Showing posts with label ceritaseno. Show all posts
Showing posts with label ceritaseno. Show all posts

Tuesday, July 10, 2012

Memanfaatkan Perlengkapan Sekolah Bekas

H-5 menjelang masuk sekolah kembali buat anak-anak. Berhubung hari ini libur pilkada dan saya gak kemana-mana disebabkan tetangga depan rumah meninggal, juga karena menunggu orang firstmedia yang janji mau pasang tapi gak datang-datang.
Akhirnya saya beres-beres barang-barangnya anak-anak saja deh, ngumpulin baju seragam bekas pakai, sepatu bekas pakai yang sudah kecil, juga buku-buku cetak.

Membereskan perlengkapan sekolah bekas ini ternyata membuat saya sedikit melow, teringat masa susah saya dulu waktu SD, sepatu gak setiap tahun bisa ganti sepatu,selama belum jebol dan belum sempit gak ganti sepatu, kalaupun ganti sepatu paling ya lungsuran dari kakak saya. Begitu juga baju seragam sekolah, selalu dapat lungsuran. Kakak saya ya sama aja kadang beli seragam baru atau juga dapat lungsuran dari saudara. Jadi, melihat tumpukan pakaian seragam bekas pakai yang masih layak ini, saya sudah dapat pesanan dari salah seorang tetangga yang cucunya juga bersekolah di sekolah yang sama dengan Seno,minta lungsuran bajunya,alhamdulillah..masih bisa di pakai.


Sepatu-sepatu eks Della yang sudah kekecilan, sudah ada 2 yang diambil tetangga juga untuk anaknya, tinggal tersisa yang ini. Sayangnya saudara-saudara Seno sudah lebih besar dari Seno dan Della jadi saya berikan ke siapa aja deh yang terdekat yang membutuhkan, yang penting masih bisa berguna.



Buku-buku apalagi deh, enaknya sekolah jaman dulu, buku paket terdahulu masih bisa dipakai sekarang tiap tahun mesti ganti buku.
Tapi di sekolah Seno dan Della ini beberapa tahun belakangan ini cukup lumayanlah, ada beberapa buku paket yang dipinjamkan dari sekolah, lalu ada buku cetak lain seperti SBK, Komputer dan PLBJ yang pengarangnya sama masih bisa dipakai juga di tahun berikutnya. Jadi untuk Della cukup membeli 2 buku cetak saja yaitu buku Pupils dan Workbook Bhs Inggris, buku ini memang tiap tahun mesti ganti, karena ada coretan-coretan dan tulisan2 PR di dalamnya. Buku Tematik yang dulu di pakai di kelas 1-3 juga sama sudah gak bisa di lungsurkan ke adik kelasnya karena penuh coretan juga.
Seno yang baru mau duduk di kelas 7 juga cukup beli 4 buku paket saja, 9 buku paket lainnya dipinjamkan dari sekolah. lumayanlah meringankan orang tuanya.

ini buku paket yang tak terpakai lagi, sayang sekali mau ngiloinnya, jadi masih saya simpan di lemari.



Buku tulis sengaja saya gak beli banyak-banyak, tiap mata pelajaran butuh 3 buku tulis, catatan, ps dan pr. untuk Della butuh 33 buku dan Seno butuh 39 buku. Saya masih memanfaatkan buku tulis yang baru dipakai beberapa lembar, saya sobek dan ganti sampulnya saja. Yang sudah gak bisa di pakai di jual ke tukang barang bekas, di kiloin lumayan bisa buat bayar ayam kremes :-)


















Bagaimana dengan Tas dan tempat pinsil ?  ah yang tahun-tahun lalu juga masih bisa di pakai, ibu aja pakai tas sudah bertahun-tahun gak ganti-ganti tuh, selama belum sobek atau jebol pakai yang ada aja.


*aduuh ini orang firstmedia masih belum datang juga, bataaaalll *


 






Friday, June 15, 2012

Mirip Ibu & Bapaknya ?

Koq mash ragu aja, cari foto yang sama-sama kuncir dua koq gak ada, jadi ini aja deh yang ada. 


Bandingkan dua generasi yang beda usia 30 tahunan, Saya waktu kelas 6 SD dan Della kelas 3 SD.  Foto di comot dari FB nya adik kelas saya waktu SD, btw koq dia masih nyimpan foto saya ya ( geer..:-)

Jadi, sudah jelas kan kalau Della memang mirip ibunya.

Kalau Seno, mirp gak sama bapaknya ? 



Ini foto Seno waktu kelas 1 SD ( kiri) , 2 foto lainnya itu foto bapaknya gak tahu pas kelas berapa.


Monday, April 2, 2012

Deal or No Deal

Sejak kelas 5 SD ini ultah Seno gak pernah lagi di rayakan secara khusus dengan bikin nasi kuning atau tiup lilin. Padahal alm Eyangnya Seno itu, dulu sudah mentradisikan masak nasi kuning di setiap perayaan ultah anak atau cucunya.

Awal-awalnya sih masih saya ikuti, membuat nasi kuning setiap kali ada yang ultah. Tapi lama kelamaan koq ya bosen juga, apalagi pernah bikin nasi kuning gagal, kemudian Tikah mantan PRT saya sudah mulai pinter bikin nasi kuning eh sekarang kan sudah gak kerja di rumah saya lagi. Untuk mengajari Khotiman ART baru bikin nasi kuning koq ya males, mau pesen nasi kuning ke tetangga depan rumah juga males-malesan. dasar emang gak niat aja.  Lagi pula Senonya juga sejak sudah minta mentahnya aja buat nraktir teman-teman di sekolahnya. Di rumah tak perlu lagi dirayakan, malu pake tiup-tiup lilin segala katanya.

Traktirannya juga gak banyak, cuma sebatas teman dekatnya aja, cuma minta uang Rp.100.000 aja koq. ya hitung2 lebih hemat dari pada beli 2 pizza hut hehe.
jadi ibunya sudah menyiapkan dana segitulah untuk Seno yang berultah besok.

Eh ndilalah, siang tadi Seno nelpon ibunya, bilang kayaknya uang RP.100.000  kurang deh bu, kan BBM gak naik tapi jajajan di kantin sudah naik, jadi aku minta tambahan juga buat uang traktirannya, gak tanggung-tanggung minta naiknya 2x lipet.

O..ibu tak semudah itu mengabulkan permintaanmu nak, masih ada harga yang harus kamu bayar untuk uang sebesar itu. Jadi ibunya minta Seno menyelesaikan  semua sisa bab dari buku try-out UN yang belum selesai itu,paling lambat hari sabtu, tiap hari mesti nyetor 5 BAB.
Kalau tak bisa menyelesaikan, terpaksa tambahan uang yang diminta dianggap sebagai hutang, dengan memotong uang sakunya.

Deal or No Deal ?

Deaaaalllll  !!!...   . Kita tunggu hasilnya, utang atau lunas :-)

Thursday, March 22, 2012

Ahli Astronomi Gagal

Pelajaran BAB terakhir mata pelajaran IPA di kelas 6 ini mulai asik nih, mulai ngebahas tentang benda-benda luar angkasa. Saya inget, dulu waktu SMP saya mulai tertarik dengan pelajaran ini. Guru yang mengajar mata pelajaran ini yaitu alm Pak Solih Hariri juga enak ngajarnya. Sering beliau meminjamkan teropong besar milik sekolah dan mengajak beberapa siswa yg mau (saya pasti mau) malam-malam datang ke sekolah untuk sama-sama melihat bintang atau benda-benda angkasa yang bisa dilihat meskipun ternyata kurang jelas terlihat hehehe.

