Showing posts with label sekolah. Show all posts
Showing posts with label sekolah. Show all posts

Tuesday, July 10, 2012

Memanfaatkan Perlengkapan Sekolah Bekas

H-5 menjelang masuk sekolah kembali buat anak-anak. Berhubung hari ini libur pilkada dan saya gak kemana-mana disebabkan tetangga depan rumah meninggal, juga karena menunggu orang firstmedia yang janji mau pasang tapi gak datang-datang.
Akhirnya saya beres-beres barang-barangnya anak-anak saja deh, ngumpulin baju seragam bekas pakai, sepatu bekas pakai yang sudah kecil, juga buku-buku cetak.

Membereskan perlengkapan sekolah bekas ini ternyata membuat saya sedikit melow, teringat masa susah saya dulu waktu SD, sepatu gak setiap tahun bisa ganti sepatu,selama belum jebol dan belum sempit gak ganti sepatu, kalaupun ganti sepatu paling ya lungsuran dari kakak saya. Begitu juga baju seragam sekolah, selalu dapat lungsuran. Kakak saya ya sama aja kadang beli seragam baru atau juga dapat lungsuran dari saudara. Jadi, melihat tumpukan pakaian seragam bekas pakai yang masih layak ini, saya sudah dapat pesanan dari salah seorang tetangga yang cucunya juga bersekolah di sekolah yang sama dengan Seno,minta lungsuran bajunya,alhamdulillah..masih bisa di pakai.


Sepatu-sepatu eks Della yang sudah kekecilan, sudah ada 2 yang diambil tetangga juga untuk anaknya, tinggal tersisa yang ini. Sayangnya saudara-saudara Seno sudah lebih besar dari Seno dan Della jadi saya berikan ke siapa aja deh yang terdekat yang membutuhkan, yang penting masih bisa berguna.



Buku-buku apalagi deh, enaknya sekolah jaman dulu, buku paket terdahulu masih bisa dipakai sekarang tiap tahun mesti ganti buku.
Tapi di sekolah Seno dan Della ini beberapa tahun belakangan ini cukup lumayanlah, ada beberapa buku paket yang dipinjamkan dari sekolah, lalu ada buku cetak lain seperti SBK, Komputer dan PLBJ yang pengarangnya sama masih bisa dipakai juga di tahun berikutnya. Jadi untuk Della cukup membeli 2 buku cetak saja yaitu buku Pupils dan Workbook Bhs Inggris, buku ini memang tiap tahun mesti ganti, karena ada coretan-coretan dan tulisan2 PR di dalamnya. Buku Tematik yang dulu di pakai di kelas 1-3 juga sama sudah gak bisa di lungsurkan ke adik kelasnya karena penuh coretan juga.
Seno yang baru mau duduk di kelas 7 juga cukup beli 4 buku paket saja, 9 buku paket lainnya dipinjamkan dari sekolah. lumayanlah meringankan orang tuanya.

ini buku paket yang tak terpakai lagi, sayang sekali mau ngiloinnya, jadi masih saya simpan di lemari.



Buku tulis sengaja saya gak beli banyak-banyak, tiap mata pelajaran butuh 3 buku tulis, catatan, ps dan pr. untuk Della butuh 33 buku dan Seno butuh 39 buku. Saya masih memanfaatkan buku tulis yang baru dipakai beberapa lembar, saya sobek dan ganti sampulnya saja. Yang sudah gak bisa di pakai di jual ke tukang barang bekas, di kiloin lumayan bisa buat bayar ayam kremes :-)


















Bagaimana dengan Tas dan tempat pinsil ?  ah yang tahun-tahun lalu juga masih bisa di pakai, ibu aja pakai tas sudah bertahun-tahun gak ganti-ganti tuh, selama belum sobek atau jebol pakai yang ada aja.


*aduuh ini orang firstmedia masih belum datang juga, bataaaalll *


 






Friday, October 7, 2011

Penipuan Lewat Telepon Menyerang Sekolah

Hari ini sekolahnya  anak saya di hebohkan oleh telepon dari orang yang tak bertanggung jawab yang mengatasnamakan sekolah. Modusnya masih gaya lama, nelpon rumah atau HP korban dengan mengatakan ( atas nama sekolah) bahwa anaknya mengalami kecelakaan di sekolah, terjatuh, patah tulang, kepala bocor dan sebagainya, sekarang anak ada di rumah sakit dan butuh segera biaya untuk pengobatannya. Uangnya mohon segera di transfer ke rekening xxx dan seterusnya.

