Tuesday, May 12, 2009

My Facebook – Gigi

Berawal dari facebook baruku
Kau datang dengan cara tiba-tiba
Bekas kekasih yang lama hilang
Satu dari kekasih yang terbaik


Mungkin waktu yang ku persalahkan
Mungkin saja keadaan yang salah
Terpikir hati untuk mendua
Tapi nurani tak bisa mendua


Ku hanya bisa membagi kisah-kisah lama
Ku hanya bisa membagi cerita nostalgia


Cuma itu yang ku berikan
Cuma itu yang ku bisa persembahkan
Karna aku ada yang punya
Tapi separuh hati ini untukmu


Ku bisa saja putuskan dia
Ku bisa menutup semua cintaku
Tapi apakah kau pun setuju
Menyakiti seorang manusia


Ku hanya bisa membagi kisah-kisah lama


Berawal dari facebook baruku
Kau datang dengan cara tiba-tiba hmmm

 

 

Note : doeeeeelll.. tambahin lagunya dong di sini...

 

Kado Terindah

Aneka kado ini tidak dijual di toko. Anda bisa menghadiahkannya setiap saat (tidak harus menunggu hari Anniversary), dan tak perlu membeli!

Meski begitu, delapan macam kado ini dapat menjadi hadiah terindah dan tak ternilai bagi orang-orang yang anda sayangi

1. KEHADIRAN

Kehadiran orang yang dikasihi rasanya adalah kado yang tak ternilai harganya. Memang kita bisa juga hadir di hadapannya lewat surat, telepon, foto, email atau faks. Namun dengan berada di sampingnya. Anda dan dia dapat berbagi perasaan, perhatian, dan kasih sayang secara lebih utuh dan intensif. Dengan demikian, kualitas kehadiran juga penting. Jadikan kehadiran anda sebagai pembawa kebahagiaan.

2. MENDENGAR

Sedikit orang yang mampu memberikan kado ini, sebab kebanyakan orang lebih suka didengarkan, ketimbang mendengarkan. Sudah lama diketahui bahwa keharmonisan hubungan antar manusia amat ditentukan oleh kesediaan saling mendengarkan.

Berikan kado ini untuk orang yang anda kasihi. Dengan mencurahkan perhatian pada segala ucapannya, secara tak langsung kita juga telah menumbuhkan kesabaran dan kerendahan hati. Untuk bisa mendengar dengan baik, pastikan anda dalam keadaan betul-betul relaks dan bisa menangkap utuh apa yang disampaikan. Tatap wajahnya. Tidak perlu menyela, mengkritik, apalagi menghakimi. Biarkan ia menuntaskannya. Ini juga memudahkan anda untuk bisa memberi tanggapan yang tepat setelah itu. Tidak harus berupa diskusi atau penilaian. Sekedar ucapan terima kasihpun akan terdengar manis baginya.

3. D I A M

Seperti kata-kata, di dalam diam juga ada kekuatan. Diam bisa dipakai untuk menghukum, mengusir, atau membingungkan orang. Tapi lebih dari segalanya. Diam juga bisa menunjukkan kecintaan kita pada seseorang karena memberinya "ruang". Terlebih jika sehari-hari kita sudah terbiasa gemar menasihati, mengatur, mengkritik bahkan mengomeli.

4. KEBEBASAN

Mencintai seseorang bukan berarti memberi kita hak penuh untuk memiliki atau mengatur kehidupan orang bersangkutan. Bisakah kita mengaku mencintai seseorang jika kita selalu mengekangnya? Memberi kebebasan adalah salah satu perwujudan cinta. Makna kebebasan bukanlah, "Kau bebas berbuat semaumu?" Lebih dalam dari itu, memberi kebebasan adalah memberinya kepercayaan penuh untuk bertanggung jawab atas segala hal yang ia putuskan atau lakukan?

5. KEINDAHAN

Siapa yang tak bahagia, jika orang yang disayangi tiba-tiba tampil lebih ganteng atau cantik? Tampil indah dan rupawan juga merupakan kado lho. Bahkan tak salah jika anda mengkadokannya tiap hari! Selain keindahan penampilan pribadi, anda pun bisa menghadiahkan keindahan suasana di rumah. Vas dan bunga segar cantik di ruang keluarga atau meja makan yang tertata indah, misalnya.