Kemudian, saya bersama beberapa teman SMP juga akhirnya diikutkan acara HAAJ ( Himpunan Astronomi Amatir Jakarta ) di Planetarium Senen itu. Sempat mendengarkan ceramah alm Prof. Soenaryo,  Karlina Supeli ( dulu masih bernama Karlina Leksono) Astronom Perempuan Pertama di Indonesia yang ternyata teman SMPnya budenya Seno.

Crita di atas kemudian malam Selasa malam lalu ceritakan juga ke Seno sambil membuat soal untuk persiapan UAS IPA Seno besoknya, saya kagum dengan Ibu Karlina Supeli itu, saya cerita ke Seno, ibu juga dulu cita-citanya mau jadi ahli astronomi seperti Ibu karlina itu, makanya ibu seneng pelajaran tentang benda angkasa,saking senengnya akhirnya anaknya yang jadi korban kesenangan ibunya, untuk satu Bab mata pelajaran ini, ibunya Seno sampai bikin 60 soal ,dan 20 soal bab lainnya untuk UAS IPA Seno Kemarin.


Senonya yang ngerjakan soal itu mabok,sambil kukulutus (menggerutu)," Susah deh punya ibu demen pelajaran ginian jadi aku dapat soal banyak, cape niiiih. Lagian ibu mana bisa jadi ahli astronomi,nyebut planet mars aja planet mares... "

Ya sebelumnya saya si calon astronomi gagal ini menjadi bahan ledekan dan ketawa bahagia dua lelaki di rumah saya, gara-gara si mares itu.. maklum, sunda pisan kan :-)

Dan inilah gambar si mares itu

 







Sunday, March 4, 2012

Ibu Lo Banyak Aturan Sen !

Itu kata salah seorang teman Seno yang diceritakan Seno pada saya .
Gara-garanya, Seno yang sekarang sudah punya account FB seringkali susah dicari temannya di FB dan lambat membalas pesan/inbox dari temannya, sudah gitu jarang onlen pula.

Maka ketika hari malam sabtu Seno onlen dan ditanya kemana aja jarang muncul di FB Seno menceritakan bahwa memang Seno jarang onlen FB, Seno hanya onlen di FB itu jumat malam, hari sabtu dan hari minggu sampai sore, itu juga masing-masing cuma dikasih waktu 2 jam, aturan itu dari ibu gue katanya Seno.

Ternyata temannya Seno menanggapi dengan kata-kata diatas.
Saya tanya ke Seno, trus kamu jawab apa temenmu bilang begitu ?
Iya emang, ibu gue banyak aturan !
Dan saya ketawa aja denger jawaban Seno seperti itu.

Trus Seno ceita kalau teman-temannya itu malah sekarang banyak yang onlen FB lewat HP atau BB, jadi update terus bu..
Ah, gak penting Sen, ngapain update terus, ini Seno onlen terus FB selama jumat-Minggu aja ibunya mulai gak suka, karena Seno terlihat lebih addict di FB dibanding sebelumnya yg lbh banyak main game.

Bukan apa-apa, FB itu memang bikin addict, saya tahu itu dan pernah ngalamin juga. Saya gak mau Seno jadi begitu, makanya saya beri waktu gak banyak buat Seno, dan ditambah sedikit ancaman, kalau terlalu sering FB-an dan FB nya di pake buat berantem2 atau nulis kata-kata yang gak sopan ke temannya, FBnya akan saya bekukan alias di tutup.  Ini berkaitan dengan kejadian Seno berantem, perang kata-kata di FB.

Itulah sebabnya sampai sekarang saya masih menerapkan aturan ini itu buat anak-anak yang memang masih masanya di atur. Saya juga masih memantau account FB Seno, memilih milah mana teman yang boleh di add dan diterima pertemanannya.

Jadi, Kalau soal ibu Seno banyak aturan, itu mah dari duluuuuuu.....



Tuesday, February 21, 2012

Di Kantor, Saya Memerah ASI

Ini tulisan copy paste dari kompasiana, berisi pengalaman seorang ibu, 12 tahun lalu. Di tulis untuk memeriahkan frezz dengan topik "kantor" . Monggo dibaca, saya yakin ibu-ibu di sini juga pernah melakukan hal yang sama dengan ibu ini.

-------------------

Ini cerita saya 12 tahun lalu, waktu itu saya berstatus ibu menyusui dan juga seorang pekerja. 3 bulan setelah cuti melahirkan dan kembali bekerja saya sedikit bingung, bagaimana saya bisa terus memberikan ASI pada bayi saya sementara saya bekerja sedangkan jarak rumah saya dan kantor kira-kira 40 km jauhnya.

Mau tidak mau, saya harus  memeras ASI di kantor karena saya masih ingin memberi ASI Eklusif buat bayi saya. Jadi tentengan yang saya bawa ke kantor selain tas kantor adalah cooler box kecil untuk menyimpan botol ASI saya dan pompa elektrik untuk memompa ASI. Meskipun ribet dengan barang bawaan ke kantor saya tetap rutin membawanya setiap hari. Baju kerja sayapun di sesuaikan,  saya lebih sering menggunakan baju dengan kancing depan supaya lebih mudah di buka.

Waktu itu di kantor saya belum ada  lemari pendingin untuk menyimpan ASI dan  juga belum ada nursery room, tempat untuk para ibu yang sedang menyusui memompa ASInya.  Itu sebabnya terkadang saya mencari ruangan kosong, biasanya saya cek ruangan meeting yang tak di gunakan, pinjam kuncinya atau kadang juga meja wastafel toilet wanita meskipun tidak disarankan memompa ASI di toilet, tapi apa daya, ruangan toilet ini yang lebih sering digunakan, untunglah toilet wanita di lantai 7 ini cukup terjaga kebersihannya. Mau memerah ASI di balik meja kantor juga tak memungkinkan, karena ruangan kerja saya itu hanya dibatasi sekat-sekat setinggi 30 cm antar mejanya.

Beruntung saya juga memiliki atasan pria yang baik hati, yang mau mengerti ketika saya mengajukan ijin bahwa saya akan menyita waktu kurang lebih 15-20 menit untuk memompa ASI sehari 2-3 kali, beliau mengijinkan saya. Jadi saya menggunakan waktu memompa ASI sebaik-baiknya disela-sela waktu kerja saya, yang penting jadwal memerah ASI ini saya sesuaikan dengan pekerjaan supaya pekerjaan di kantor juga tidak terbengkalai.

