Friday, January 13, 2012
Bagaimana Cara Mereview Buku ?
Iya, kata si babeh tulisan buku gedoran depok itumah bukan review buku, alasannya, terlalu panjang, kebanyakan malah nyeritain isi bukunya, malah nanti bikin orang yang baca jadi males beli bukunya karena sudah saya ringkas di tulisan itu. padahal saya nulis ringkasan itu supaya orang jadi tertarik beli buku itu kan.. (bukan posting berbayar lho..).
Jadi kata si babeh lagi, mereview buku itu tak perlu meringkas isi buku, tapi tuliskan secara garis besar isi keseluruhan buku itu, tulis aja pendapat kamu tentang buku itu, bagus atau engga, gimana pendapat kamu dari segi ceritanya, bagaimana pendapat kamu cara penuturan penulis itu, jelas atau tidak. Boleh juga diceritakan gimana kualitas kertasnya, kualitas gambar fotonya kalau ada, banyak salah ketik atau tidak. Dan kalau ada tokoh yang bisa dijadikan tulisan gimana sifat tokoh itu, apa kesan kamu dengan tokoh itu, dan masih banyak lagi yang banyak lagi yang si babeh omongin gimana mereview buku itu, tapi yang saya ingat cuma itu aja dulu deh.
Yang terpenting sih judul buku dan pengarang harus di sebutkan, penerbit juga boleh disebutkan, jumlah halaman juga sebaiknya disebutkan, karena banyak orang yang melihat buku kadang dengan menghitung jumlah halaman, ada yang suka halaman sedikit tapi judulnya menarik dan sebaliknya.
Jadi akhirnya jika dipostingan sebelum ini saya masih keukeuh nyeritain isi buku ini, karena saya ngerasa tanggung ah sudah ngetik panjang2 dihapus, dan sediit saya tambahkan juga deh saran si babeh,meskipun belum sempurna banget pastinya, namanya juga masih belajar nge-review ya..harap maklum :-) .
Ada yang mau ajari saya cara mereview buku yang bagus, benar dan enak dibaca ?
[Buku] - Gedoran Depok
Ini dia bukunya. Judulnya Gedoran Depok, pengarangnya Wenri Wanhar.
Buku setebal 234 halaman ini terdiri dari tiga babak. Babak pertama berisi tentang Depok sebagai Daerah Istimewa di Era Hindia Belanda. Babak kedua berisi tentang tentang situasi di Depok paska proklamasi kemerdekaan Indonesia. Sedangkan babak ketiga berisi tentang Depok yang menjadi basis kekuatan perlawanan kaum kolonial.
Depok di Masa pendudukan VOC (1602-1811)
24 Januari 1674 Cornelis Chastelein yang lahir 10 Agustus 1657 berlayar selama 223 hari dari Belanda ke Oos Indie ( Indonesia). Cornelis bekerja sebagai Book Houder VOC dan termasuk orang VOC generasi awal. Tahun 1693 Cornelis mengundurkan diri dari VOC kemudian membeli beberapa bidang tanah, di Senen, Bungur, Kwitang , Kwini dan sekitarnya. Bahkan Cornelis juga membangun kebun binatang pertama di Oost Indie di daerah Cikini. 15 Oktober 1695 Cornelis makin memperluas tanahnya, dia membeli tanah-tanah di daerah Sringsing ( Lenteng Agung skrng) dan terus diperluas sampai wilayah Depok. Untuk menggarap tanah diwilayah Depok maka Cornelis membeli budak-budak dari Sulawesi, Kalimantan, Bali dan Timor.
Tahun 1696 Cornelis menjanjikan tanah kepada seluruh budaknya dan membebaskan dari perbudakan apabila bersedia memeluk agama yang dianutnya. Dari 150 orang budak, 120 rang bersedia. Dan Kemudian Cornelis membagi budak-budak itu dalam 12 Marga. 28 Juni 1714 Cornelis wafat dan meninggalkan surat wasiat berisi pembagian harta warisan kepada 12 marga yang pernah menjadi pekerjanya.
Depok di Era Hindia Belanda (1816-1942)
Para mantan pekerja Cornelis yang beranak pinak inilah yang sering disebut Belanda Depok, karena pemukiman yang menyerupai kota kecil di Eropa, gaya hidupnya juga serupa dengan orang Eropa, baik soal makanan, pendidikan dan pergaulannya. Kendati berjulukan Belanda Depok namun paras mereka bukan berparas bule karena mereka keturunan dari mantan budak Cornelis. Para mantan budak ini juga membentuk tatanan dan pemerintahan sendiri di Depok. Tatanan pemerintaahan Depok pada masa itu di susun oleh Advokat Belanda dengan pengaturan bercorak republik dengan presiden pertamanya G. Jonathans dan MF Jonathans sebagai sekretarisnya. Presiden dipilih berdasarkan pemungutan suara terbanyak setiap 3 tahun sekali. Istana Presiden Depok berdiri kokoh sampai sekarang yaitu rumah tua di Jl Pemuda No. 11 Kel Depok Kec. Pancoran Mas. Presiden dibantu sekretaris, komisaris dan tukang kontrol yang akan memberikan laporan kepada presiden bila ada masalah di wilayah Depok. Sistem Pembagian hasil tani dan pajak juga diatur oleh Presiden Depok.
