang membiarkan kamu main dengan alasan kamu anak laki-laki, nanti juga pulang. nyatanya kamu gak pulang sesuai kesepakatan.

Dan mendengar pengalaman kamu bermain selama dua jam lebih tadi, ibu sungguh gak percaya, anak ibu yang belum lama ibu ijinkan main keluar rumah atas saran ibu gurumu untuk bersosialisasi ternyata benar-benar bersosialisai bahkan sudah melewati batas untuk anak seumuran kamu.
Ibu takjub kamu berani main ke lapangan sepi, becek, dekat kuburan, bahkan sampai ke lapangan futsal yang radius 2 km dari rumah, main bersama anak2 kelas di atas kamu.
Tapi Mas.. sayangnya kamu masih terlalu kecil dan belum siap untuk memilih mana teman yang baik menurut kamu. Kamu masih belum tahu mana teman yang semata memanfaatkan keluguan kamu. Ketika kamu bercerita bahwa si A meminum habis bekal minum yang kamu bawa kamu rela beli minuman lain. Ketika kamu cerita bahwa si B juga minta belikan minuman yang sama yang kamu beli, dengan rela kamupun membelikannya.
Dibaik rasa kawatir ibu kamu hanya di peralat mereka, ada terselip rasa bangga ibu bahwa kamu peduli, perhatian dan gak pelit sama teman. Tapi Ibu harap ini tidak terjadi seterusnya.

Tapi sayangnya mas.. hari ini Ibu mendengar kabar bahwa teman2 kamu yang kemarin membawa kamu bermain jauh punya reputasi kurang bagus baik di sekolah maupun di rumah.
Ibu masih ingat cerita kamu beberapa waktu lalu si A pernah berbuat kurang sopan ke kamu bahkan ke teman kamu yang lain. Tapi kamu tidak menyadari itu.
Jadi.. Ibu minta maaf ke kamu kalau hari ini teteh terpaksa mengunci pagar dan memilih siapa teman kamu yang boleh main ke rumah.
Tolong jangan bilang "gue lagi di kurung nenek sihir ".. karena ini terpaksa ibu lakukan sampai kamu bisa mengerti apa yang ibu maksud harus memilih teman dengan baik dan sampai ibupun menemukan cara yang bijak menghadapi anaknya yang mulai ABG.

Teman2 bisa share mengenai penanganan anak yang menjelang ABG ?










Sunday, November 9, 2008

Siapa Pahlawan anda ?

Setiap kali tgl 10 November, yang teringat di pikirian saya adalah, Seno upacara di sekolah, lagu gugur bunga, ada acara di TMP Kalibata,fiml janur kuning, ultah Kak Odja sepupu saya

Terbayang masa2 perang dahulu yang sempat saya  lihat di film janur kuning dulu. Bayangan saya  gak pernah hilang bahwa mereka yang gugur di medan juang demi mempertahankan tanah airnya layak di sebut pahlawan,

Tapi itu pahlawan jaman dulu, atau pahlawan kemerdekaan. Ciri2nya jelas mereka begitu gagah berani, pantang menyerah dan semangat membela Negara. Pasti kita juga hapal siapa aja pahwalan kemerdekaan dulu dan apa saja yang sudah mereka lakukan demi bela Negara.


Sekarang, kira2 siapa yang layak disebut pahlawan ?

Jawabnya banyak..termasuk kita sendiri. Karena arti kata pahlawan itu sendiri bukan pejuang yang hanya angkat senjata saja, tapi 'pejuang'  atau orang yang rela berkorban di segala bidang dan dalam hal apa ,untuk siapa mereka berjuang. Ada pahlawan olah raga, pahlawan kesenian, pahlawan devisa, pahlawan trisakti dan sebagainya, itu mereka sudah bisa disebut pahlawan meskipun pemerintah tidak menobatkan mereka pahlawan, karena prosesnya ribet dan susaj untuk menjadi pahlawan yang diakui pemerintah.


Kita ?? kita bisa di sebut sebagai pahlawan keluarga karena kita juga berjuang untuk keluarga,  Saya bisa menobatkan diri sebagai pahlawan rumah tangga, karena saya mati-matian angkat senjata demi membela martabat dan keutuhan rumah tangga saya.

Ada banyak pahlawan di sekitar kita, mungkin tidak disadari kita juga pernah bertem dengan pahlawan kita.