Bagaimana jika saya harus ke kantor cabang ?
Ya cooler box ASI ini tetap saya tenteng-tenteng ( meskipun saya yang pemalu ini jadi tambah malu, tapi demi anak jadi lupa  malu :-). Sambil bekerja di kantor cabang, saya juga minta ijin untuk memompa ASI, ini saya lakukan dari pada saya saya tak memompa ASI dan akibatnya ASI saya bocor kena baju, lebih malu lagi.
Hal ini terus saya lakukan sampai bayi saya berumur 6 bulan, lulus sudah ASI Ekslusif nya, tapi produk ASI saya yang masih banyak, membuat saya meneruskan memerah ASI di kantor meski tak sesering sebelumnya, karena mulai gak enak hati, juga terkadang saya mulai bosan memompa ASI. Beruntung teman-teman di kantor masih terus menyemangati saya kadang juga ikut menemani saya memompa ASI sambil ngegossip :-)

Pekerjaan memompa ASI saya kemudian terhenti saat anak saya sudah berumur 1 tahun, ini juga karena saya harus sering ke luar kota. Awal ke luar kota saya masih bawa beberapa stok botol ASI dan menyimpannya di lemari pendingin hotel, tapi lama kelamaan stok ASI saya berkurang juga, ini mungkin karena tingkat kemalasan memompa saya yang semakin meningkat (jangan ditiru ya).

Pemerintah juga melalui UU No. 13/2003 tentang ketenaga kerjaan, sudah mendukung pembuatan nursery room. Dan di kantor lama saya itu,sekarang sudah menyediakan ruang khusus yang nyaman untuk memompa ASI dan dilengkapi dengan lemari pendingin untuk menyimpan stok ASI bahkan ada TVnya juga, jadi sambil memompa ASI bisa sambil nonton TV.

Jadi, buat para ibu pekerja yang masih memberikan ASI untuk buah hatinya, terus semangat memompa ASI ya, jangan alasan berhenti memberi ASI karena pekerjaan di kantor.



Profil Penulis ada di sini

Thursday, November 10, 2011

Akibat Lupa Bawa Buku PR

Kelas 6 SD, masa iya sih masih harus terus diingatkan ibunya tiap hari untuk nge-cek buku yang mesti dibawa ke sekolah ? Harusnya sudah tak perlu kan ya. Memag sudah sejak kelas 3 SD, setelah belajar,  Seno tak lagi saya cek satu persatu buku yang wajib dibawa untuk esok harinya. Saya cuma cek PR, cek pelajaran buat besok apakah sudah dipelajari semua dan kemudian tanda tangan agenda. urusan beres memberesi buku sudah saya serahkan tanggung jawabnya ke Seno.

Jadi tak salah kalau gurunya menghukum siswa yang tak membawa buku PR dengan berbagai jenis hukuman (  bukan hukuman fisik). Satu kali Seno lupa bawa buku PR Math, Seno diminta menyalin dan mengerjakan PRnya di buku lain di perpustakaan. Kali lain beda lagi jenis hukumannya. Seperti kemarin ini Seno lupa membawa buku PR PKN, padahal PR sudah di kerjakan. Permintaannya untuk pulang naik sepeda mengambil buku PR tak diijinkan Pak Guru, meski cuma memakan waktu tak sampai 10 menit.

Jadi sebagai hukuman atas kelalaiannya, Pak Guru meminta Seno menyalin kembali jawaban PR PKN dari No.1-10 sebanyak 10x di kertas HVS.
Pantas saja saya lihat sepulang saya kerja malam itu, Seno terllihat lebih tekun di meja belajarnya dengan kertas berserakan.


Saya tanya ada PR apa, jawabnya kena hukuman Pak Guru, harus mengulang nulis PR PKN kemarin karena tak bawa buku PR ke sekolah

Sampai jam 10 malam Seno nyerah, kecapean tangannya menulis, tugas hukuman baru diselesaikan 4 lembar ( 10 soal x 4). Mana tiap nomor jawaban terdiri dari a-d. Kasian juga saya melihatnya. Seno mulai merayu ibunya untuk bantu nulis 3 lembar saja (10x3), dengan catatan tulisan tangan saya harus dibuat mirip dengan tulisan Seno.

Kalau saja hari belum malam, belum tentu saya mau bantu Seno nulis, ih malesin bener, biar dia tau hukuman ini supaya dia tidak lalai lagi. Tapi berhubung sudah malam, akhirnya saya bantu juga buat nulis 3 lembar sambil Senopun melanjutkan 3 lembar sisanya.
Kerja sama yang cukup baik ( eh emak2 jangan tiru saya ya hihi ). Lumayan mirip kan tulisan saya dan tulisan Seno, coba tebak mana yang tulisan saya dan mana tulisan Seno.


Besoknya 10 lembar tugas hukuman dikumpulkan, dengan harap-harap cemas Seno, semoga Pak Guru tak memeriksa keaslian tulisan, syukurlah ternyata tulisan tak diperhatikan katanya, Pak Guru cuma ngomong, "Seno besok-besok mau lupa bawa PR lagi gak ?"
Seno menjawab dengan tak yakin, namanya juga manusia pak..pasti ada lupanya, tapi hukumannya diperingan dikit dong pak..


Tuesday, June 14, 2011

Bapak Lu Juga Hebat !!!

Terharu deh saya di kamar barusan denger percakapan Seno dengan temannya Dodi yang lagi bicara masalah game dan komputer.
kemaren2 kan temennya Seno tahu ada beberapa game yang gak jalan di komputernya Seno. Kemudian setelah di bantu teknisinya Kang Dwi, akhirnya beberapa game bisa jalan lagi, dan bisa dinikmati anak2 untuk bermain.
percakapan yang saya dengar dari kamar begini : 

Dodi : Sen, ini komputer elu kemaren masih belom bisa game ini
Seno : Iya hari minggu di benerin sama temen bapak gw sekarang udah bisa
Dodi : trus ini cheatnya dapetnya dari mana sih Sen?
Seno : Bapak gua yang cari lah
Dodi : Bapak lu bisa benerin komputer juga Sen ?
Seno : Bisa juga sih kalo kumputer yang lama, kalau yang baru ini bapak gw gak bisa
Dodi : Hebat ya Sen, bapak elu, bapak gua mah gak bisa apa-apa Sen, gak hebat
Seno : Aaaah.. engga, bapak elu juga hebat Dod, buktinya kalau sepeda gw rusak, motor bapak gw rusak selalu yang benerin bapak elu, bapak gw gak bisa, hebat kan bapak elu Dod..




Ya ampuuun, saya yang denger jawaban Seno jadi terharu beneran dengan jawaban yang di kasih Seno ke temennya,
Saya gak tahu  itu jawaban spontan Seno karena melihat bapaknya selalu bawa sepeda atau motornya yang ngadat ke bengkel motor bapaknya Dodi jadi dia bisa bilang gitu, atau karena Seno juga mau membesarkan hati Dodi dan meyakinkan bahwa bapaknya juga hebat. semua bapak pasti hebat di mata anaknya.
entahlah....

Yang pasti saya berharap, semoga apapun niat dari jawaban yang diberikan Seno, itu keluar dari hatinya yang tulus, yang tak memandang berbeda orang dari pekerjaannya, yang menghargai apapun pekerjaan itu yang penting halal, dan semoga memang harapan Seno dengan jawaban itu supaya setiap anak mengharga bapaknya apapun itu profesinya... dia tetap Bapakmu yang hebat, bapak nomor satu di dunia.