Peristiwa Gedoran Depok, Tole Iskandar & Margonda
5 Maret 1942 Batavia diumumkan sebagai kota terbuka oleh pihak Belanda, artinya kota ini tidak akan dipertahankan oleh Belanda. Maka tentara Jepang langsung menduduki Buitenzorg (Bogor). Akibatnya kekuasaan Presiden Depok juga sudah tidak ada lagi, seluruh pajak hasil bumi diambil oleh Jepang. Depok relatif aman pada masa kekuasaan Jepang namun kemudian bergejolak setelah 17 Agustus 1945. Dimana-mana muncul pemberontakan dan pembelotan anggota PETA termasuk juga di Depok mereka membentuk AMRI ( Angkatan Muda Rep Indonesia) dibawah kepemimpinan Margonda , Laskar21 dibawah pimpinan Tole Iskandar,Pertahanan Daerah dibawah pimpinan Nisin Manyir dan Sengkud dan sebagianya.
7 Okotober 1945, terjadi kericuhan di Depok, Penduduk setempat memboikot orng Eropa termasuk orang yang dinilai menjadi kaki tangan Belanda. Mereka menghalangi orang Eropa membeli kebtuhan sehari-hari. Besoknya, segerombolan yang ebrsenjata bambu runcing mermpok lima keluarga kaki tangan Belanda dan menjarah semua barang kekayaannya. Besoknya lagi gudang koperasi tempat penyimpanan bahan pangan dijarah sekelompok gelandangan. Polisi pemerintah RI yang mengetahui peristiwa itu tak melakukan tindakan apa-apa selain berdiri menontonnya. Besoknya lagi tgl 11 Oktober 1945, sekitar 4000 orang datang ke Depok. Gerombolan itu bebas merampok dan mengobrak-abrik rumah-rumah dan mengusir penghuninya terutama penduduk Kristen Eropa. Para korban sulit mencari perlindungan karena lari ke hutanpun keselamatan mereka tak terjamin karena di hutan juga banyak perampok yang mengambil harta benda mereka. Opa Yoti salah satu saksi sejarah yang masih hidup mengatakan "kejadiannya ada sedikit kemiripan dengan peristiwa kerusuhan 1998, dimana banyak toko-toko bertuliskan MILIK PRIBUMI, waktu gedoran Depok meletus, beberapa orang Depok ada yang mengamankan diri di rumah jongosnya atau berlindung di rumah orang-orang kampung di luar Depok" .
Salah satu dari beberapa kelompok yang meyerang pemukiman Belanda pada peristiwa Gedoran Depok itu adalah Laskar21 pimpinan Tole Iskandar. 16 November 1945, para pemuda termasuk Margonda salah satunya yang melakukan serangan kilat untuk merebut kembali Depok dari tangan NICA , serangan ini kelabakan banyak korban dari pihak NICA berjatuhan karena tidak paham medan.
Lalu,kapan dan bagaimana Tole Iskandar dan Margonda gugur ? bagaimana keadaan eks laskar rakyat setelah Margoda dan Tole Iskandar gugur ? Beli aja deh bukunya, di buku ini diceritakan lebih detil lagi tentang Tole Iskandar, Margonda dan pejuang Depok lainnya yang namanya diabadikan menjadi beberapa nama jalan di Depok, bagaimana sepak terjang anggota gerombolan bambu runcing, apa penyebab terjadi perselisihan antar esk anggota laskar, mengapa ada perebutan wanita idaman dan banyak cerita menarik yang tak saya ceritakan di sini termasuk mengapa ada orang Depok tak suka disebut Belanda Depok.
Penulisan buku ini juga menarik karena banyak wawancara langsung dengan saksi sejarah gedoran depok ,anak presiden terakhir Depok, juga mantan anggota laskar, jadi dari obrolan saksi peristiwa bisa kita bayangkan kejadiannya. Beberapa dokumentasi foto maupun dokumen-dukumen berbahasa belanda yang sudah diterjemahkan juga membuat isi buku ini lebih detil dan mempermudah membayangkan kondisi masa lalu dan sekarang.