Ibu saya adalah pahlawan bagi saya, karena beliau telah begitu banyak jasanya berkorban demi kehidupan anak2nya.

Pak Toha, itu juga salah satu pahlawan bagi saya, karena beliau sudah mengorbankan dirinya nyemplung dari atas jembatan demi menolong saya yang tercebur ke kali waktu saya kecil.

Jadi, siapakah yang dianggap pahlawan bagi teman-teman ?


Jangan ngeledek urang sunda


ayo.. ngacung siapa yang suka ngeledek urang sunda

 

Friday, November 7, 2008

Napak Tilas di Tangerangscheweg

Tangerang sekarang sudah beda jauh dengan Tangerang ketika 20 tahun lalu atau bahkan 10 tahun lalu gue tinggalkan. Bukan artinya gue gak pernah lagi ke Tangerang sejak 10 atau 20 tahun lalu, tapi ada beberapa tempat yang memang sudah lama gak pernah gue lewati.
Kalau ke rumah Ibunda atau ke rumah kakak yang di Tangerang, gue lebih suka lewat tol.
Jadi itu sebabnya gue agak sedikit norak ketika hari jumat lalu 'terpaksa' ke kantor pajak Tangerang.

Mula2 yang gue lihat berbeda adalah tempat nge-tem angkutan di pinggir kali cisadane di cikokol-Karawaci, dulu mah gak asik pisan itu tempat, sekarang mah enak nunggu di halte pinggir kali dengan angin sepoi sepoi, mata juga seger karena di sampingnya banyak penjual tanaman hias.

Dari KPP Karawaci, berhubung KPP Tangerang sekarang sudah dipecah menjaid Tangerang Barat dan Tangerang Timur, maka gue harus ke KPP Tangerang Timur yang terletak di Jl. TMP Taruna. ( ini jalan penuh kenangan ).
Yang berubah sepanjang jalan ini adalah route angkot 02, harus melewati grendeng - koang - grendeng pinggir kali, jembatan cisadane-pinggir kali belakang robinson..( aduuuh routenya makin jauh cuma muterin kali doang) - Masuk ke Jl. TMP Taruna

Jl. TMP Taruna ini jauuuh beda, dulu mah gak ada angkot lewat jalan TMP ini, angkot cuma lewat depan RS Umum Tangerang dan gue turun di situ kemudian jalan kaki atau naik becak menuju sekolah, tapi lebih banyak jalan kakinya sih.. selain ngirit ongkos, jalan kaki juga bikin sehat dan yang pasti jalan sama2 temen sambil becanda itu gak ada capenya deh.
Kali Sipon di Jl. TMp Taruna juga sudah bagus, bersih dengan dan ada tanggul pinggir kalinya jadi bukan berupa rumput liar atau tanah yang sering longsor.
Jadi kebayang ketika Pak Rudjito Kep Sek Smanduta di ceburin ke kali sipon oleh siswa2nya ketika pengumuman kelulusan dulu, kasihan pak Ito, dulu kalinya kotor.. geuleuh pisan, sekarang mah mau berenang di situ juga silahkan aja.

Oh ya Jalan Raya dan gedung Kodya Tangerang dulu itu adalah jalan pintas gue dan kawan2 menuju rumah salah seorang teman di Komp. Kehakiman, dulu masih sepi.. agak2 serem juga lwwat situ. Sekarang di situ sudah ada bangunan Kodya, Gedung DPRD Kodya, Kantor Pajak, bahkan mesjid megah sudah berdiri di sana.
Sayangnya di sekitar kodya gak ada tukang laksa Tangerang, ini makanan yang selalu gue rindukan kalau ke Tangerang. Penjual laksa bisa ditemukan di sepanjang jalan STM menuju cikokol, tapi gue agak males menuju ke sana karena waktunya mepet sementara gue masih harus ke Kantor Pajak Kab. Tangerang yang di Lippo Karawaci. Untungnya Ratu temen SMA gue bersedia ngantar dengan Vega nya.