Saturday, June 11, 2011

Tanda Cinta Buat Guru

Sebetulnya buat para guru,hadiah yang paling indah dan berharga adalah ketika anak didik atau siswa dapat menerima pelajaran yang diberikan dengan baik dan berhasil menjadi anak yang berguna kelak. Kalimat itu saya dapatkan ketika saya bertemu kembali di dunia maya dengan guru SMP saya Pak Sonny. Dan ternyata kalimat itu juga di sebutkan oleh gurunya Seno ketika saya memberikan titipan bingkisan dari Seno untuknya sebagai tanda kasih dan ucapan terima kasih Seno atas bimbingan dan pengajarannya kepada Seno selama di kelas 5.

Tahun-tahun sebelumnya, sebetulnya ada larangan untuk memberikan hadiah/bingkisan kepada guru di akhir tahun pelajaran,namun banyak yang diam-diam tetap memberikannya.
Tahun-tahun sebelumnya, saya yang paling males dan bingung mencari bingkisan untuk para guru, selalu mengambil jalan singkat, menyisipkan amplop ketika mengambil rapot anak. Selain tidak terlihat, juga lebih praktis dan gak bingung untuk memilihkan jenis benda yang akan diberikan.

Tahun ini, jauh-jauh hari sebelum UAS, Seno sudah pesan-pesan ke ibunya begini
"Bu..  ibu kasih apa keq gitu ke Pak Guru ( seno menyebut nama gurunya), Seno sayang sama pak guru, karena pak guru baik sama Seno bu."

"Oh ya..baiknya gimana Sen ?"

"Dia gak marah kalalu Seno tanya karena Seno gak ngerti, gak suka marah-marah juga sama anak-anak"

"Ya memang tugas guru begitu, kalau muridnya gak ngerti mesti di terangin sampe ngerti"
"Tapi pak guru kelas 4 gak gitu bu, kalau Seno gak ngerti trus Seno nanya ke Pak Guru, pak guru minta Seno tanya ke temen yang ngerti"

"oh... baru tau ibu..koq gitu, pdhal gak boleh gitu jadi guru"

"Trus pak guru sekarang, kalau Seno seseknya kambuh, dia pasti elus-elus punggung Seno, trus tanya-tanya Seno bawa obat gak, trus Seno boleh gak nulis, boleh pulang atau boleh istirahat di UKS"

"hmm..gitu ya, jadi kamu mau kasih apa ke pak guru ?"

"Sepatu aja deh bu, Seno lihat sepatunya pak guru udah jelek bu..gak ganti-ganti"

"ya udah kamu cari tahu pak guru pakai sepatu nomor berapa dan lihat modelnya seperti apa yang biasa di pakai, nanti kita cari"

Ternyata sampai selesai UAS, Seno belum berhasil mencari tahu nomor sepatu pak guru, jadi bingkisan untuk Pak Guru diganti dengan yang lain, yang kata Seno juga terlihat perlu.

Pak Guru yang satu ini memang sudah agak sepuh, sepengalaman saya bertemu Pak Guru setiap kali mengambil rapot semersteran atau rapot bayangan, saya selalu merasa nyaman berbincang dengan Pak Guru ini. 
Kalimat pertama ketika saya dan Seno bersalaman dengannya pada saat ngambil rapot adalah " Sehat Seno ??.... " dan kalimat terakhir ketika kami berpamitan adalah "jaga kesehatan ya Seno.."

Sekali lagi ini tentang apresiasi, perhatian kecil dari seorang guru pada muridnya yang menurut saya sangat menyentuh. Tapi justru dari hal-hal kecil seperti ini anak merasa di perhatikan,begitu juga orang tua (saya ), merasa anak saya diperhatikan dan di berik kasih sayang layanknya wakil orang tua di sekolah. Jadi saya juga merasa nyaman dan aman menitipkan anak pada pak guru.

Berkenaan dengan sikap pak guru yang demikian juga saya pikir yang mempengaruhi nilai yang diperoleh Seno selama di kelas 5 ini.
Mulai dari semester 1 saya lihat nilai Seno ada kemajuan yang cukup baik dibanding di kelas 4. Semester 2 di kelas 5 juga nilalinya lebih meningkat dari semester 1. Selama kelas 5 saya juga tak pernah mendapat panggilan ke sekolah berkenaan dengan prestasi atau ulahnya Seno, waktu kelas 4, 3x saya harus menghadap wali kelasnya Seno.

Tak perlu berlama-lama saya bercakap-cakap dengan pak guru ketika berbincang tentang nilai dengan pak guru tadi, dan tak ada catatan khusus juga di rapotnya Seno. Perbincangan cukup lama hanya ketika deal kenaikan  uang sekolah.

Dan sebagai tanda cinta dari saya buat pak guru, saya rayu pak guru selama kurang lebih 10 menit untuk kenaikan uang sekolah  10% saja kenaikannya.
Terima kasih Pak guru...
Selamat jadi senior ya Mas Seno !!



Saturday, May 28, 2011

Obrolan Yang Bikin Nyolot

Seno : De, kamu tau gak Mas Ide yang jualan minuman monti, aqua gelas, pop ice. itu di sana jual susu kotak yang kamu beli di indomart itu juga lho de.

Della : Mas Ide yang mana ?

Seno : itu yang di sebelah abang-abang jualan burger

Della : Jualan di mana ?

Seno : Ya deket sekolahan lah masa kamu gak tau

Della : Di kantin dalem atau di luar sekolah ?

Seno :  Di luarrrrr.. yang sebelahnya warungnya Bu Dadang

Della : Sebelah mana, kiri atau kanan ?

Seno : Sebelah kanan De, masa gak tau.. itu yang Mas Ide yang suka naek motor jualannya

Della : Motor apa ?

Seno : Motor bebek .. hadddooh de, udah lah males gua ngomong sama elu
(dari alus mulai nyolot )

Della : Motor bebek warna apa ?

Seno : Motor bebek warna merah merek Hondaaaaa... lu ngeledek gua ya deee.. dezigh...!!! dezidhhh...

Della : Ibuuuuuuuuuuuuuuuuuuuu....



Monday, May 23, 2011

Permen Baru Kreasi Seno

Kalau sudah begini, enaknya anak ini di apain ya.
Koq sama orang tua ngeledeknya kaya gini.
Gak tau apa ya kalo orang tuanya nyer-nyeran nahan ngilu..
koq malah di bikinin permen rasa baru macam gini..





 



















Mengenai penyakit ini silahkan di baca sebelumnya di sini ,  dan di sini serta di sini , sudah cukup jelas deh.
Si babe pernah ngeledek saya waktu belum lama saya juga kena penyakit ini di tempat yang sama. katanya, elo jorok kali kalo mandi gak bersih.. dan dengan ngotot saya pasti nyangkal lah, enak aja gak bersih, coba elo mandiin, contohin mandi yang bersih gimana...
Trus katanya lagi, itu penyakit cuma menyerang orang-orang kampung aja tuh !!
Lha.. pondok betung kan emang kampung !!



 


 

 

Friday, May 13, 2011

Cerita Seno dan Buku Srondol Gayus Ke Itali


Saya bukan mau nulis resensi buku Srondol Gayus Ke Itali karya Mas Hazmi ya. Kalau mau baca resensi bukunya, bisa baca di tulisannya Kang Hadi Samsul di sini , atau search di kompasiana, Mas Hazmi sudah menuliskan cerita itu di sana.


saya cuma mau cerita efek setelah baca buku ini dan kesan anak saya Seno setelah (ternyata) ikut baca buku ini.