Tentu saja beberapa orang tua yang di hubungi penipu itu kalang kabut, ada yang telpon langsung ke sekolah tapi anehnya telpon sekolah yang 2 line itu terus menerus sibuk dan susah dihubungi, Bisa jadi kesibukan telpon disebabkan beberapa ortu yang di hubungi penipu sedang melakukan konfirmasi ke sekolah. Seperti yang diceritakan anak saya ada seorang ibu yang tergopoh-gopoh datang dengan linangan air mata dan kosmetik yg luntur karena air mata mencari anaknya di kelas, dan langsung memeluknya ketika melihat anaknya sehat wal afiat.

Untungnya saya tak termasuk orang yang ditelpon penipu itu, bisa jadi karena saya jarang mau angkat telepon yang tak ada di contact list HP saya, juga karena hari ini mood ditelpon dan menelpon saya sedang buruk sekali, mualeesss nya pooolll

Ada salah seorang teman sekelas anak saya yang hari ini sakit dan tak masuk sekolah, rupanya juga mendapat telpon si penipu ( yang mengaku dari sekolah ) dan mencari orang tua anak itu. Kebetulan yang angkat telpon anak itu sendiri, anak itu agak bingung dan takut waktu si penelpon berkata ini dari sekolah, mana orang tuanya, ini anaknya yang bernama V kecelakaan di sekolah dan sekarang di rumah sakit.  si V yang terima telpon makin bingung, dan berkata, kecelakaan ? lha saya V.. saya di rumah koq gak sekolah, telpon langsung di tutup.. penipu kecele, cari korban berikutnya mungkin triknya juga di ganti.

Pihak sekolah juga sudah melaporkan kejadian ini ke kepolisian untuk diteliti dan ditindak lanjuti dari mana atau siapa penelpon yang tak bertanggung jawab itu.

Untuk antisipasinya, di buku agenda anak-anak ditulisakan pesan dari sekolah agar orang tua jangan langsung percaya jika ada telepon yang mengatasnamakan sekolah, mohon cross check lagi dengan pihak sekolah.

Saya jadi ngahuleng dan berfikir, dari mana ya kira-kira mereka dapat data nomor telepon r para orang tua murid, dan kenapa sasarannya lebih banyak nomor telpon rumah ?
Ini baru dugaan saya, data itu di dapat dari bank, sudah bukan rahasia lagi kan kalau data nasabah bank itu diperjual belikan ?. Sasaran yang di telpon rumah, karena mayoritas ibu-ibu yang ada di rumah dan biasanya cepat panik.

Sejak 3 tahun belakangan ini sekolah anak saya memang menggunakan salah satu bank plat merah untuk pembayaran uang sekolahnya, tentu saja waktu membuat rekening dicantumkan nama, alamat dan nomor telpon rumah dan HP pemilik rekening ( orang tua). Pasalnya, selama lebih dari 6 tahun anak saya bersekolah di sekolah ini dan bayaran masih manual lewat kasir sekolah, tak pernah ada kejadian menghebohkan macam ini dan data tersimpan rapi.

Sungguh dilematis, penggunaan rekening bank memudahkan orang tua dan menguntungkan sekolah juga karena menyimpan uang dengan aman Sehingga terhindar dari pencurian ( seperti pernah terjadi ). Namun masalah data nasabah di bank ternyata juga membawa persoalan baru.

Semoga kejadian ini seperti ini tak terulang di sekolah lain dan kejadian ini bisa membuat kita orang tua semakin hati-hati dan tak mudah percaya dengan telepon sejenis.






Tuesday, April 26, 2011

Tidak !! Untuk Bolos Sekolah Demi Liburan Keluarga

Banyak pendapat di kemukakan teman-teman di milis ketika pertanyaan diatas saya lontarkan ketika topik "Baliiii" menjadi bahan pembicaraan hangat di milis.

Dan saya berani mengatakan "Tidak !!! "  untuk bolos / ijin sekolah demi liburan keluarga jika anak sudah mulai duduk di Sekolah Dasar.
Ijin ke sekolah hanya saya gunakan untuk keadaan yang sangat penting, seperti keluarga sakit, meninggal, atau perkawinan yang harus dihadiri.