Yang pasti setelah baca buku saya ini dan melihat satu lembar poster selipan di dalam buku ini saya bergumam
" ternyata Margonda itu beda tipislah gantengnya dari Daan Mogot lho.. "

Friday, December 30, 2011
Baca Buku 2011
Ini buku-buku yang sudah saya baca di thn 2011 ini, beberapa diantaranya buku bikinan teman MP, teman milis dan teman kompasiana. Pokoe saya itu seneng kalau ada teman yang sudah berhasil nulis buku, kalau saya tahu dan tertarik pasti saya beli langsung ke orangnya, karena saya suka mengkoleksi tanda tangan si pengarang buku.
Ini dia buku yang sudah saya baca, cuma 5 yang sempat saya share di MP ttng buku-buku ini.


1. Percintaan Bung Karno dng anak SMA
2. Habibi dan Ainun
3. a cup of tea for single mom,Lygia Nostalina
4. Srondol Gayus ke Itali
5. Belahan Jiwa , Rosihan Anwar
6. Kuantar Ke Gerbang , Ramadhan KH
7. Blackbook, Winda Krisnadefa
8. Willy Flarkies, Satrio Wibowo (masih ngutang janji sama Mbak Yeni ibunya Bowo untuk nulis kesan2 buku ini nih)
9. Madame Kalinyamat, Zhaenal Fanani
10. Presiden Prawiranegara, Akmal Naseri Fanani
11. Rembulan Tenggelam di Wajahmu, Tere Liye
12. Putri , Putu Wijaya
13. Seni Merayakan Hidup Yang Sulit, Julianto Simanjuntak
14. Maluku Kobaran Cintaku, Ratna Sarumpaet
15. Relawan Merapi, Anazkia dkk
16. Serdadu Afrika di Hindia Belanda, Ineke Van Kessel
17-19 Untuk Negeriku, Bung Hatta (3 seri)
20. Indonesia Mengajar
21. Gedoran Depok, Wenri Wanhar
Tahun depan, mudah-mudahan bisa baca buku lebih banyak lagi, teman-teman MP yang sudah bikin buku, yang mau kasih linknya ke saya juga boleh..
Lalu kapan saya sendiri biikin buku ? aaahhh ngimpi, nulis aja masih belepotan.
*200-1 horeee..*
Sunday, December 18, 2011
Indonesia Mengajar
| Rating: | |
| Category: | Books |
| Genre: | Nonfiction |
| Author: | Bentang Pustaka |
Terus terang, sejak diluncurkannya program Indonesia Mengajar oleh Pak Anies, rasa kagum, salut dan bangga terhadap programnya juga para pengajar muda tak pernah lekang dalam diri saya, salut dan bangga masih banyak anak muda yang peduli dan terpanggil untuk berbakti pada negeri.
Membaca buku ini satu demi satu kisah-kisah yang dituturkan para pengajar muda mebuat saya tersenyum, haru,bangga dan kian salut kepada anak - anak muda yang mayoritas pintar dan berprestasi ( saya lihat dari biografi pengajar muda di halaman belakang buku ini) mampu menyiasati kendala berhadapan dengan anak-anak didiknya yang beragam sifat dan karakternya. Saya salut kepada Mbak Yunita Ekasari Bahrun, PM di Tulang Bawang Barat yang kesulitan mengajarkan perkalian untuk anak kelas 2 SD dan kemudian mampu membuat anak-anak itu justru semangat dan meminta terus pelajaran perkalian. Saya juga kagum kepada Mbak Sekar Arum PM Majene yang memberikan semangat kepada anak-anak untuk bisa bertemu dan dengan pembesar negeri Presiden dan Wapres RI yang tak pernah mereka temui dengan cara kompetisi menulis surat, hingga akhirnya salah seorang muridnya Satriana berkesempatan bertemu dan mewawancarai langsung Pak Budiono Wapres kita dalam satu kesempatan.
Para pengajar Muda, saya percaya mereka orang muda pilihan yang tangguh, ketulusan mereka terbukti juga pada cerita salah satu PM di buku ini, Mas Yuriza Primantara Sarjana Teknik ITB, PM di Tulang Bawang Barat yang mengalami pergolakan batin karena "hanya" ditugaskan sebagai guru olah raga oleh kepala sekolah tempatnya mengajar, namun berkat ketulusan dan prinsipnya " saya datang untuk menjadi pencerah bukan pesakitan" semua berakhir manis. Dan..masih banyak lagi kisah para PM yang mengharu biru, kocak,mencerahkan di buku ini.
Dibagian terakhir buku ini, saya melihat peta penempatan PM yang kebanyakan di pelosok,pinggir pantai dan ujung pulau di kepulauan Indonesia. Mereka saudara kita yang punya hak yang sama, mendapat pengajaran. Semoga buku ini makin banyak menyentuh orang muda yang peduli dengan pendidikan anak bangsa yang berada di sana. Keterlibatan dan kehadiran mereka di sana terbukti membuka cakrawala berpikir baru bagi anak-anak, guru-guru dan penduduk setempat.