Jadi ceritanya saya lihat buku ini sebetulnya sudah 'agak' cukup lama, waktu buku ini sudah nangkring di rak buku baru di Gramedia dan saya tahu itu buku karya salah satu kompasianer yang jadi kontak saya. Tapi maaf saja, saya kurang suka buku humor tak bergambar kartun,di buku itu malah kebanyakan fotonya Mas Hazmi hehehe. Apalagi waktu saya bolak balik buku itu tulisannya juga koq kecil-kecil, ini kenapa dibuat begini, untuk menyingkat halaman dan hemat kertas ya...nanti dulu deh belinya, lagian kalau beli langsung di gramed gak dapat tanda tangan pengarangnya, gak seru, padahal saya pengkoleksi buku yang ada tanda tangan pengarangnya.

Terprovokasi dengan tulisan Kang Hadi Syamsul di sini dan beberapa teman kompasiana yang lebih dahulu baca buku ini dan menuliskan pengalamannya di kompasiana, akhirnya saya pesan juga buku itu ke Mas Hazmi, gampang banget lho cara pesannya tinggal tulis pesan di inboxnya atau via emailnya, bayar, tukeran nomor hape, eh kaget juga waktu Mas Hazmi nelpon langsung ga pake sms, jangan-jangan ini Mas Hazmi mau verifikasi saya, beneran Ibu Seno atau Paijo hahaha.. Akhirnya saya bisa denger suara Mas Hazmi Srondol yang sedikit mbledag bledug itu :-) . Dua hari kemudian buku sudah sampai ke tangan, wiih dapat bonus pesan dan tanda tangan dari Mas Srondul pula.

Baca bab 1 masih  garing biasa aja ( ini kan introduction buu) , Bab 2 , mulai lucu nih, kebayang keselnya Mas Hazmi sama maling kabel yang bernama rubah,  iiih koq ada sih orang yang kayak gitu. Eh kok makin ke bab selanjutnya makin bikin penasaran dan makin bikin saya senyum senyum sendiri bahkan ngakak sendiri di kamar sampai anak saya Seno penasaran nanya ibu lagi baca buku apa ? Saya katakan ini buku humor cerdas mas, lucu, karangan temen Ibu.
" Emang Gayus temennya ibu ? "

"Bukan gayus, itu Om Srondol, mukanya mirip Gayus. jadi bukin buku judulnya Gayus Srondol ke Itali"

Seno yang penyuka buku humor dan penggemar buku Beni & Mice , ternyata diam-diam setelah malamnya saya baca buku ini,besoknya dia baca juga buku ini, karena ketika saya pulang kerja malamnya Seno sudah lancar bercerita isi buku ini, dan nyambung ngobrolin tentang si Rubah. say atanya Seno,
" eh kamu ikut baca buku ini Mas ? "

" iya, tadi siang aku baca buku ibu,lucu abis buuuu komentar Seno. Yang lucu itu si rubah pipis di toilet umum koq gitu caranya bu, pelit bener ya , makan aja gak mau keluar duit malah nyimpan makanan kantin di jaketnya, orang pelit gitu gak ada temennya ya bu, itu si  Srondol ngerjain si Rubah terus tuh, sukurin. eh tapi si Srondol baik juga ya belain si Rubah yang dikejar penjahat. Trus itu dia di kerjain di kamar hotel sama si Srondol uangnya di curi sama cewek ya bu ?, masa si Srondol gak bisa bedain tatakan piring sama sapu tangan bu hihi ngelap cewek nangis pake tatakan piring hahaha."

uppss... sudah jauh juga ni anak baca bukunya.. jangan-jangan sudah sampai bab terakhir.
Untung Seno gak tanya Bianca sama Om Srondol jadinya pacaran gak buuuuu....

Dan.. Seno pun penasaran pengen ketemu Om Srondol yang lucu ini. Tunggu buku berikutnya Om Srondol aja Sen,pasti makin seru deh !!. Pesan dikit buat Om Srondol kalo nanti nerbitin buku baru lagi, tulisannya gedein dikit dooong, maklum nih mata tua hahaha

Saya ajak Seno siang ini ke Gramedia Pejaten Village supaya bisa ketemu Om Srondol, ah tapi dia lebih memilih maen game bersama gerombolan teman-temannya ternyata .

 



Friday, July 16, 2010

Ngomong sama tembok

Pernah denger gak becandaan sama teman ada yang ngomongnya ngasal kemudian bilang "ngomong tuh sama tembok ? "
Maksudnya tentu saja bukan mengajak ngobrol tembok beneran, tapi ngomongnya gak jelas, mending ngomong sama tembok aja yang gak bisa protes.
Yang bener aja sih, masa orang di suruh ngobrol sama tembok..gimana rasanya ngomong sama tembok ?


Eh tapi ternyata ada lho orang yang suka ngobrol sama tembok. Dan orang itu ternyata anak saya sendiri Seno.
Iya, saya tahu dari temannya Seno beberapa waktu lalu ketika pengambilan rapot. Ada Debie teman sekelasnya yang pernah sama2 mulai dari TK dengan Seno.
Debie  ini bilang gini ke saya.
Tante..tante , Seno sekarang sudah gak mimisan lagi ya, dulu waktu TK sering banget mimisan sekarang sudah gak lagi, tapi kalau ngomong sama temboknya masih tante sampe sekarang.

agak terkejut juga saya, koq saya gak tahu kalau Seno suka ngomong sama tembok. yang saya tahu memang Seno suka ngedalang/ngomong sendiri dengan benda2 yang dipegangnya.

Saya tanya ke Debie, ngomong sama tembok gimana Deb ?
Iya.. di kelas kadang ngomong sendiri sama tembok, nunjuk2 , seru deh ngobrol sama temboknya sampe diketawain sama temen2.

Di rumah, saya sampai lupa nanya ke Seno, apa bener suka ngomong sama tembok.
Baru teringat lagi tadi di milis ngomong2 masalah sampul buku bergambar cantik yang di sukai anak2 SD.
Dari situ teringatlah saya bahwa sayapun dulu pernah suka sekali punya pakai buku tulis dengan cover gambar2 lucu2 seperti hello kitty, sanrio..panda dan sebagainya.
Tapi akibatnya saya kurang konsentrasi belajarnya, karena saya sering ngajak ngomong buku2 itu, cerita2 seperti anak2 yang main rumah2an sendirian.

Jadi ketahuan deh, kenapa Seno suka ngobrol sama tembok..

Eh tapi sampai umur berapa ya anak2 suka ngedalang sendiri gitu ?
Saya juga lupa rasanya sejak buku saya wajib di sampul saya sudah tidak pernah lagi ngobrol dengan buku.


Tuesday, June 22, 2010

Album Foto Non Digital

Sejak era digital camera, hampir dipastikan saya baru satu kali mencetak hasil foto dr digital camera. Itu aja di cetak bukan untuk di simpan or koleksi di album, tapi pesanan adiknya Eyang Seno yang ada di Jogja.

