Mau di bilang berkurang, ya gak juga, bertambah juga tak kelihatan. Cueknya emang dari dulu koq, boro-boro inget kalau hari ini anniversarynya yang ke 13 ( *saya juga sempat lupa sih tadi * )
Meskipun begitu... malam ini saya sempatkan berterima kasih kepada Tuhan bahwa kami berdua masih memegang teguh janji suci pernikahan, Riak gelombang dalam membangun rumah tangga adalah hal wajar. Bagaimana pun menyatukan dua karakter dan pribadi yang berbeda tentu tidak mudah. Terutama saya, saya masih harus banyak belajar memahami suami saya. Sudah 13 Tahun saja kadang saya masih belum klik, belum tahu apa maunya suami saya, memilihkan jenis celana pendek yang dia suka pun masih sering salah, membelikan baju ? ah saya saya kapok beliin baju suami saya kalau dia gak ikut, ujung-ujungnya pasti cuma sekali pakai karena sekedar menghargai, kemudian ngegantung aja di lemari.
Tak banyak yang saya tuntut dan minta dari suami, rasanya suami saya sudah memberikan yang terbaik yang dia miliki semua untuk saya, buat saya cukup perhatiannya buat keluarga, saya tak dengar hal negatif tentang kelakuan suami saya itu sudah membuat saya yakin iniliah pilihan terbaik saya.
Jadi meskipun katanya angka 13 ini bukan angka yang baik, tapi saya jadi ingat ponakan saya yang sebentar lagi mau nikah di tgl 13 Juli, dia gak percaya dengan angka 13 yang membawa celaka 13, saya juga gak percaya koq, saya percaya kami berdua masih solid dan akan terus berpegang teguh pada janji pernikahan kita sampai maut memisahkan kami meskipun mungkin dalam pejalannya ada godaan dan hambatan, semoga kami berdua bisa mengatasinya.
Sore tadi saya melihat ada aki-aki dan nini-nini makan di hokben bintaro plaza berduaan, si nini dan si aki main suap-suapan makannya,padangan mereka masih penuh cinta. aah.. saya jadi iri, saya ingin seperti mereka berdua kelak, saya ingin di hari tua nanti, suami saya masih menggandeng tangan saya meskipun sambil memegang tongkat.
Semoga.