Sekali lagi, salut, dan aprresiasi yang tinggi dari saya buat Pak Anies Baswedan dan para Pengajar Muda atas baktinya pada negeri. Cuma ada satu pertanyaan yang belum saya tahu jawabannya. Para PM di buku ini kenapa semuanya lulusan perguruan tinggi negeri ya, tidak adakah orang muda lulusan universitas swasta yang terpanggil dan lulus jadi PM ?
Saturday, April 23, 2011
Meme Book, aduuuh susahnya Ternyata
Sebetulnya ini Meme yang menurut saya paling mudah diikuti dibanding meme-meme sebelumnya, tapi tetep aja ternyata susaaaaah sekali bagi saya menuliskan atau tepatnya mendefinisikan dan memilih buku mana yang cocok dengan meme ini dari sekian buku koleksi saya yang di simpan di lemari buku saya ( bukan lemari untuk buku yg rencananya di jual atau di berikan ke orang yang mau baca).
Iseng-iseng saya lihat-lihat lagi koleksi buku saya berikut yg gak di jual
Dan ini yang rencana di jual
Dari koleksi2 buku saya, saya coba cari-cari, buku mana saja yang kira-kira masuk ke katagori meme ini
Day 01 – The best book you read last year -- Hotel Prodeo Remy Silado
Day 02 – A book that you’ve read more than 3 times -- Mangir Pramudya A Toer
Day 03 – Your favorite series --> Laskar Pelangi, Pak Beye, Tere Liye edisi anak mamak
Day 04 – Favorite book of your favorite series --- ?? Laskar Pelangi
Day 05 – A book that makes you happy -- Beny Mice pastinya
Day 06 – A book that makes you sad -- Kite Runner ( udah di jual )
Day 07 – Most underrated book
Day 08 – Most overrated book
Day 09 – A book you thought you wouldn’t like but ended up loving
Day 10 – Favorite classic book -- Max Havelar
Day 11 – A book you hated -- Honeymoon with my Brother
dan buku2 yang ini nihhhh..sudah cape bacanya hahahaha
Day 12 – A book you used to love but don’t anymore
Day 13 – Your favorite writer -- Om Pram lah..
Day 14 – Favorite book of your favorite writer -- Gadis Pantai
Day 15 – Favorite male character
Day 16 – Favorite female character
Day 17 – Favorite quote from your favorite book -- Banyak di buku Soe Hok Gie
Day 18 – A book that disappointed you
Day 19 – Favorite book turned into a movie -- Laskar Pelangi, Sang Pencerah
Day 20 – Favorite romance book -- Habibie & Ainun
Day 21 – Favorite book from your childhood -- Si Badung Enyd Bliton
Day 22 – Favorite book you own
Day 23 – A book you wanted to read for a long time but still haven’t -- Tuuh so Jodi Picoult
Day 24 – A book that you wish more people would’ve read -- Tahta Untuk Rakyat
Day 25 – A character who you can relate to the most -- gak ada kayaknya
Day 26 – A book that changed your opinion about something -- Berfikir dan berjiwa Besar
Day 27 – The most surprising plot twist or ending
Day 28 – Favorite title -- Ranah 3 Warna ( Indonesia banget 0
Day 29 – A book everyone hated but you liked -- gak ada
Day 30 – Your favorite book of all time -- Semua Buku Om Pram
Gak aci ya meme begini caranya hehehe
Thursday, January 13, 2011
Habibie & Ainun
Saturday, August 21, 2010
Upil yang berjasa
Selain sang upil yang berjasa bagi tubuh kita, kotoran telinga juga menjadi malaikat pelindung bagi telinga kita lho, sebabnya apa ? Karena sama seperti upil, kotoran telinga juga dapat menempelkan zat berbahaya seperti bakteri atau debu yang akan masuk ke dalam telinga.
Selain itu kotoran telinga juga mengandung zat kimia yang membunuh bakteri sehingga mencegah telinga terinspeksi bakteri.
Pernah merasa geli di sekitar alis pada waktu malam ? tahukah sebabnya kenapa ?
Itu karena ada tuma atau tungau yang menempel di alis dan menggali pori2 bulu alis kita. Dan menjelang malam mereka keluar untuk pelesiran atau bahkan melakukan perkawinan. Jadi bisa di bayangkan ketika mereka berpesta di atas alis kita.
Mau tahu juga tentang cacing pita yang kalau di sambung2 bisa 9m panjangnya ? atau mau tahu tentang apa gunanya kentut, mengapa muntah terjadi dan apa penyebab bau kaki ?
Coba baca buku ini
Sebetulnya Noni teman saya beberapa bulan lalu pernah manawarkan buku ini di milis, tapi berhubung saya yang sepertinya akan gagal jadi dokter (sehingga kemudian memutuskan bersekolah di bidang informatika ) agak ragu2 membeli buku ini, jangankan baca dan lihat2 yang jorok,mendengar orang berdahak saja selera makan saya bisa langsung lenyap.