Gara2 gak punya album foto cetak juga saya pernah kesulitan ketika Della ada PR mengumpulkan foto keluarga untuk pelajaran IPSnya. Untung masih tersisa foto keluarga ketika Della bayi.

Dan kemarin, saya juga mulai merasa bahwa foto2 hasil dari camera digital wajib di cetak, terutama foto yang bagus dan penuh kesan buat anak.
Karena kemarin Seno mulai bertanya2, mana foto2 ketika pergi ke Jogja, mana foto ketika peristiwa ini. dan itu.
Karena Seno ingin memperlihatkan foto2 itu ke temannya yang datang berkunjung.

Berhubung Foto2 itu saya simpan di CD dan di HD External , maka mesti di buka via komputer dan itu tidak membuat Seno senang.
Seno mau foto yang ada di album foto, sepeti foto2nya masa kecil dulu.

Saya juga inget, dulu.. Betapa album foto bagi saya adalah benda yang sangat menghibur.
Saya punya album foto masa SMP-SMA-Kuliah yang terpisah. dan benda itu pula yang menghibur saya di kala saya berada di perantauan. Benda itu juga yang bisa saya dekap di kala sedang merindukan seseorang yang ada di album foto itu.

Dan kadang kala jika kita berkunjung ke rumah teman atau kerabat, kita akan senang membolak balik album foto yang ada di rumah itu. Mungkin sekarang masanya Seno juga maunya seperti itu.

Jadi.. saya coba ikuti permintaan Seno deh, sekarang lagi milah2 foto2 yang layak cetak dari 62 folder foto..




*foto album milik sangprofersor*

Sunday, March 28, 2010

Ramahnya Seno.

Efek peneyesalan saya karena kurang berbagi waktu dengan Seno terus berlanjut. selama ini saya lebih sering pergi jalan berdua dengan Della, baik itu ke Mall, jemput sekolah Della maupun main ke rumah keluarga atau ke rumah teman.
Bukan salah Della atau salah saya juga sih, Seno mulai agak susah di ajak jalan karena hari Sabtu dan Minggu hari buat dia maen game di rumah, Jadi ketika di ajak jalan, Seno lebih memilih diam di rumah.

Namun 2 minggu belakangan ini, saya coba merayunya untuk mau di ajak jalan bersama, di mulai dari jemput sekolah Della, dan saya main2 dulu di sekolahnya Seno ( sebetulnya trik saya juga supaya Seno mau di jemput pulang sekolah, krn malu dia dijemput ibunya ).
Kemudian pulang dari sekolah, kita bertiga jalan2 dulu entah ke pasar di dekat sekolah, atau sekedar ke Alfa mart dan mampir di rumah Budenya Seno di Merpati.

Dari dua sabtu dan dua hari minggu, saya agak terperangah, Sepanjang perjalanan itu beberapa kali saya mesti berhenti sejenak karena Seno berbasa-basi, entah dengan temannya yang di temui di jalan atau dengan ibu temannya.

Ini antara lain salah basa basinya

Hai Jevon.. adik kamu jadi masuk TK sini kan ?? udah daftar belum ?? ...
*Seno ngobrol sebentar sama Jevon dan saya menunggu*

Jalan sedikit ke arah depan, tiba2 Seno di panggil seorang Ibu dari rumah berpagar hijau.  Lalu terlibat obrolan
"Seno.. hari Senin besok Oma gak bisa kasih Les, karena Oma harus ke Bali, tapi Kamis Les seperti biasa "

"Ok Oma.. Selamat berlibur, Seno sebetulnya juga pengen ke Bali, tapi nanti liburan sekolah , itu juga kalau Ibu ada uang. Oma hati2 di sana ya, jangan lupa jaga kesehatan Oma.."

Saya akhirnya berkenalan dengan si Oma, yang ternyata guru les Inggrisnya Seno, selama ini baru telpon2an dengan Saya.

Sabtu kemarin, kebetulan hari ini di Sekolah Seno dan Della pulang lebih cepat karena hanya ada Tablo saja, jadi pramuka pun di tiadakan. hanya 2 Jam di sekolah dan Saya jemput juga Seno sekalian jemput Della.

Di jalan bertemu seorang Bapak dan kembali Seno bertegur sapa...
Pak... (dengan gaya membungkuk ), dari mana ? Ibunya mana Pak ?

Oh.. Dari warung Bu Dadang nak, ibu kehabisan nasi, jadi bapak yang beli


Oh gitu.. Bapak bantu ibu ya.. lagi libur kerja ya pak ya..

 
Saya tanya Seno, itu siapa Sen ?
Oh itu suaminya Ibu kantin, tapi di kantin cuma hari Sabtu aja, kalau hari senin sampai jumat kerja di luar.

Dan ketika Hari minggunya Seno saya ajak Jalan ke Bintaro Plasa, Pangkalan Ojek sepi sekali (*tumben*.), akhirnya kita berdua jalan menuju pangkalan ojek di pohon sawo.
Di jalanan kembali bertemu seorang bapak di dekat tukang2 ojek, dan Seno juga menegurnya.

Lagi ngapain Pak ?  Nanti malam jualan gak pak ?
Oh. ini lagi ngobrol aja nak, nanti malam ya jualan, nanti malem kalau nonton futsal mampir ya..


Saya masih mikir2 bapak ini siapa ya ?? o alaaaa... ternyata ini bapak tukang angkringan di dekat lapangan futsal.

Trus.. kita akhirnya gak jadi ke BP, tapi ke Carefour Ciledug, karena saya sekalian mau belanja lainnya.
Ketika di Optik, Seno saya tinggal sebentar di optik sambil menunggu kaca mata  yang sedang di buatnya.
Ketika saya kembali , dari Jauh saya lihat Seno sedang asik ngobrol dengan Mbak & Mas penjaga optik sambil tertawa2..

Saya coba curi dengar pembicaraannya sepotong.
Bener lho Mas.. kalau teteh saya ikut pasti naksir .. dan si Mas tertawa terbahak-bahak.

Saya tanya ngobrolin apa sih, serius bener Sen.
Ini lho Bu, Mas yang periksa mata Seno ini kan ganteng ya Bu.. mirip Ariel Petterpan, jaketnya juga bagus. Kalau teteh Tikah ikut pasti dia naksir, bener kan bu ??
Trus Mbaknya ini suaranya bagus ya Bu.. lembut..

Saya ikut tertawa, dan mengiyakan...sambil nyuri2 foto si Mas yang katanya ganteng :-p

Si Mbak dan si Mas itu cerita, seneng dari tadi Seno banyak cerita, gak sangka Seno baru kelas 4, dikira kelas 6 SD.

Sambil menikmati kemacetan jalan ciledug raya di angkot dan melihat Seno terkantuk2, saya ingat2, Seno ini memang sudah sejak kecil ramah.
Dulu waktu baru bisa berbicara ( sekitar umur 3-4 tahunan ), Seno sering duduk di depan teras rumah dan sering sekali menegur orang yang lewat depan rumah seperti begini
"mau kemana bu.. mampir ",  atau "Engkong.. mau Sholat ya..".