6. TANGGAPAN POSITIF

Tanpa, sadar, sering kita memberikan penilaian negatif terhadap pikiran, sikap atau tindakan orang yang kita sayangi. Seolah-olah tidak ada yang benar dari dirinya dan kebenaran mutlak hanya pada kita. Kali ini, coba hadiahkan tanggapan positif. Nyatakan dengan jelas dan tulus. Cobalah ingat, berapa kali dalam seminggu terakhir anda mengucapkan terima kasih atas segala hal yang dilakukannya demi anda. Ingat-ingat pula, pernahkah anda memujinya. Kedua hal itu, ucapan terima kasih dan pujian (dan juga permintaan maaf), adalah kado cinta yang sering terlupakan.

7. KESEDIAAN MENGALAH

Tidak semua masalah layak menjadi bahan pertengkaran. Apalagi sampai menjadi cekcok yang hebat. Semestinya anda pertimbangkan, apa iya sebuah hubungan cinta dikurbankan jadi berantakan hanya gara-gara persoalan itu? Bila anda memikirkan hal ini, berarti anda siap memberikan kado "kesediaan mengalah". Okelah, anda suatu saat mungkin kesal atau marah karena dia telat datang memenuhi janji. Tapi kalau kejadiannya baru sekali itu, kenapa mesti jadi pemicu pertengkaran yang berlarut-larut? Kesediaan untuk mengalah sudah dapat melunturkan sakit hati dan mengajak kita menyadari bahwa tidak ada manusia yang sempurna di dunia ini.

8. SENYUMAN

Percaya atau tidak, kekuatan senyuman amat luar biasa. Senyuman, terlebih yang diberikan dengan tulus, bisa menjadi pencair hubungan yang beku, pemberi semangat dalam keputus-asaan, pencerah suasana muram, bahkan obat penenang jiwa yang resah. Senyuman juga merupakan isyarat untuk membuka diri dengan dunia sekeliling kita.

Note Icho :

Kapan terakhir kita hadir ditengah keluarga, ditengah ayah dan ibu kita untuk melihat dan mendengarkan mereka berbicara, untuk mendengarkan keluh kesah mereka. Dan kapan kita diam dan berterima kasih atas kritikan suami atau kritikan istri, kapan kita memberikan kepercayaan sepenuhnya kepada pasangan tanpa rasa curiga. Dan kapan terakhir anda tampil cantik atau ganteng di depan pasangan dalam suasana rumah yang nyaman.

Kapan terakhir kali kita menghadiahi orang disekeliling kita yang kita sayangi dengan sebuah senyuman ?

Kalau belum atau sudah lama sekali tidak melakukan hal diatas, ayo mulai dari sekarang, hari ini saya akan berikan senyum manis saya  untuk  teman-teman semua, salam persahabatan, semoga keberadaan saya di sini membawa kebahagiaan buat teman-teman semua.

 

 *

Air Chief Marshal Chappy Hakim - Marsekal TNI Purnawirawan -

http://www.chappyhakim.com
Ini Blognya Bapak Chappy Hakim.
Isinya cukup menarik buat saya, karena semula saya pikir Pak Chappy cuma nulis tentang kedirgantaraan, ternyata banyak hal lain di luar kedirgantaraan yang juga di bahas di blognya.

Cara beliau bercerita tentang di undang ke acara peluncuran buku beberapa orang sahabatnya, membuat saya juga penasaran akan isi buku tersebut. contohnya ketika beliau datang di acara peluncuran buku Bpk. Saleh Basaharah Seniornya yang sdh dianggap sebagai guru dan sahabatnya. Betapa Chappy Hakim menceritakan kedekatannya dengan Pak Shaleh Basarah dengan sangat menarik.

Ada juga informasi menarik yang semula saya tidak tahu,tentang keberadaan sekolah taman kanak-kanak dan adanya lapangan tenis yang terletak diantara Istana Merdeka dan Istana Negara pada tahun 1950-an . Dan dii TK itulah Pak Chappy Hakim menghabiskan masa TK nya

Dan banyak lagi deh cerita-cerita Pak Chappy Hakim lainnya yang menarik untuk di baca... liat aja langsung linknya ya

Monday, May 11, 2009

Buku Hapalan Seno

"Ibu... apa singkatan dari ABCDEFGH ???"
'Ibu .. negara mana yang penduduknya kebanyakan orang batak "
"Ibu .. Sebutkan 6 merek kendaraan yang depannya huruf Y "

Hampir setiap kali ibunya pulang kerja atau bahkan setiap kali merasa
iseng, Seno selalu maen  tebak-tebakan. , contoh tebakannya makin ke
sini makin beragam.