Tapi ketika minggu lalu ke gramedia, Seno & Della melihat buku ini, justru mereka tertarik dengan buku ini karena ilustrasi bukunya yang lucu seperti komik kesukaan mereka.
Dan ternyata mereka pun ( t erutama Seno) tertawa-tawa ketika membacanya.
Itu yang membuat saya penasaran hingga akhirnya dengan mengenyahkan segala rasa mual saya coba baca buku ini, lho ternyata buku ini gak ada joroknya sama sekali. Malah saya dapat pengetahuan baru yang selama ini belum pernah di ajarkan ketika saya bersekolah.
Jadi, buat yang penasaran dengan buku ini, pertimbangkan juga dengan daya tahan anda ketika akan mulai baca buku ini. Dan buat yang sudah terbiasa jorok dan penasaran juga apakah kejorokannya akan di lanjutkan, silahkan baca buku ini. Saya jamin, setelah baca buku ini anda akan lebih sayang kepada upil anda dan tidak akan membuangnya dengan semena-mena seperti menempelkan di bawah meja atau di dinding dengan diam2 tapi pasti anda akan membuang upil anda dengan terhormat.
*hueeeekkkk *
Saturday, August 14, 2010
Hotel Pro Deo
| Rating: | |
| Category: | Books |
| Genre: | History |
| Author: | Remy Sylado |
Tapi berhubung waktu itu diskon 30% di Gramed Central Park, maka jadilah buku ini masuk ke keranjang belanja saya bersama beberapa buku lainnya.
Kenapa tertarik dengan buku ini ? selain judulnya yang agak2 bikin penasaran juga karena penasaran dengan tebalnya itu, seperti tantangan untuk menaklukan membacanya.
Jadi isi buku ini menceritakan ( ceritanya ) bersetting kejadian tahun 98-an menjelang akhir era Orde Baru.
Berkisah tentang kehidupan rumah tangga Kombes DB Darsana (DBD) dan Bu Intan istri keduanya , anak tiri DBD yang bernama Marc. Juga cerita tentang perselingkuhan DBD dengan Jeng Retno istri mantan seorang bankir terkemuka yang di nusakambangankan karena terpidana korupsi.
Juga pertemanan DBD yang ahli masalah cina dengan seorang pengusaha bernama James Wijaya.
Cerita di mulai dari ketidak sukaan DBD terhadap Marc yang dianggap kurang ajar terhadapnya dan DBD merekayasa kematian Marc dengan melibatkan beberapa orang antek2anya bahkan pacar Mark juga, dengan berbagai cara yang keji namun dengan skenario rapi khas seorang yang terlatih di kepolisian.
Bukan cuma merekayasa kematian Marc, DBD juga merekayasa apapun yang dia mau dengan menghalalkan segala cara, mengatur rekayasa pengadilan, melakukan penipuan dalam bisnis tanah dengan mengatur kematian pemilik tanah, menganiyaya selingkuhannya, membunuh antek2nya yang dianggap berbahaya dan menguburkannya di dalam rumah rahasianya juga diam2 mendalangi pembantaian keluarga James Wijaya dengan mendompleng dalam kerusuhan Cina 1998.
Dan setelah akhirnya Orde Baru runtuh, DDB sang kombes yang tidak pernah naik pangkat lagi dan sebelumnya duduk di kursi parlemen, dengan dihapuskannya TNI dan Polri dari Parlemen maka DBD pun di bebas tugaskan.
Masa2 inilah akhir dari kekuasaan sang mantan kombes, nasibnya kian terpuruk ketika akhirnya Ibu Intan istrinya yang sangat percaya bahwa DBD terlibat pada kematian Marc terus berusaha untuk membawa DBD ke pengadilan dengan di bantu sorang pengacara cemerlah Juminah.
Pada sidang pengadilan inilah satu persatu kejahatan DBD terbongkar berkat saksi2 yang semula adalah orang kepercayaannya kemudian berubah menjadi saksi yang memberatkan sampai kemudian DBD pun menikmati hidup di hotel prodeo Nusakambangan hingga akhir ajalnya yang tragis, dibunuh dengan skenario yang sama persis dengan skenario yang pernah dia buat untuk membunuh suami Jeng Retno di Nusakambangan.
------------
Remy Sylado ternyata memang piawai mendekatkan pembaca dengan tokoh2 yang ada di buku ini dengan ciri khasnya masing2 membuat pembaca seakan2 hapal apa pembicaraan selanjutnya tokoh ini. Seperti Jeng Retno yang suka sekali mencampurkan kalimat2 bahasa Inggris dalam percakapannya, Hutami pembantu Ibu Intan yang sering membolak balikkan peribahasa.
