Kejadiannya sudah beberapa hari lalu, ceritanya saya punya teman yang statusnya janda dengan 3 orang anak, suaminya meninggal karena sakit. Sementara teman saya ibu rumah tangga biasa, dengan sedikit keahlian membuat baju-baju dan bisnis sampingan lainnya.
Namun kondisi bisnisnya sekarang sedikit agak kendor, sementara kebutuhan rumah tangga dan anak-anaknya yang sudah mulai menanjak remaja membuat teman saya harus banting tulang lebih giat lagi.
Hampir tiap hari saya ngorol lewat whatssapp atau chatting dengan teman saya ini ( ketauan kan kerjanya chatting melulu hahaha..smoga gak ketauan boss). Suatu hari teman saya minta bantuan saya untuk mentranslete percakapan dia dengan salah seorang teman almarhum suaminya. Katanya ini teman alm suaminya semasa di kantornya dulu. Oh ya suaminya ini dulu kerja di salah satu perusahaan eksplorsai migas asing yang cukup terkenal. Teman suaminya ini bule, kebetulan dulu pernah ditempatkan di Indonesia sini dan cukup akrab juga,namun kemudian kembali ke negaranya.
Nah teman saya ini minta bantuan saya untuk mentranslete pertanyaan maupun jawaban di chattingan dia dan teman suaminya itu. Saya ya bantu aja, tapi tetep pakai google translete hehehe..
Percakapan lancar, mulai dari tanya kabar keluarga teman saya, anak-anak giman akabarnya dan sebagainya. Itu introduction percakapan masih bisa dijawab oleh teman saya. Sampai kemudian teman saya agak kesulitan ketika menjawab beberapa pertanyaan, karena rencananya si teman suaminya itu mau kirim uang sebanyak 5000 USD. Mau dikirim lewat mana katanya, mana yang cepat dan bagaimana prosesnya.
Saya bantu teman saya mencari solusi pengiriman uang, baik lwt western union maupun lwt BNI, soal caranya saya kasih tahu linknya juga supaya si bule baca sendiri.
Teman saya sangat bersyukur, disaat dia butuh uang untuk anaknya yang mau masuk SMP dan mau kuliah ada bantuan tak terduga dari teman almarhum suaminya.
Tapi melihat kelanjutan percakapannya saya jadi curiga,koq si bule ini keukeuh nanya apakah teman saya punya credit card dsb. Kemudian saya juga tambah curiga ketika si bule minta teman saya mengirimkan lebih dulu 500 USD untuk biaya transfer uangnya. ih apa2an, dia mau ngasih uang koq malah minta uang.
Saya curiga ini penipuan, saya minta teman saya untuk tanya lebih dalam coba dia kenal siapa aja teman suamimu, tanyakan juga dia kerja di mana sekarang dan tanya juga noor kontaknya.
Tapi si bule ini aneh juga, ditanya beberapa pertanyaan yang berhubungan dengan teman lainnya, dia banyak gak bisa jawab, malah jawabannya larinya ke soal uang transfer aja, pake maksa supaya lebih cepat kirim biaya transfer, karena dia harus melakukan perjalanan jauh lagi dan tak ada waktu lagi, dan berbagai alasan.
Saya minta juga teman saya itu untuk menyelidiki account ini apakah benar masih dipakai teman alm suaminya atau jangan-jangan sudah di hack, tanyakan ke teman suaminya yang lain yang juga mengenal account ini.
Teman saya alasan minta waktu 1-2 hari untuk ngirim biaya transfer (alesan) sambil mau tanya2 ke teman lainya. si agak kurang setuju, minta hari ini juga ditransfer. Sambil chatting teman saya menghubungi teman suaminya yg lain. Ternyata di dapat informasi, account teman suaminya ini memang sudah di bajak orang dan sudah dilaporkan ke admin facebook, jadi supaya berhati-hati. Untunglah teman saya waspada dan belum sempat tertipu si bule itu.. Alhamdulillah Allah masih melindunginya