Semuanya bermula ketika Ibu iseng kasih tebakan menjelang anak2 tidur,tebakan pertama dari ibu adalah 'Binatang apa yang cuma satu huruf' kalo ketebak hadiahnya sepeda gak usah tunggu naik kelas deh , ibu kasih waktu 1 jam untuk berpikir, boleh minta bantuan bapa"

Demi sebuah sepeda Seno berpikir keras, dibantu Bapa masih juga belum ketebak  ( hmm Bapa ketahuan deh gak gaul )
Akhirnya satu jam berlalu dan tebakan dari ibu tidak terjawab, akhirnya ibu bilang Ok ditunggu jawabannya sampai besok sebelum berangkat sekolah. Dan sampai besok belum ketebak juga, akhirnya Seno nyerah dan ibu kasih tahu jawabannya.

Setelah tahu jawabannya, yang kesel bukan cuma Seno tapi Bapa juga ikut kesel karena gak bisa jawab
Akibat dari keselnya itulah beberapa hari kemudian Bapa membelikan Seno buku tebak-tebakan seperti di gambar, dan Ibu sama sekali tidak boleh lihat buku itu oleh Seno.
Yang bikin Seno kesel, ternyata  Ibu bisa jawab beberapa tebakan yang
ditanyakan Seno ( *Ya iyaaa lah, ibu kan pinter, pinter nyari di internet maksudnya *)
Sebaliknya, ibu juga kesel ke Seno, giliran buku tebakan atau beberapa
buku Benny & Mice Seno hapal isi buku itu, tapi buku pelajaran susaaaaaah bener di hapalnya.

Saturday, May 9, 2009

[Ribuk] Perjalanan Seorang Prajurit Para Komando (2)

Kita lanjutin lagi cerita ringkasan buku Opung Sintong ya..  kali ini  tentang Episode dibelakang Prahara Mei 1998

Pada bulan Mei 1998 seperti yang sudah kita ketahui terjadi peristiwa besar di Negara kita. Waktu itu Sintong menjabat sebagai Penasehat Wapres bidang Hankam. Anggal 14 Mei 1998 situasi Negara kita kian memburuk dan pukul 16.00 Sintong menghadap Pak Habibie untuk menyarankan supaya Wapres Habibie mengeluarkan suatu pernyataan guna menenangkan masyarakat dan mengambil tindakan yang dianggap perlu lewat TVRI. Tapi wapres ketika itu tidak mau mendahului Presiden Suharto yang ketika itu sedang berada di Kairo. Dan pada waktu itu hamper semua perwira tinggi teras ABRI seang tidak berada di Jakarta dan ini yang menimbulkan tanda Tanya bagi Sintong.

Untunglah Suharto mempercepat kunjungannya, tanggal 15 beliau sudah kembali ke Jakarta dan tanggal 16 Presiden Suharto membentuk semacam Kopkamtib, namun atas saran Menko Ekuin Ginajar Kartasasmita akhirnya badan tersebut diberi nama KOPKKN, karena pembentukan kompkamtib dikawatirkan akan berpengaruh kurang baik bagi investor asing.

KOPKKB ( Komand Operasi Kewaspadaan dan keselamatan Nasional) ini bertugas untuk mencegah terjadinya bahaya sedini mungkin dan mewujudkan kewaspadaan dan keselamatan serta keamnana dan ketertiban guna mencegahtimbulnya keadaan yang semakin membahayakan. Wiranto ditunjuk sebagai Panglima KOPKKN. Tapi sikap Wiranto tidak jelas ,  Wiranto yang seharusnya menghimpun seluruh potensi Angkatan Bersenjata namun tidak melaksanakan perinta Panglima Tertinggi.

Kemudian Suharto merasa kurang mantap, jabatan panglima KOPKKN ditawarkan kepada KSAD Subagyo HS namun jawaban Subagyo HS juga tidak memuaskan.
Ketika massa sudah menduduki gedung MPR/DPR, Suharto pun merasa tidak mendapat dukungan dari ABRI maupun MPR. Kemana Prabowo ? mengapa Prabowo tidak berusaga dengan keras tampil kedepan membela Suharto ? ternyata dalam suasana kritis orang-orang dekat Suharto malah menyingkir dan nampaknya mereka mngehendaki Suharto lengser dari kursi kepresidenan.

Akhirnya Suharto mengundurkan diri dan jabatannya digantikan oleh BJ Habibie.
Pada awal masa kepemimpinan BJ Habibie, Kivlan zen dan Muchdi PR pernah datang ke kediaman BJ Habibie dan ditemui oleh Sintong karena biasanya Habibie akan meminta Sintong yang m enerima tamunya jika tamunya itu tentara.