Dan yang membuat saya berkesan dengan novel ini, karena novel ini di buat ketika saya pun mengalami masa2 dalam novel ini. Dan saya mencoba mengkait2kan tokoh2 dalam cerita ini dengan tokoh yang real yang pernah ada di negeri ini.
jadi kebayang aja kira2 ini real, siapa Iskandar suami jeng Retno, siapa James Wijaya, Siapa Luhut pengacara yang rambutnya berwarna dan senang sok akrab dengan seseorang dengan menyebutnya Daeng.
Kalau masih jaman Orba, mungkin novel ini gak boleh terbit kali ya...serem gitu nyerempet2
Thursday, July 8, 2010
bukOleh-oleh dari JBF
Jakarta Book Fair 2010 kali ini menghadirkan 160 stan yang terdiri dari berbagai penerbit. Beberapa penerbit yang turut berpartisipasi adalah Kompas Media Pustaka, Kepustakaan Populer Gramedia (KPG), Elex Media Komputindo, Mizan, dan Femina Group.
Banyak buku2 murah dan diskon yang gede lho..mizan aja diskon sampai 70%. di stand lain berbagai jenis buku di jual dari yang 3 buah Rp.10.000 sampai dengan yg satuan mulai dr rp 5000,10.000.15.000.20.000 dst.. sampe bingung milihnya.
yang suka komik., ada juga stan yang menjual khusus komik dengan harga rp.5000 per pak isi (3). gile murah banget, sayang saya bukan pencinta komik.
Hari Minggu lalu saya bersama suami dan anak2 ke sana. ruameee.. krn barengan dengan sirkus, festival jajan bango, pameran bangunan dan bobo fair.
Jadi lihat pameran buku cuma sekedar noleh , lihat2 sebentar, mampir sebentar,gitu aja.
Belum lagi Della yang sudah pengen cepat2 ke Bobo fair dan Bapa Seno yang pengen segera ke pameran building.
Akhirnya, saya cuma sempat beli 1 buku Andrea Hirata Cinta.
Bapa Seno beli komik wayang,
seno beli 1 majalah senjata dan asterix, Della ?? Upin Ipin lagiii.. Upin ipin lagi..
Oh ya di sana juga ada bioskop mini 4 Dimensi lho. Harga tiketnya 20 ribu per orang dengan durasi film 20 menit. Tapi berhubung kemarin yang antri banyak, saya rayu anak2 dr pada antri nonton bioskop ini mending langsung ke Bobo Fair aja. yuukkk.
Karena merasa kurang puas menikmati JBF kemarin minggu, akhirnya kemarin rabu sepulang saya dari satu tempat, saya mampir lagi ke JBF.
Ke JBF di hari kerja lebih asik dari pada di hari libur karena lebih sepi dan kita lebih nyaman untuk lihat2 lebih lama dari satu stand ke stand lain.
Dan pastinya saya akan lebih lama di stand Pasar Buku langka.
Di tempat ini, saya dapat 2 buku yang sudah lama saya cari2. yaitu Keluarga Gerilja ( Pramudya Anantha Toer) dan Tahta untuk Rakyat ( Sri Sultan Hamengkubuwono IX) .
Tahun lalu saya cari di stand ini buku ini belum ada.. tp mahal euy harganya, mentang2 langka. makin langka itu buku makin mahal hiks.. sampe melas2 saya nawarnya.
jadi hari ini saya bawa tambahan 4 buku lagi.
Yang besok mulai libur, monggo mampir.. jadwal acaranya silahkan lihat di sini
Wednesday, July 7, 2010
Alergi ternyata bisa mematikan, mau tau tentang Alergi ??
Ada buku tentang alergi judulnya "100 Questions & Answers: Alergi pada Anak" Penulis: Chairinniza K. Graha dan Penerbit: Elex Media (Gramedia Group)
Penderita penyakit alergi akhir-akhir ini makin meningkat. Alergi tidak hanya menyerang orang dewasa, tetapi juga anak-anak. Bahkan jumlah penderita alergi pada anak-anak semakin hari semakin bertambah. Sebuah studi internasional menunjukan bahwa sekitar 25–30 persen anak-anak mengidap alergi. Satu dari tiga bayi yang lahir diperkirakan memiliki peningkatan memiliki resiko alergi
Terjadinya alergi terkadang sangat misterius; muncul dengan tiba-tiba, datang dan pergi dengan segera. Bahkan, dapat bertahan dalam waktu lama. Alergi yang pada awalnya dianggap sepele, lama kelamaan ternyata dapat juga membahayakan tubuh, memicu timbulnya berbagai komplikasi penyakit, bahkan dapat mengancam jiwa.
Menurut para ahli, alergi itu dapat menyerang semua organ dan sistem tubuh manusia, baik yang berada di dalam tubuh, seperti organ-organ pernapasan maupun bagian luar tubuh, seperti kulit. Alergi yang menyerang anak-anak, selain mengganggu kenyamanan mereka, ternyata dapat pula menyebabkan gangguan pada tubuh kembang mereka.
