Akhirnya saya beres-beres barang-barangnya anak-anak saja deh, ngumpulin baju seragam bekas pakai, sepatu bekas pakai yang sudah kecil, juga buku-buku cetak.
Membereskan perlengkapan sekolah bekas ini ternyata membuat saya sedikit melow, teringat masa susah saya dulu waktu SD, sepatu gak setiap tahun bisa ganti sepatu,selama belum jebol dan belum sempit gak ganti sepatu, kalaupun ganti sepatu paling ya lungsuran dari kakak saya. Begitu juga baju seragam sekolah, selalu dapat lungsuran. Kakak saya ya sama aja kadang beli seragam baru atau juga dapat lungsuran dari saudara. Jadi, melihat tumpukan pakaian seragam bekas pakai yang masih layak ini, saya sudah dapat pesanan dari salah seorang tetangga yang cucunya juga bersekolah di sekolah yang sama dengan Seno,minta lungsuran bajunya,alhamdulillah..masih bisa di pakai.

Sepatu-sepatu eks Della yang sudah kekecilan, sudah ada 2 yang diambil tetangga juga untuk anaknya, tinggal tersisa yang ini. Sayangnya saudara-saudara Seno sudah lebih besar dari Seno dan Della jadi saya berikan ke siapa aja deh yang terdekat yang membutuhkan, yang penting masih bisa berguna.

Buku-buku apalagi deh, enaknya sekolah jaman dulu, buku paket terdahulu masih bisa dipakai sekarang tiap tahun mesti ganti buku.
Tapi di sekolah Seno dan Della ini beberapa tahun belakangan ini cukup lumayanlah, ada beberapa buku paket yang dipinjamkan dari sekolah, lalu ada buku cetak lain seperti SBK, Komputer dan PLBJ yang pengarangnya sama masih bisa dipakai juga di tahun berikutnya. Jadi untuk Della cukup membeli 2 buku cetak saja yaitu buku Pupils dan Workbook Bhs Inggris, buku ini memang tiap tahun mesti ganti, karena ada coretan-coretan dan tulisan2 PR di dalamnya. Buku Tematik yang dulu di pakai di kelas 1-3 juga sama sudah gak bisa di lungsurkan ke adik kelasnya karena penuh coretan juga.
Seno yang baru mau duduk di kelas 7 juga cukup beli 4 buku paket saja, 9 buku paket lainnya dipinjamkan dari sekolah. lumayanlah meringankan orang tuanya.
ini buku paket yang tak terpakai lagi, sayang sekali mau ngiloinnya, jadi masih saya simpan di lemari.

Buku tulis sengaja saya gak beli banyak-banyak, tiap mata pelajaran butuh 3 buku tulis, catatan, ps dan pr. untuk Della butuh 33 buku dan Seno butuh 39 buku. Saya masih memanfaatkan buku tulis yang baru dipakai beberapa lembar, saya sobek dan ganti sampulnya saja. Yang sudah gak bisa di pakai di jual ke tukang barang bekas, di kiloin lumayan bisa buat bayar ayam kremes :-)


Bagaimana dengan Tas dan tempat pinsil ? ah yang tahun-tahun lalu juga masih bisa di pakai, ibu aja pakai tas sudah bertahun-tahun gak ganti-ganti tuh, selama belum sobek atau jebol pakai yang ada aja.
*aduuh ini orang firstmedia masih belum datang juga, bataaaalll *