Jangankan untuk ijin liburan, beberapa bulan belakangan ini Seno sering sakit di hari Senin karena kecapean berkegiatan di hari sabtu minggu saja saya sudah gak enak hati ketika menelpon sekolah mengabarkan Seno sakit. apalagi sering-sering minta ijin untuk liburan, malu deh saya mah.. kuno ya hihhihi

Tiket promo penerbangan yang banyak di bukan musim liburan sekolah menjadi alasan orang tua kebanyakan untuk mengajak anaknya bolos sekolah.
Saya bukannya gak ngiler lihat tiket promo ke Bali, Jogja, Medan, bahkan ke luar negeri sekalipun. Pengen rasanya liburan bersama anak-anak pas tiket promo itu, lumayan kan ngiritnya, tapi ya karena promo berlaku bukan pas liburan anak sekolah, jadi saya skip saja. Saya pilih berusaha nabung ngumpulin duit buat beli tiket non promo ( meski koq kepake terus  tabungannya hahaha )
Kalau ternyata gak kebeli tiketnya, pilih liburan yang deket-deket aja lah, yang biayanya terjangkau.

Kenapa saya gak mau ngajak anak ijin bolos untuk liburan ?
Itu karena saya ingin anak saya menghargai waktu sekolah, saya ingin anak saya tidak jadi anak yang malas sekolah, yang dikit-dikit ijin gak sekolah. Saya tidak mau dengan mudahnya saya mengajak anak untuk ijin atau bolos sekolah membuat anak-anak saya ketagihan dan tidak menghargai waktu sekolah. Dan bisa jadi kelak dengan mudahnya anak saya ijin / bolos kerja.
Selain itu Seno dan Della bukan anak yang istimewa dalam mata pelajaran, mereka biasa-biasa saja. Jadi kalau ketinggalan 1-2 hari tidak sekolah, Seno dan Della agak susah mengejar ketertinggalannya. Mungkin beda dengan anaknya teman saya yang sering ijin liburan namun tetap jadi juara.  Tapi saya juga tak setuju jika seringnya liburan menjadi penyebab anak jadi juara, karena sering refreshing hehehe..

Sekarang, giliran di sini saya tanya ke teman-teman  apakah meminta izin sekolah untuk anak supaya anak bisa jalan-jalan atau liburan dengan orang tuanya adalah sesuatu yang bisa diterima ?  Apapun jawaban teman-teman pasti ada pertimbangan dan saya yakin itu pilihan terbaik teman-teman untuk anaknya.


 









 
 

Sunday, April 3, 2011

TEMBERENG

Dulu pelajaran matematika itu termasuk salah satu pelajaran yang kurang saya sukai selain kimia. Jadi ketika anak saya sudah kelas 5, tak jarang saya keteteran mengajarkannya. Selain karena beda cara  mengajarkan (perasaan saya) juga ada beberapa istilah yang kurang saya pahami, seperti istilah yang baru saya temui malam ini yaitu TEMBERENG.

Seno sempat menanyakan, apa itu tembereng ? waduhh mana saya tahu, saya tahunya Pak TIfatul Sembiring. Dan seingat dan seperasaan saya meski saya gak jago-jago banget matematika, tidak ada istilah TEMBERENG di matemiatika, mulai dari matematika SD-SMA.  Dan meskipun mata kuliah matematika di kampus mulai dari Matematika 1-3, Calculus 1-3 sudah berhasil saya lampaui dengan susah payah, juga tidak ditemukan istilah itu. 

Enaknya anak jaman sekarang, apa yang tidak diketahui bisa di cari di internet, tapi efeknya ya jadi dikit-dikit ketergantungan sama Om Google, tak apalah memanfaatkan teknologi yang ada.

Apa itu TEMBERENG ?
Tembereng adalah luas daerah dalam lingkaran yang dibatasi oleh busur dan tali busur. Pada Gambar 6.3 , tembereng ditunjukkan oleh daerah yang diarsir dan dibatasi oleh busur AC dan tali busur AC.
Kalau Busur dan Tali busur sudah tau dong ya ?
Kalau belum ini saya kasih tahu lagi. 

Busur adalah : garis lengkung yang terletak pada lengkungan lingkaran dan menghubungkan dua titik sebarang di lengkungan tersebut
Sedangkan Tali Busur Adalah :  garis lurus dalam lingkaran yang menghubungkan dua titik pada lengkungan lingkaran. Berbeda dengan diameter, tali busur tidak melalui titik pusat lingkaran


Dari gambar ini. Tali busur adalah garis ST, Busurnya adalah garis lengkung QR, RS, ST, TU dan UQ. Jadi Temberengnya yang mana ? Ya itu v, daerah yang dibatasi oleh busur ST dan tali busur ST.
Lha.. ini dulu saya juga belajar, tapi lupa nama istilah daerah V itu, bukan tembereng deh ah.
Ada-ada aja ya istilahnya koq pake istilah Tembereng, dulu namanya apa ya, ada yang inget ? 
Heran juga kalau teman SMP masih saya hafal namanya, tapi pelajarang SMP gak ada yg nyangkut di otak deh.