Berhubung Ratu kalah nyali dan kalah body kaloboncengin gue, dengan sedikit memaksa Ratu minta gue yang bawa Veganya. Gila, udah lama kan gue gak naek motor, apalagi naik motor di Tangerang itu terkahir ya masa SMA aja. SIM juga gak punya, tapi Ratu bilang tenang ajalah kalo ketangkep polisi kan ada Oong temen sekelas kita dulu yang jadi kepala lakalantas di polsek Tangerang, yang penting elu masih punya nyali .
waduh.. di tantangin gitu, boleh lah..
Akhirnya.. dari meulncurlah veganya ratu dibawah kendali gue, gak berani naik gigi 4, maksimal 3 doang, duh mana angkot2 koq pada ngikutin gue terus, tapi lama2 enak juga menyusuri jalan A Yani, nyimpang dulu lihat rumah alm. Anggi, trus coba masuk Jl. Kelapa kuning eh nyasar haha.. udah lah ikutin jalan normal aja. Lama2 kecepatan si vega naik dengan sendirinya di atas 60km.
Sayangnya hujan tiba2 lebat, untung baru sampe jembatan cisadane, berhubung gak bawa mantel, langsung deh belok kanan ke arah Bumec ( orang Tangerang asli mesti tau nih Bumec itu apa ). Langsung mampir ke rumah Neneng.
Rencana cuma mampir sekedar berteduh jadinya malah ngetem karena hujan gak brenti an malah asik ngobrol.

Agak sorean, hujan berhenti, kantor pajak pasti sudah tutup, akhirnya pulang aja deh. Kembali Ratu minta gue yang bawa veganya. Berhubung lagi demen naik motor dan nyali juga sudah makin terkumpul, gue bawa lagi deh dari Grendeng sampai Cipondoh.
Route yang diambil kali ini bener2 route sangat asing buat gue, gak tauh iin di bawa kemana, yang jelas gue cuma ikut perintah ratu.. kiri.. kana.. depan belok kanan.. dan seterusnya.
Tapi jalanannya asik.. luruuuuus terus.. dan sepi, beneran sepi dan si vega pasti lebih dri 60km/jam.
Ternyata akhir dari jalan yang lurus dan di ridhoi ini adalah jalan mnuju kompleks garuda Cipondoh. gue tanya ratu ini jalan apa ? Poris katanya.. Oh..ini toh paris hehe..

Akhirnya.. Finish di Kecamatan Cipondoh, gue serahkan kembali kendali vega kepada Ratu, sambil gue tanya ini kredit sebulannya berapa ?









Saturday, November 1, 2008

Ibu Polisi

Kalau sebelumnya gue pernah dapat panggilan 'Ibu Japri', kali ini gue dapat panggilan baru yaitu 'Ibu Polisi'.
Ceritanya begini.
Sabtu setelah jemput Della dari sekolah, gue mampir ke rumah salah satu ortu murid teman yang rumahnya gak jauh dari rumah gue. Gak lama di sana, datang tamu lain seseorang yang sudah dianggap sesepuh di lingkungan rumah gue dan 1 pasang suami istri yang rumahnya msih satu lingkungan juga tapi gue belum pernah jumpa.
Ngobrol ngalor ngidul.. sampai tiba saatnya pamit, gue agak terhenyak ketika sang suami bilang, salam buat Bapa ya bu, Bapa dinasnya di mana ? di polda ?
Haaa ???? .. jadilah gue menerangkan ke mereka bahwa si Bapa bukan dari angkatan kepolisian, tapi dari angkatan ke-IT-an hehe..
Pantesan aja, tadi selintas waktu ngobrol koq gw di panggilnya, Ibu Polisi.. trus obrolanpun agak mengarah ke kepolisian.
Kenapa mereka bisa berpikir bahwa Bapa Seno dari polisi ? karena mereka tahu rumah gue di komplek 4 rumah perwira polisi, dan gue satu2nya penghuni yang bukan polisi krn gue beli rumah eks polisi.
Bisa jadi juga mereka berpikir Bapa Seno polisi, krn tukang ojek yang mangkal gak jauh dari rumah gue pun tahunya Bapa Seno polisi, itupun gue tahu karena setiap kali mau naik ojek di sana, selalu di tanya mau kemana bu polisi ??
Gue sih seneng2 aja di panggil bu polisi  hehehe.. trus seneng juga kalau rumah gue di anggap rumah polisi dengan harapan gak ada tamu yang tak di undang datang.
cuma masalahnya... si Bapa nggak pantes pisan jadi polisi hihi.. polisi koq kuruss