Mereka mendapat tugas dari Panglima Kostrad Letjen Prabowo untuk menyampaikan surat yang ditandatangani oleh Jendral Besar(Purn) AH Nasution, surat itu berisi saran agar Jendral TNI Subagyo HS diangkat menjadi Pangab dan Jendral Wiranto diangkat menjadi Menhankam, sedangkan Letjen Prabowo diangkat menjadi KSAD, jadi harus diadakan pemisahan kembai antara jabatan Pangab dan Menhankam.

( kenyataannya terngkap dari buku Kivlan Zen bahwa Jendral Besar AH Nasution hanya menandatangani surat itu karena beliau sedang sakit, penulis suratnya adalah Kivlan Zen).
Yang janggal pada kasus ini adalah kedatangan Mayjen Muchdi PR karena Danjen kopasus mendapat perintaah dari pangkostrad padahal kedudukannya sejajar meskipun pangkatnya berbeda.


Ketika tanggal 22 Mei terdapat konsentrasi pasukan kostrad di Patra jasa tempat keiaman BJ Habibie tanpa sepengetahuan Pangab, meskipun sejauh itu Prabowo tidak terbukti akan melakukan kudeta namun tindakan pengumpulan pasukan tersebut tidak dapat ditoleransi oleh Presiden BJ Hbibie karena akan mempengaruhi para komandan lainnya untuk b ertindak sendiri tanpa koordinasi dengan Pangab. Akhirnya Presiden Habibie memerintahkan jabatan Pangkostrad dari Prabowo harus diserahterimakan hari itu juga.

Mengapa jabatan Prabowo sebagai Pangkostrad diganti ? menurut  pikiran Sintong, Pangkostrad tidak mempunyai wewenang komando operasional. Pangkostrad bertugas menyiapkan pasukan dan memberikan  satuan-satuan kepada Pangdam. Kala itu Pangdam dijabat Mayjen Sjafrie Sjamsudin. Demikian juga Kopassus yang memberikan satuan-satuan kepada Kodam jaya, Namun Prabowo mampu mempengaruhi Pangdam, Danjen Kopassus dan tentus aja Kostrad.

Sekitar pukul 15.00 pada tanggal 22 Mei Prabowo datang ke istana menemui Presiden Habibie , mestinya pada jam tersebut Prabowo melakukan serah terima jabatan Pangkostrad di Mabes TNi AD. Artinya KSAD juga tidak melaksanakan perintah penggantian Prabowo sesuai perintah. Maka menurut sintong KSAD pun harus diganti. Dan itu sebabnya KSAD marah kepada Prabowo dan mencari keberadaannya.

Malam tanggal 22 Mei pasukan kopassus diminta mundur oleh  Paspampres, tapi mereka tidak mau pindah karena belum ada perintah dari komandannya. Kemudian Sintong menhubungi  Wakil Danjen Kopasus Indris Gasing untuk melkukan koordinasi dengan Pangdam, akhirnya pasukan ditarik kembali.


Menyimak peristiwa Hura hara Mei 1998 ada yang mengherankan ketika itu karena tidak ada seorang pun perwira tinggi dalam jajaran ABRI yang  mengambil tanggung jawab untuk bertindak, padahal kekuatan tentara sudah lebih dari cukup. Tentara ada di mna-mana dan dapat digerakkan ke manapun diperlukan, tapi mereka tidak mendapat perintah. Tentara baru digerakkan tanggal 15 Mei setelah kerusuhan mulai mereda.


Dimasa kepemimpinan Presiden Habibie pula seperti yang kita tahu terjadi referendum Timor Timur. Sebagai penasehat Presiden Bindang Hankam, sebetulnya Sintong secara pribadi tidak setuju diselenggarakan jajak pendapat di Timor Timur karena sudah terlalu banyak korban jatuh. Tapi Presiden Habibie memikirkan masalah ke depan agar Timor Timur tidak menimbulkan masalah yang berkepanjangan, menurut Habibie kalau kita menang, masalah Titim selesai. Kalau kita kalah masalah Timtim juga selesai.

Menurut Persetujuan New York, Pelaksanaan Jajak Pendapan dilakukan oleh PBB dengan membentuk badan UNAMET ( United Nations of Administration Mission for East Timor). Dalam prakteknya UNAMET mengangkat 95% staff local dari pihak Prokemerdekaan, tindakan itu merupakan maneuver yang tidak adil. 320 oberver dari Indonesia ditolak UNAMET karena dianggap sebagai kepanjangan tangan dari Pro Otonomi.