Ternyata ramahnya sampai sekarangpun masih tetap ramah kepada siapapun yang dia rasa sudah kenal.
Saya jadi senyum2 sendiri dan gak perlu mikir2 Seno ini ramah turunan dari siapa ya ?


Karena jawabnya sudah pasti, Ya DARI IBUNYA laaaaahhh....




                            ini foto Seno dari samping dengan kaca mata minusnya yang baru
                                         R -1 cyl 1, L -0.75




                          Dan ini foto Mas 'Ariel' dari samping 




Sunday, July 19, 2009

Seno menginap di rumah teman

Long week end ini saya , Seno dan Della gak ke mana2 karena minggu pagi Seno ada kegiatan di sekolahnya, Eyang juga sudah pulang kembali ke Sukabumi di antar Om Heri. Jadi rasanya rumah bener2 sepi.
 
Hari minggu siang sepulang Seno dari kegiatannya Seno minta ijin ke ibunya malam ini mau menginap di rumah temannya, judulnya sih katanya mau belajar bersama dan main bersama karena bosan di rumah cuma main sama Della. padahal kenyataannya Della juga ditinggal terus oleh Seno yang main sepeda ke luar bersama temannya.

Saya minta Seno ijin ke Bapanya dulu, kalau di ijinkan maka saya juga akan ijinkan. Akhirnya Minggu siang Seno telpon dan ternyata si Babeh sedang berada di Borobudur, tentu aja bikin Seno makin sebel dan berkomentar, "bapak enak bener jalan2 ke borobudur lagi, aku gak kemana-mana, ibu gak ngajak aku jalan2, jadi aku boleh nginep di rumah Ikel ya Pa..( lhaaa. di salahin ibunya ) .
Hmm .. begitu caranya minta ijin ke Bapa supaya di ijinkan.
si Babe juga minta saya untuk mengijinkan Seno menginap di rumah temannya, biar dia bersosialisasi dan beradaptasi dengan keluarga lain. Kalau selama ini Seno hanya menginap di rumah saudara, biarkan kali ini dia belajar menginap di rumah orang lain yang bukan saudara.

Akhirnya.. meskipun jarak rumah Seno dan rumah Ikel hanya sekitar 400 meter dr rumah, Seno tetap perlengkapan seakan mau nginap 2 hari, ada 2 stel baju, handuk, perlengkapan mandi, buku2 dan mainan dan gak lupa Hape pemberian budenya juga di bawa, dengan pesan ibu jangan lupa telpon aku ya hehehe.. kesannya nginep di mana gitu Sen.

Ternyata sayapun sama seperti eyang yang memberikan pesan sponsor yang panjang ke si bapa ketika akan berangkat turing, saya pun memberikan pesan sponsor yg panjang kepada Seno.

Sekarang saya sedang menunggu kepulangan Seno sambil ngempi.


 

Monday, May 11, 2009

Buku Hapalan Seno

"Ibu... apa singkatan dari ABCDEFGH ???"
'Ibu .. negara mana yang penduduknya kebanyakan orang batak "
"Ibu .. Sebutkan 6 merek kendaraan yang depannya huruf Y "

Hampir setiap kali ibunya pulang kerja atau bahkan setiap kali merasa
iseng, Seno selalu maen  tebak-tebakan. , contoh tebakannya makin ke
sini makin beragam.

Semuanya bermula ketika Ibu iseng kasih tebakan menjelang anak2 tidur,tebakan pertama dari ibu adalah 'Binatang apa yang cuma satu huruf' kalo ketebak hadiahnya sepeda gak usah tunggu naik kelas deh , ibu kasih waktu 1 jam untuk berpikir, boleh minta bantuan bapa"

Demi sebuah sepeda Seno berpikir keras, dibantu Bapa masih juga belum ketebak  ( hmm Bapa ketahuan deh gak gaul )
Akhirnya satu jam berlalu dan tebakan dari ibu tidak terjawab, akhirnya ibu bilang Ok ditunggu jawabannya sampai besok sebelum berangkat sekolah. Dan sampai besok belum ketebak juga, akhirnya Seno nyerah dan ibu kasih tahu jawabannya.

Setelah tahu jawabannya, yang kesel bukan cuma Seno tapi Bapa juga ikut kesel karena gak bisa jawab
Akibat dari keselnya itulah beberapa hari kemudian Bapa membelikan Seno buku tebak-tebakan seperti di gambar, dan Ibu sama sekali tidak boleh lihat buku itu oleh Seno.
Yang bikin Seno kesel, ternyata  Ibu bisa jawab beberapa tebakan yang
ditanyakan Seno ( *Ya iyaaa lah, ibu kan pinter, pinter nyari di internet maksudnya *)
Sebaliknya, ibu juga kesel ke Seno, giliran buku tebakan atau beberapa
buku Benny & Mice Seno hapal isi buku itu, tapi buku pelajaran susaaaaaah bener di hapalnya.

Monday, April 27, 2009

Hewan Peliharaan Seno

menurut Children's Hospital Philadelphia. hewan peliharaan dapat membantu membangun self esteem dan rasa percaya diri anak Seain itu juga bisa memperkaya perkembangan emosional anak, mengajarkan tanggung jawab pada anak dan memberikan koneksi dengan alam dan mengajarkan respek, empati dan kesabaran terhadap makhluk hidup, melatih anak untuk menyayangi dan mengasihi sesama. Selain itu juga untuk belajar bertanggung jawab dalam mengurusnya, mulai dari memberi makan, membuang kotoran, dan merawat kesehatannya secara rutin.

Waktu Seno berumur kurang lebih 4 tahun, saya dan Bapa Seno membelikan burung sebagai hewan peliharaan awalnya saya ajarkan Seno untuk memberi makan dan minum burung nya setiap hari dengan bantuan si teteh yang ngasuhnya. membersihkan kandang burungnya.. Mula2 Seno cukup menikmati aktifitas itu,tapi lama kelamaan mungkin mulai bosen dan entah kenapa burung itu mati, usut-punya usut rupanya burung itu stress karena kandang burungnya setiap hari dipukuli oleh Seno pake gagang sapu. Sekarang malah saya kawatir kalau Seno kembali minta pelihara burung, takut Flu burung

Gagal memelihara burung, Seno beralih ke Ikan hias,mula-mula masih mengunakan aquarium kecil dari plastik yang bisa di jinjing2. Lama kelamaan ibunya yang suka ikan pun berubah pikiran dan mulai ikut berpartisipasi memelihara ikan hias di akuarium yang lebih besar. Sama seperi sebelumnya,mula, Seno, Ibu dan Bapa nya juga rajin membersihkan Aquarium, saluran airnya di periksa, makanan ikannya juga rajin diberikan. Tapi lama kelamaan, di lihat koq ikan hiasnya semakin berkurang. ternyata lagi2 Seno yang hoby ngobok2 Aquarium, ikannya juga stress dan banyak yang mati.

Berikutnya, Seno minta pelihara anak anjing. Berhubung saya tidak suka hewan berbulu, baik kucing maupun anjing, saya gak setuju ada anjing di rumah meskipun yang diminta anjing kecil yang lucu.

Seno juga minta pelihara kelinci, lagi2 ibunya gak setuju, karena kawatir ibunya tergiur makan sate kelinci, hehehe. padahal sih karena kelinci juga hewan berbulu.
Ketika kakak seupunya punya hamster, Seno pun minta hamster, gak.. ini ibu lebih geli lagi, lagi2 gak di ijinkan Ibu.