 

Thursday, August 6, 2009

Cinta Moyet

Kenapa ya disebut “cinta monyet”? Apakah waktu kecil kita masih dianggap “monyet”? Setelah besar jadi kera ? bingung juag dengan asal istilah ini meskipun sering dengar Koes Plus dan Tasya juga menyanyikan lagu berjudul cinta monyet.

Dari wikipedia disimpulkan , Cinta monyet adalah istilah informal yang berarti perasaan cinta yang terjadi antara sepasang anak muda yang masih dalam masa remaja ( gw tambahin, remaja cilik  setingkat SD akhir dan SMP deh )

sumpe gw malu banget kalo inget2 cinta monyet jaman SMP dulu.. kacawwwww... !!
masa sih SMP yang cuma 3 tahun aja cinta monyetnya sama 5 orang, untung masa SMP doang yang bisa di lepas gitu aja tuh monyet tanpa komitmen, sekedar iseng aja kali ya.
Tapi koq di antar monyet tuh cinta masih membekas ya, buktinya gara2 Facebook banyak yang bertemu cinta monyetnya begitu juga saya, satu persatu si cinta monyet saya muncul dan masih pada inget dengan kejadian2 lampau ketika jadi monyet
Sekarang, kami berdua yang sudah jadi kingkong dan gorilla cuma bisa terbahak bahak mengingat ingat masa-masa jadi monyet.

ada yang mau cerita masa2 ketika jadi monyet ??



Monday, October 1, 2007

Antre

Mo nyeritain kejadian Sabtu lalu saat ngambil raport bayangan Seno dan Della di Sekolahnya. Berhubung biasanya salah satu yang pergi ( gue or bapa Seno ). kali ini kita sepakat maju berdua ketemu gurunya Seno karena banyak hal yang mau kita omongin. Jam 7.30 sudah sampe sekolah trus langsung masuk ke ruang kelas II C. biasanya di pintu masuk suka ada nomor urut dan kita tinggal ambil aja dan berkonsultasilah kita dengan guru pake sistem FIFO. di sini ibu2 dan bapa2 nya sedikit lebih tertib meskipun gak pake nomor. Trus selesai dari SD, berlanjut ke TK Della.. eh ndilalah di sini juga gak pake nomor, biasanya pake nomor koq .. apa karena gurunya gak sempet kali ya..  ngeliat para ortu yang berderat di teras TK gue sudah bayangkan, pasti nanti ada yang nyelak2 or semrawut. bener aja... pas datang aja gue lansung tanya beberapa ibu2 ..anaknya sekelas ama Della atau engga , supaya gue bisa hitung antriannya.... kira2 dapat antrian no. 8 dr saat itu.. Tungu.. tunggu.. eh koq gak habis2.. bahkan ada ibu2 yang jelas2  baru datang mau nyerobot juga.. dengan kepaksa  gue kasih aja deh.. padahal gue inget banget itu ibu sama gue ketemu di kelas IIC waktu ambil raport Seno dia juga baru datang saat gue sudah selesai ambil rapot. hiiiiiih..  Heran deh gue.. anak2 mereka aja bisa ngantri koq dengan tertib pada saat pulang sekolah .. masa ibu2 nya gak bisa antri.. padahal ngantri minyak tanah aja kan bisa.. ngantri macet di tol bisa.. eh koq ngantri ketemu guru koq gak bisa

 

Monday, September 3, 2007

Kiprah alumni yang perlu di tiru

Para alumni SMA 6 Bandung ngasih uang beasiswa ke Gian , salah satu anak didik sma 6 Bandung yang diterima di Teknik Industri ITB. Selain Gian para alumni juga memberi beasiswa ke adik2 kelas mereka yang kelas 3 yaitu Lisnawati dan Ari.

Para penerima beasiswa ini merupakan siswa yang berprestasi namun nasibnya kurang beruntung karena keadaan ekonominya. Tapi kekurangan tersebut tidak menyurutkan semangat belajar mereka. Gian anak seorang PKL di Bandung terbiasa belajar diatas papan dan duduk di balok kayu dengan penerangan lampu cempor.