Dari sumber harian KOMPASdisebutkan bahwa UNAMET tidak netral karena melakukan banyak kecurangan diantaranya mereka mempengaruhi dan memaksa pemilih agar memilih Pro Kemerdekaan dan memajukan jadwa pemilihan suara secara diam-diam dari pukul 9.00 menjadi pukul 006.00 sehinga di sebagian TPS, para saksi, observer dan para wartawan tidak dapat menyaksikan jajak pendapat itu.

Akibat terjadinya konspirasi international, akhirnya Indonesia kalah dalam jajak pendapat yang menyebabkan Timtim lepas dari Negara kita. Sebelumnya BJ Habibie pernah berkata Kalau kita kalah tidak ada masalah. Tapi Sintong berpendapat, kalau Soeharto tidak jatuh, Timtim tidak akan lepas dari NKRI.


Pada tahun 1998 juga pada saat Indonesia mengalami peralihan kepemimpinan  ada peristiwa penculikan para aktivis prodemmikrasi. Sudah diketahui pada waktu itu mantan Danjen Kopassus pernah diadili oleh Dewak Kehormatan Perwira karena peristiwa itu. Terbongkarnya peristiwa itu berawl dari cerita beberapa orang mahasiswa yang diculik kemudian dibebaskan dan bercerita para pelaku penculikan diduga adalah oknum ABRI berpakaian preman. Sintong menjelaskan protap ABRI, segala perintah baik operasi tempur maupun inteleijen harus berasal dan sepengetahuan Panglima

 Menjelang Pemilu 97 dan SU MPR 98, Danjen Kopassus Mayjen TNI Prabowo memandang perlu mengambil tindakan preventif terhadap kegiatan kelompok radikal yang berupaya menggagalkan kedua agenda nasional tersebut. Prabowo memeirntahkan secara lisan kepada Komandan Karsayudha untuk  mengumpulkan data tentang kegiatan kelompok radikal yang bermaksud mengganggu stabilits nasional.  Berdasarkan itu maka Danjen Kopassus membentuk Tim Mawar. Tugasnya mencari dan mengungkap adanya ancaman terhadap stabilitas nasional Dalam hal ini mestinya Prabowo melaporkan kegiatan itu kepada Pangab, namun ternyata operasi penculikan 1998 itu tidak pernah dilaporkan kepada KSAD maupun Pangab., hal ini diakui Prabowo dalam siding DKP.


Selama persidangan DKP berlangsung terdapat opini pada sebagian masyarakat yang berpendapat persidangan itu hanya rekayasa untuk melindungi’dalang’ peristiwa penculikan yaitu mantan Danjen Kopassus Prabowo. Karena dalam persidangan tidak seorangpun diantara para terdakwa yang mengaku mendapat perintah dari Danjen Kopassus. Mereka hanya mengaku mendapat perintah dari Mayjen Bambang Kristiono sebagai komandan Karsayudha dan Prabowo lolos dari jerat hokum.

Sintong menanggapi keputusan iutu dengan makatakan bahwa pengakuan dan penolakan saksi dalam persidangan belum dapat digunakan sebagai alat bukti hukum, walaupun seluruh anggota tim mawar mengaku mendapat perintah dari Bambang Komandan Karssyudha, seharusnya oditur menelusuri asal perintah yang sebenarnya. Sintong merasa peristiwa itu merupakan pengalaman terpahit dalam sejarah ABRI.


Kemana Opung Sintong setelah pensiun dari ABRI ?
Opung Sintong memberdayakan masyarakat dengan peningkatan usaha pertaniah dan alih teknologi organik dengan usaha pembibitan dan pembuahan sayur dan buah-buahan di Green House Simarhompa Tarutung.

Menutup bukunya, Sintong merenungkan kembali kata-kata mutiara karya Bung Karno
‘Pelajari sejarah perjuanganmu di masa lalu agar kamu tidak tergelincir di masa depanmu’


 
 


[RiBuk] Perjalanan Seorang Prajurit Para Komando (1)

Akhirnya selesai juga baca buku Opung Sintong Panjaitan “PERJALANAN SEORANG PRAJURIT PARA KOMANDO setelah sebulan lebih bacanya ( gile lama bener) on off gitu sih bacanya.
Sebetulnya baca buku ini saya cuma mau tahu mengenai peristiwa santa cruz, pembebsan pesawat woyla dan dibalik peristiwa mei 98. Tapi dari buku ini ternyata banyak sekali tambahan info yang bisa saya dapat dan beberapa pengalaman Opung Sintong yang menarik yang membuat saya ooooo…. Ooooo begitu.. o.. begini….

