Sebetulnya sudah lama saya pengen juga sesekali mampir ke lapangan futsal ini di kamis malam, apalagi kalau saya pulang kerja malam hari saya lihat pedagang-pedagang sudah ramai menggelar lapaknya di sana. Suami saya biasanya males kalau saya minta mampir ke sini, saya cuma pengen lihat-lihat ada jualan apa saja di sana, karena koq yang datang ke situ banyak sekali, ada keluarga yang datang bawa anak-anak juga karena didalamnya terlihat ada beberapa arena permainan anak.
Penasaran, akhirnya malam jumat ini setelah istirahat sebentar di rumah, saya ajak si mbak dan anak-anak untuk ke sana. Cukup jalan kaki dan anak-anak naik sepeda ke sana. Sepeda di titipkan di tempat parkir, kemudian kitapun melihat-lihat keramaian di pasar malam .
Ternyata bener lho, ramai juga di dalamnya, mulai dari penjual pakaian dalam, pakaian luar, perlengkapan dari ujung kaki sampai ujung rambut, asesories, kacamata, dompet, minyak wangi, buku-buku, bahkan penjual sayur mayur pun ikut meramaikan pasar malam.

Anak-anak di manjakan dengan permainan korsel ( apa ya ini namanya kemedi putar gitu ? ), trek mobil-mobilan, memancing mainan dan penjual balon terbang, pesawat terbang dari kayu dan lain-lain, rupanya itulah yang membuat anak-anak betah ikut berkeliling di pasar malam.

Yang saya cari sebetulnya penjual makanan,sayangnya di pasar malam ini tak banyak penjual makanan,yang saya lihat cuma tukang sate sosis, kue pukis dan katupe padang, sayang saya sudah kenyang, minggu depan saya ke sana cuma mau beli katupe padang aja deh, hari ini saya beli kue pukis aja.

Oh ya waktu saya foto-foto suasana pasar malam ( dengan diam-diam tanpa blitz), sempat di datangi bapak-bapak yang sepertinya keamanan di situ, mendekati saya dan tanya-tanya, kenapa saya foto2 di sini, untuk apa foto2nya dan sebagainya. Saya bilang ini cuma untuk dokumentasi saya aja koq, saya seneng aja lihat suasana pasar malam ini. Si bapakpun tak melanjutkan pertanyaannya. Dan ketika saya memotret salah satu pedagang makanan, si penjual langsung menanyakan saya juga, ini foto-foto tujuannya apa ? mau di masukin ke koran atau mau diapain ? saya jawab hal yang sama seperti ke bapak-bapak sebelumnya bahwa ini cuma untuk dokumentasi saya. Si pedagang makanan meminta saya untuk tidak menyebarkan fotonya, tolonglah saya orang kecil, cari makan cuma dari sini, saya tak pakai pengawet, tak pakai bahan baku terlarang, saya gak mau nanti tiba-tiba saya masuk TV dibilang makanan saya berbahaya..bla bla bla.. Waduh, saya jadi ngeri juga foto-foto sembarangan tanpa ijin, maaf ya paaak, saya ternyata belum tahu etika dalam fotografi .
Capek satu kali berkeliling, saya istirahat di kursi di depan lapangan futsal yang bersebalahan dengan pasar malam, sambil menanti si Mbak yang terus berkeliling lama bener..

ah saya betahan di sini deh dari pada jalan-jalan muter pasar malam...cape !