Gue, selain bangga sama Giannya, juga ikut bangga dengan para alumni yang peduli pada almamaternya terutama pada adik2 kelasnya yang kurang beruntung namun berprestasi bagus. Rasanya ini satu contoh yang patut ditiru oleh alumni2 sekolah lain terutama alumni SMANDUTA , SMA 2 Tangerang tercinta....

 

Tuesday, August 28, 2007

Pekan Ulangan

Mulai hari senin ini sampai dng tgl 1 Sept, di sekolah seno lagi pekan ulangan. Seperti sebelum2nya, gue mesti sibuk bikin rangkuman semua mata pelajaran Seno dan kemudian bikin soal buat di kerjakan H-1 sebelum ulangan berjalan.

Cape emang nnulisnya, bapa Seno Cuma liatin aja dan komen.. “ibu tu seneng nulis ya….?.. walah.. kalo bukan buat anak mah aku juga males.. jaman kuliah or sma dulu mendingan fotocopy aja deh..

Hari minggu ini semua pelajaran dan soal sudah gue rangkum, dah beres, Seno tinggal baca dan ngerjain aja.. enak ya punya Ibu gini…

Pekan Ulangan buat Seno juga berarti akan event buat dia untuk mencoba nambah uang di dompetnya, karena setiap nilai ulangan yang dapat 100 akan gue kasih reward uang hehe.. ( gak boleh ya mestinya ).

Cuma pekan ulangan kali ini berhubung Della juga sudah mulai sekolah, eh Della ikutan2 minta ulangan juga, jadilah gue bikin soal ulangan di hvs juga yang isinya tulisan2 dan gambar2 yang wajib di warnai sama Della, trus kalo sudah selesai dikumpulkan dan di nilai.. duh…. kalo Della sudah SD tambah cape deh bikin rangkuman dan bikin soalnya.

 

Perhitungan Nilai di SD Seno

Sabtu kemaren meeting pertama ortu dengan guru2 di tahun ajaran 2007 ini. Seperti tahun sebelumnya gue kira meetingnya gak beda jauh lah, Cuma sebagai ortu yang anaknya sekolah di situ ya wajiblah datang meeting.. padahal kalo di kantor maleeees banget kalo di suruh meeting meskipun ASTRA kan identik dengan Asal Siap Tempat RApat hihi..

Setelah bosen dan cape ( sempet makan mie ayam dulu keluar ) ngedengerin kepsek ngomong, akhirnya tibalah acarayang gue tunggu yaitu sharing dengan wali kelas Seno.

Baru kali ini gue lihat dengan jelas wajah dan gaya Bu Tami dalam menyampaikan pelajaran eh.. info ke ortu.. orangnya ayu tenan.. trus kelihatan sabaaar.. sabar banget ngadepin salah satu ortu yang bawel protes kebijakan ini itu di sekolah ini. ( sampe ortu2 laen pada say what hhehe..

Jadi ternyata perhitungan nilai tahun 2006 dan tahun 2007 itu beda, karena emang kurikulumnya juga sudah beda. Kalo 2006 pake KBK, 2007 pake SKBM  ( naon singkatan na teuing ah ! ).

Kalo 2006 bobot nilai per bagian beda, kalo sekarang sama.

2006 da Ulangan Blok dengan bobot 2x Ulangan Harian..trus UAS bobotnya lebih tinggi dari Ulangan Blok..

2007 Ulangan blok sudah tidak ada lagi.. semua bagian ( PR, PS, UH, UTS, UAS ) semua bobotnya sama.

Jadi makin serem aja deh Seno belaja.. gak bisa lagi nyepelein PR atau PS.. kalo bisa semua PR harus 100.. lha wong dibantu ortu koq.

Rumus Nilainya : NR= (Rtpr+Jumlah Nilai UH+UTS+AUAS)/3+frekuensi

NR=Nilai Raport

Rtpr=Nilai Pr, tugas

Contohnya NR= (7         +  (7+8+5+6)   + 7    +   7 ) / 3 + 4

                          NRTpr + UH               + UH + US            ( jumlah UH)

Selain itu juga nilai skbm masing2 mata pelajaran adalah :

Agama : 67

PKN : 67

Bhs Indo : 67

Mat : 65

IPA : 67

IPS : 67

Penjas : 70

Sbk : 70

B.Ingr : 65

 

Kalo nilainya dibawah itu kepaksa harus remedial.

Yah.. dengan patokan nilai tadi moga2 aja gue diberi kesabaran ekstra buat ngajarin Seno karena emang kudu belajar lebih giat dan tekut.. Cuma Seno itu susyeeeeee banget di suruh belajarnya..