Selain itu kan,  ketika peluncuran bukunya menuai berbagai kontroversi terutama dari pihak yang bersinggungan dengan isi buku ini, apa sih yang bikin kontroversi, itu pertanyaan saya sebelum baca buku ini.

Sintong Hamonangan Panjaitan nama lengkap Jendral yang menjadi kepercayaan mantan Presiden BJ Habibie , Dalam bahasa Batak Sintong artinya “benar” dan Hamonangan berarti “menang” , Lahir di Tarutung dan putra ke 7 dari pasangan Simon Luther Panjaitan dan Elina Boru Siahaan. Sebetulnya tidak secara langsung test masuk Angkatan Darat,karena sebelumnya Sintong mendaftar di Angkatan Udara namun surat panggilan dari Angkatan Udara disembunyikan oleh ibunya, ternyatata Sintongpun lulus masuk AMN angkatan 1960.

Pengalamannya di AD berkisar pengalaman  penumpasan pemberontakan Kahar Muzakar si Sulawesi, Operasi pembebasan pewasta Garuda yang di bajak di Bandara Don Muang Bangkok dan penumpasan gerilyawan Paraku di Kalimantan Utara.

Dari buku ini pula saya tahu bahwa Pemberontak Kahar Muzakar itu tertangkap di persembunyiannya hanya karena dia menyetel lagu ‘Terkenang Masa Lalu’ yang disiarkan oleh Radio Malaysia . dan suara lagu tersebut sayup sayup terdengar dari persembunyiannya di hutan dan terdengar oleh prajurit pengintai.

Ada cerita sedikit lucu pada peristiwa Perebutan RRI Pusat dimana Sintong ketika itu memimpin  kompinya dalam perebutan kembali RRI Pusat yang ketika masa itu dikuasai oleh pihak anggota G30S/PKI . Sintong diperintahkan untuk membersihkan RRI dari anggota PKI dan ketika memberi laporan bahwa  RRI sudah bersih tetapi Kolonel Sarwo Edhi yang memantau masih mendengar RRI masih mengudara meminta Sintong untuk kembali memeriksa orang yang masih ada di situ. Ternyata tape recorder yang berputar yang mengudara dan itu yang didengar oleh Kolonel Sarwo Edhi.

Masih Pada peristiwa ini Sintong sebetulnya masih menjadi siswa dasar si Pusat Penddikan Para Komando di Batujajar tapi kemudian ditarik menjadi sukarelawan Dwikora  untuk membantu perjuangan revolusi rakyat Malaya, Singapura, Serawak dan Sabah untuk menggagalkan pembentukan Federasi Malaysia. Namun kemudian Sintong batal menjadi Sukarelawan Dwikora dan beralih ke operasi penumpasan pemberontakan G30S/PKI., Kompi Sintonglah yang menemukan sumur maut dimana para Jendral di buang setelah di bunuh oleh PKI.

Sintong yang pernah mengikuti pelatihan SAS (Special Air Service ) di angkatn Darat Kerajaan Inggris , dan pernh meninjau latihan antiteror di KCT Angkatan Dart Kerajaan Belanda. membuatkannya diikut sertakan dalam operasi melumpuhkan pembajak  Woyla Melumpuhkan Pembajak DC-9 Woyla. Ternyata hanya cukup 3 menit untuk melumpuhkan pembajak tersebut, lebih cepat 3 menit dari waktu latihan. Cerita pembebasan pembajaknya seru, persis seperti di film-film, ada granat pembajak yang untungnya tidak meledak krn mencabut pen yg tidak sempurna dan kemudian ada juga pembajak ( Abu Sofyan ) yang pura2 berbaur dengan penumpang ketika diperkirakan pembajakan sudah selesai, namun akhirnya ketahuan dan ditembak ketika mencoba melarikan diri, dan akhir cerita semua pembajak tewas dan dari pihak Tim Antiteror yang meninggal capa Kirang dan captain Pilot Herman Rante yang meninggal di Rumah Sakit akibat tertembak pembajak.