Akhirnya Seno tidak pernah lagi punya hewan peliharaan, karena saya lihat Seno belum siap punya hewan peliharaan dan belum kelihatan tanggung jawabnya atas hewan peliharaanya.

Tapi semalam ini saya kaget, ketika memergoki Seno sedang ngedalang di kamarnya (Oh ya sampai sebesar ini Seno masih suka ngedalang alias berbicara sendiri di kamarnya.) ternyata Seno tidak ngedalang sendirian, tadi malam Seno ngedalang ditemani seekor kodok kecil di dalam toples plastik yang diberi lubang. Kodoknya gak semangat, nyaris lemes mungkin karena udara di dalam plastik kurang.

Saya tanya dari mana kodok itu,dan sejak kapan kodok itu berada di dalam kamar Seno.
Seno bilang itu kodok hadiah ulang tahun dari temannya, kodok itu binantang lucu dan gak galak, Seno suka memelihara kodok karena  gak perlu di kasih makan.. hadooooh Seno peliharaan koq kodok ya, jijik kan tuh, maaf ya Sen terpaksa kodoknya ibu buang kasian tuh kodok antara hidup dan mati diajak ngedalang sama Seno.




 


 


 



 


Thursday, March 12, 2009

Eyang Dipo

Percakapan Seno dari masa ke masa beda2, ketika suka dengan pesawat Seno akan rajin tanya2 jenis pesawat dan minta beli buku atau majalah tentang pesawat.
Ketika suka motor.. Seno hafal jenis2 motor dan nama pembalapnya, sampai Ibu sibuk cari2 koleksi motor Ducati No.27 sesuai permintaan Seno.
Ketika Seno suka senjata..Bapa sibuk cari gambar senjata dan nama2 senjata dari internet dan Seno cepat menghafal nama2 senjatanya
Sepanjang hari obrolannya dengan Bapanya hanya berkisar senjata.
Pernah ketika bapanya di luar kota, Seno hampir satu jam menghabiskan waktu menelpon hanya untuk ngobrol senjata.. alasannya Ibu diem aja sih kalo diajak ngobrol senjata.

Ketika belum lama ini Seno lihat banyak poster caleg dan bendera berbagai partai ramai di jalan, Seno juga sibuk bertanya Partai ini nomor urut berapa, partai itu nomor urut berapa.. hadddoh.. ibu dan Bapa gak hafal, akhirnya kita berdua ngeles dan bilang
' nomor partai gak usah di hapal Sen.. pemilu tahun yang akan datang nanti juga berubah lagi'

Kali ini Seno lagi gemar Pahlawan-pahlawan, lumayan, Ibu dan Bapa masih nyangkut dong nama2 dan asal Pahlawan itu dari mana dan kisah-kisah heroiknya.

Satu hari setelah Seno sakit dan sudah dibawa ke dokter,  berangsur angsur Seno mulai banyak ngomong, gak lemes2 lagi, bahkan tengah malam masih belum bisa tidur, gara2 siangnya banyak tidur seharian.. ( efek obat kali yaa )
Sambil Ibu terngantuk-ngantuk dengerin terus Seno yang masih terus ngoceh tentang pahlawan-pahlawan pra kemerdekaan.. pahlawan Revolusi, pahlawan reformasi dan sebagainya..
Sampe ibu tersentak dari kantuk ketika Seno bilang ' Ibu tau gak.. gini-gini Seno turunan pahlawan lho.. Seno masih keturunan eyang Dipo'
'Eyang Dipo siapa Sen..'  ibu tanya sambil ngantuk..
'itu lho bu.. Pangeran Diponegoro yang dari Jawa Tengah'
haaaaaaaaaaa ??? %$^%^&%$ .. kata siapa Sen ?? ( ibu jadi bangun deh )
'Kata Eyang.. eyang kan cerita ke Seno kalo Seno itu turunan ke 17 Pangeran Diponegoro.'
' masa sih Sen.. kok ibu gak percaya..'
'Ya.. ibu tanya aja sama eyang.. atau sama Bapa nanti '
'gak.. ibu gak percaya.. udah bobo aja kamu !! ' ( sambil meraba kening Seno.. eh gak panas koq ).

Malam ini, Seno kembali telpon Bapa.. ( dikasih jatah 15 menit aja ), masih cerita tentang pahlawan.. Seno tanya ke Bapa tahun berapa Untung Surapati meninggal ( nah looo.. bapa langsung terdiam.. trus asbak deh.. Bapa bilang Untung Surapati meninggal tahun 1841 hihi..Seno sangat percaya sama Bapanya..

Trus Seno juga konfirmasi ke Bapa.. 'Pa bener kan Seno keturunan Pangeran Diponegoro ?
Bapa juga diam sejenak dan bertanya ' kata siapa Sen '  dan dapat jawaban kata Eyang.
Akhirnya si Bapa sedikit buka kartu, Iya mungkin masih keturunan.. Bapa juga gak tahu keturunan ke berapa.. karena eyang buyut eyang buyut Seno itu ikut berjuang.

Seno protes.. bukan !!!... kata Eyang.. Seno itu sebetulnya keturunan Pangeran Diponegoro karena Seno itu mestinya jadi anak Raja.. ( hadoooohhh yang makin ngaco  Seno atau eyang Seno nih )

Akhirnya si Bapa sedikit ngerti.. dan bilang,
Oh iya.. sebetulnya eyang kakung itu memang keturunan Raja.. tapi jauuuuh.. raja ke berapa Bapa juga gak tahu..makanya kalau Seno lihat di akte kelahiran Bapa, di depan nama bapa ada gelarnya. Tapi di akte Seno sama Bapa gak di tambah gelar-gelar seperti Raden Bagus, dan di Akte della juga gak pake Raden Ayu, gitu. karena gelar di depan nama itu gak penting Sen, yang penting itu gelar di belakang nama, seperti ST atau Sarjana Teknik SH atau Sarjana Hukum, nah gelar-gelar di belakang nama itu namanya gelar akademik, didapat kalau kita sudah lulus kuliah.

Seno masih terlihat gak suka.. dan nyahut ' Tapi kalau sudah ada gelar di belakang nama Seno, Seno tetep keturunan Pangeran Diponegoro kan ?? 

Tobaaaattt !!!











No Puyer !!

Ketika Selasa saya bawa Seno ke dokter, Saya gak ingat bahwa dokter ini sering memberikan puyer ke pasien anak ( termasuk Seno yg masih dianggap anak2 )
Jadi saya sedikit kaget ketika dokter menuliskan resep dan Seno tanya 
' di kasih puyer ya Om ?' 
'Iya.. kata dokternya.. kamu sudah bisa minum pil ?
'Belum.. tapi kan di tv ada yang bilang puyer berbahaya Om, Seno nonton koq berdua eyang di rumah'
' oh iya.. trus kamu maunya obat apa dong kalau pil gak mau dan puyer gak mau ?'
'obat sirup aja Om.. tapi yang manis ya '
 ( hihi.. nawar dia... )

Ah saya juga masih bingung koq dengan kontroversi masalah puyer ini.