Bagaimanakah menangani alergi pada anak? Mengapa anak saya bisa alergi? Apa yang harus saya lakukan dalam mengatasi alergi anak saya? Dan masih banyak lagi pertanyaan-pertanyaan para orangtua tentang masalah alergi pada anak-anak mereka.
Buku 100 Tanya-Jawab: Alergi pada Anak ini berisi banyak informasi tentang masalah yang sering dihadapi para orangtua yang memiliki anak penderita alergi. Bukan hanya dari segi medisnya, melainkan juga dari lingkungan hidup sehari-hari, mulai dari makanan, pola hidup, lingkungan, hingga kebersihan rumah yang sangat mempengaruhi timbulnya alergi pada tubuh anak. [*]
http://www.gatra.com/artikel.php?id=138436
------------
Note Icho : bukunya bagus, informatif sekali. Bahasanya juga tidak berbelit2 dan mudah di cerna.
Harga di Gramedia Rp. 44.800,-, jumlah halaman : 224.
Chairinniza K. Graha juga penulis buku "Keberhasilan Anak di Tangan Orangtua" dan "Terapi untuk Anak Asma" dan 1 bukku lagi ( in progres ) tentang kolesterol.
Monday, March 8, 2010
Kepergok Membaca
Dan sampai bulan Mei nanti coba2 juga candid orang yang lagi asik baca ah..
Ikutan yuukk.. foto2 partisipannya yang sudah ada juga lucu2 lho..
Bisa di lihat di sini .
Adapun ketentuan foto yang dikirimkan adalah sebagai berikut:
1. Tema foto adalah Kepergok Membaca.
2. Foto bisa diambil dari segala jenis kamera (Kamera HP, Pocket, SLR, DSLR, KLJ, Lomo, dll)
3. Jumlah dan warna foto bebas
4. Olah digital hanya diperkenankan sebatas kamar gelap (brightness dan contrast)
5. Menyertakan formulir pengumpulan 1000 Foto Kepergok Membaca yang telah diisi (formulir dapat diunduh di www.worldbookdayindonesia.org)
6. Foto dikirimkan dalam bentuk .jpeg ke worldbookdayindonesia@gmail.com paling lambat tanggal 30 Maret 2010.
Kampanye 1000 Foto Kepergok Membaca bukanlah kompetisi, melainkan sebuah festival atau perayaan partisipatif yang bersifat non-komersil. 1000 Foto Kepergok Membaca akan ditampilkan online. Bersama dengan Lembaga Pendidikan Jurnalistik Antara, kami akan memilih 100 Foto paling inspiratif untuk dipamerkan di ruang-ruang publik. 100 Foto tersebut juga akan dibukukan dalam buku 100 Foto Kepergok Membaca.
Panitia tidak memungut biaya dalam program ini. Dengan mengirimkan foto dan formulir, maka peserta telah menjamin tidak ada pelanggaran hak cipta atas karya yang dikirimkan. Panitia berhak menggunakan foto-foto tersebut dalam seluruh kegiatan Kampanye 1000 Foto Kepergok Membaca. Panitia akan melakukan koordinasi dengan peserta untuk kepentingan penggunaan tersebut. Gugatan atas hak cipta foto yang dikirimkan merupakan tanggungjawab peserta.
Informasi lebih lengkap tentang acara ini coba lihat di websitenya worldbookdayindonesia.
Ini sedikit koleksi yang saya punya.
Wednesday, January 27, 2010
Doorstoot naar Djokja
Buku yang baru di luncurkan penulis buku terkemuka Julius Pour pada hari Senin (21/12) di Hotel Santika, akhirnya selesai saya baca dalam waktu 2 minggu sejak membelinya.
Itu aja juga gak tiap malam saya baca karena capek setelah baca buku itu malam2 dan terbawa mimpi bertemu Jendral Sudirman untuk diajak perang gerilya, jadi buku ini saya baca pagi hari menjelang berangkat ke kantor sambil nunggu suami saya yang belum siap, atau sambil makan malam dan menunggu anak2 belajar.
Eh iya, judul bukunya Doorstoot naar Djokja .
Saya pikir artinya adalah Pertikaian Pemimpin Sipil-Militer seperti yang tertulis di buku tersebut . Tapi kalau diartikan di google translate artinya "Penetrasi ke Jogja" . Penetrasi menurut wikipedia artinya masuknya sebuah benda ke dalam suatu media. Jadi Doorstoot naar Djokja kira2 artinya masuknya Belanda ke Jogja, kira2 begitulah artinya )
Dalam buku setebal 437 halaman itu, Banyak kisah menarik dan yang saya tidak ketahui sebelumnya ( karena kurang baca sejarah juga sih ), misalnya :
- Kisah tentang Sri Sultan HB IX yang secara mengejutkan menyumbangkan uang guldennya untuk para Ibu Fatmawati, Ibu Rahmi Hatta juga ke istri / keluarga yang suaminya di asingkan atau tepatnya di buang ke tahanan terpencil di luar pulau Jawa.