Tahun 1985 LB Murdani yang ketika itu sebagai Pangab berencana mereorganisasi Kopasus yang ketika itu bernama kopassandha dan memperkecil kodam,  tujuannya untuk menghemat anggaran belanja. Kopassandha l, Kodam dari 17 menjadi 10 kodam . Anggota baret merah dari 6644 di perkecil menjadi 3000 orang. Namun Sintong ketika itu melakukan pemaparan di Mabes ABRI bahwa reorganisasi di kopassandha justru akan menambah biaya besar lengkap dengan kalkulasinya dan konsekuensinya. Akhirnya pemaparan Sintongpun disetujui

Memakai baret merah adalah sebuah kebanggan bagi para prajurit AD. Maka ketika reorganisasi  kopassandha yang menyebabkan setengah dari anggotanya berpindah ke kesatuan Kostrad atau Kodam, banyak prajurit yang tidak bersedia, kecewa  dan marah karena kehormatan dan harga dirinya diinjak, ada yang desersi ada yang sedih ketika di ujung karier militernya justru harus  menanggalkan baret merahnya.

Dan membaca peristiwa upacara penggantian baret membuat saya juga ikut larut dalam haru ketika para peserta upacara berlutut membuka baret merah dan mengganti dengan baret hijau dan menyimpan baret merah didalam baju  mereka, saya ikut merasakan mereka sebetulnya tidak rela melepas baret merah kebanggaan hasil jerih payah setelah 9 bulan menempuh latihan komando yang berat. Tapi mereka tetap disiplin dan taat perintah dalam penunjukan penggantian baret ini. Sungguh sikap prajurit sejati.

Setelah perampingan angota kopassandha tersebut maka kopassandha berganti nama menjadi Kopassus. Tapi dalam perkembangannya pasukan kecil di kopasus tidak berumur panjang. Akhir tahun 1995 Kolonel Prabowo dilantik menjadi komandan Kopasus dan dinaikkan pangkatnya menjadi Brigjen dan kemudian tahun 1996 Prabowo naik pangkat kembali menjadi Mayjen karena beliau menjabat sebagai Danjen Kopassus. Jadi dalam waktu 8 bulan Prabowo mengalami kenaikan pangkat dua kali dalam jabatan yang sama. Dan Sintong mengutarakan kritik atas peristiwa itu setelah ia pensiun.

Mayjen TNI Sintong Panjaitan diangkat menjadi Pangdam Udayana  tahun 1988. Pada masa menjadi Pangdam ini Sintong mengubah pola operasi Timor Timur dari operasi tempur menjadi operasi teritorial sebagai operasi pokok dengan memulihkan luka akibat operasi tempur, perbaikan kembali infrastruktur, menciptakan rasa kedamaian dikalangan masyarakat. Operasi territorial tersebut cukup berhasil sampai kemudian satu setengah tahun kemudian Presiden Suharto memutuskan bahwa Timor Timur menjadi daerah terbuka sama seperti daerah lainnya. Menurut Sintong keputusan Presiden Suharto terlalu tergesa-gesa karena membanjirnya para pendatang ke Timor Timur menimbulkan ketidak senangan penduduk asli terhadap kaum pendatang seperti Bugis dan Makasar yang dianggap sebagai kelompok penghisap darah baru dan menghambat kehidupan ekonomi mereka.

Pada masa Sintong menjadi Pangdam Udayana pula terjadi  Peristiwa Santa Cruz  yaitu peristiwa berdarah yang bermula dari demonstrasi yang mengandung unsur provokasi yang sudah direncakan sebelumnya oleh kelompok anti integrasi , meskipun terlihat sebagai prosesi peringatan dua minggu meninggalnya Sebastiao Gomez ( pihak anti integrasi yang berkelahi dengan pemuda pro intergrasi)  dan kemudian demontrasi tersebut menjadi huru hara yang brutal dan banyak korban tewas dari pihak anti integrasi di pekuburan Santa Cruz. Menurut cerita buku ini pasukan anti huru hara pada saat itu  tidak dilengkapi dengan perlengkapan PHH seperti masa demontrasi tahun 1998. Waktu itu pasukan tidak menggunakan tameng, tidak memakai helm dan rompi anti peluru,tidak dibekali peluru karet, bom gas air mata atau water cannon  pasukan hanya mengandalkan senjata di tangan, sehingga secara psikologis hal itu yang merangsang terjadinya kecenderungan untuk menembak.

Insiden 12 Nov di Dili tersebutlah yang menyebabkan semua pemimpin atau pejabat yang terkait dengan operasi  teritorial diganti termasuk Sintong yng harus menyerahkan jabatannya sebagai Pangdam Udayana.

Oh ya ada kejadian yang membuat saya berfikir bahwa mendahulukan tugas adalah lebih penting dari pada mendahulukan kepentingan atasan meskipun akibatnya membuat  tidak disukai atasan. Ini sudah dibuktikan ketika Sintong lebih memilih barada di Dilli untuk operasi peretempuran di Gunung Matabean dari pada datang berkunjung ke Bali menghadiri peringatan ulan tahun pernikahan Presiden Suharto dan Ibu Tien. Akibatnya selanjutnta Presiden Suharto yang biasanya hangat jiga bertemu Sintong menjadi berpenampilan dingin.

 
Duh.. kepaanjangan deh cerita ringkasan buku nya.. sebtulnya masih banyak yang mau di ceritakan… antara lain dibalik penculikan aktivis dan peristiwa mei 1998, pengalaman Sintong sebagai staff ahli Habibie , Meristiwa di Markas Komando Kopasus ..

Tapi saya udah capek.. segini dulu deh.. beli aja buku nya, yang pasti seru punya deeeh


 
 
 


Tuesday, May 5, 2009

[Ngobrol] Ibu kalah dari Seno

Praktek percapakapan dalam Bahasa Inggris tadi malam dengan Seno membuat Ibu di tanya macam-macam sama Seno. karena ibunya pun setelah selesai praktek percakapan saya  mulai bertanya tentang mata pelajaran Seno lainnya dan menuntut Seno untuk bisa lebih bagus lagi nilainya dari sekarang dan bisa setara dengan Lita anak yang paling pintar di kelas Seno.


 

Seno nanya apakah ibu dulu pernah juara kelas waktu SD, saya jawab of course, ibu selalu juara di SD dan di SMP.

berapa nilai ibu paling tinggi di SD, pelajaran apa yang paling tinggi di SD, saya jawab nilai paling tinggi adalah Matematika dan Bahasa Indonesia, nilai yang paling tinggi 8 atau 8.5

Eh.. saya gak nyangka Seno malah bilang ' yah .. cemeeeeen, nilai 8 di rapot Seno banyak tuh, Lita mah nilainya gak ada 8 nya, 9 atau 10 di rapotnya.' 

Dilanjutkan lagi oleh Seno, lagian SD ibu kan SD Inpres yang seperti di Laskar Pelangi kan ??, kalo Seno kan SD nya di swasta, susah bu sekolah di SD Swasta, trus ibu kan diajarinnya sama nenek jadi ibu nilainya bisa dikasih bagus sama nenek ..


Hadoooh.. enak aja menghina sekolahan ibu, meskipun di SD Inpres, sekolah ibu gak kalah bagus sama SD Swasta Seno, lagian nenek gak ngajar ibu koq, ibu langsung pindah sekolah waktu ibu diajar nenek, Ibu gak mau KKN kalau soal pelajaran Sen.


Kemudian soal Bahasa Inggris.. Seno tanya lagi, Ibu kelas berapa diajarin Bahasa Inggris ?

Kelas 1 SMP Sen..

Yah... cemeeen lagi, udah gede baru bisa bahasa Inggris, Seno udah dari kelas 1 SD belajar bahasa Inggris, pantesan aja ibu kalo ngomong bahasa Inggris engga kaya di filim transTV.

Yaelaa Seeeen.. itu mah orang bule, kalo ibu orang bule ibu bisa nyerocos gitu bahasa Inggrisnya.

ya udah Ibu gak usah marah2 dong kalo Seno percakapan bahasa Inggrisnya masih salah-salah, kan ibu juga gak bisa.

Gak bisa gitu Sen, Seno harus lebih bagus dan lebih pinter semua pelajarannya dari ibu, kan Seno sekolahnya di sekolah yang bagus, ibu udah bayar mahal buat sekolah Seno. 

Seno juga udah belajar bahasa Inggris sejak SD, ya mesti lebih pinter dari ibu dong percakapannya. 

Jadi orang tua itu Sen, selalu pengen anaknya lebih baik dan lebih pintar dari orang tuanya, begitu juga ibu. Ibu cape-cape bekerja, cari uang untuk biayai Seno sekolah di sekolah bagus, dan imbalannya ya Seno harus ngasih nilai yang bagus, Seno harus pinter. Gak kasian emang lihat ibu cape kerja tiap hari cari uang, dan nanti kalau sudah tua seperti nenek.


Ya Seno kasihan sama ibu, tapi kalau Ibu di rumah gak kerja nanti ibu jadi bodoh kaya mamanya si itu tuh, masa gak bisa bantuin bikin PR anaknya ya, masa sih kalo ada PR mamanya si itu nanya ibu terus ya.


 

Ok yang penting sekarang Seno harus rajin belajar, tahun ini harus naik kelas 4 dengan nilali rata2 berapa Sen ??

8.8 aja deh

Yaaa cemeeeeennnn, lebihin dooong Sen !!