- Pak Dirman datang ke Istana Presiden tgl 19 Desembar ketika Belanda sudah mendarat di Maguwo, tapi di istana Pak Dirman hanya duduk di ruang tamu (tidak diajak rapat) dalam keadaan negara yang genting. Pak Dirman mengajak Presiden Sukarno untuk berangkat ke luar kota dan meninggalkan istana sambil melanjutkan perjuangan, namun sebaliknya Presiden Sukarno meminta Pak Dirman bersembunyi di dalam kota untuk berobat, Namun Pak Dirman menolaknya, sementara Presiden Sukarno, Bung Hatta dan yang lainnya bertahan di istana untuk berjuang memakai jalan diplomasi.
Berhasilkan jalan diplomasi dengan Belanda yang di lakukan Sukarno dan teman2nya ? ternyata tidak, Belanda sudah mengepung istana yang mengakibatkan bendera putih terpaksa di kibarkan.
Sejak itulah Sukarno, Hatta , Syahrir, Agoes Salim dan yang lainnya menjadi tawanan Belanda di istana dan kemudian di dibuang ke Bangka dan Brastagi.
Dari sinilah dimulainya perjuangan di sekitar Jogja, Solo termasuk periwtiwa SO 1 Maret yang membuat nama Kol. Suharto terkenal.
Baca buku ini, tidak salah jika tiba2 rasa nasionalisme dan semangat juang saya timbul. Bangga terhadap pejuang2 di masa lalu dengan siasat perang gerilyanya, lucu juga baca tentang Belanda yang terkecoh tidak menemukan persembunyian Pak Dirman, geram dan sebel sama Belanda yang licik dan gak tahu malu membohongi PBB.
Oh iya ada pertanyaan yang saya belum dapat jawabnya, apa betul Sutan Syahrir itu berhianat ? karena mau diajak berunding Belanda, dan setelah berunding beiau di bebaskan dari tahanan Brastagi.
Di akhir cerita buku ini, di ceritakan akhirnya hubungan Presiden Sukarno dan Pak Dirman yang semula renggang sejak kejadian pra istana di serbu Belanda, akhirnya mencair ketika Presiden Sukarno akan kembali memerintah negara di Jakarta. Pak Dirman yang di kirimi surat beberapa kali oleh Presiden Sukarno, akhirnya mau membalas suratnya dan langsung di berikan oleh pengawalnya kepada Sukarno di menit-menit terakhir menjelang keberangkatan ke Jakarta dan langsung di balas oleh Sukarno saat itu juga.
Itulah surat terakhir Presiden Sukarno kepada Jendral Sudirman karena pada tanggal 29 Januari 1949, Jendral Sudirman meninggal dunia sebelum sempat Presiden Sukarno mengirimkan cendera mata permintaan Jendral Sudirman di surat terakhirnya..cendera mata sebuah pipa dari saing ikan duyung ...
(*Icho membayangkan Jendral Sudirman merokok menggunakan pipa saing ikan duyung*)
Sunday, November 8, 2009
Kisah Paman Gober [1]
Silsilah keluarga Gober di mulai dari Bangsawaan Robin bebek yang memiliki lratusan hektar tanah dan sebuah kastil megah di daerah Dismall Down Skotlandia.
Gober bebek adalah turunan ke 3 Dari Robin bebek. Ayahnya bernama Pergus Bebek dan Ibunya bernama Klemen Bebek.
Gober memiliki saudara Matilda dan Hortensia. Hortensia menikah dengen Kweker bebek dan memiliki anak Donald bebek dan Dumbela bebek. Dumbela menikah dengan seseorang dan punya anak Kwik Kwak dan Kwek.
Desi Bebek , bebek betina yang selalu menjadi incaran Donal asal usulnya tidak jelas, ayah ibunya siapa tidak di ceritakan disini, namun pesaing Donald yaitu Agus Angsa adalah anak dari Anprul dan Arkibal Angsa.
Angus bebek adalah keturunan ke 4 dari klan keluarga Kornelis Prul
Gober menjadi kaya saat ini adalah buah hasil kerja kerasnya sejak berumur 10 tahun.
Saat Gober berumur 10 tahun, ayahnya Pergus sangat ingin anaknya menjadi orang yang berhasil, itu sebabnya Pergus berusaha melatih Gober bekerja.
Pekerjaan pertama Gober adalah menyemir sepatu. Pelanggan pertamanya (meskipun itu hasil rekayasa Pergus ) adalah seorang kuli penggali parit yang sepatunya sangat kotor. Pergus sengaja merekayasa itu, dia ingin melihat apakah anaknya berhasil menyelesaikan pekerjaan pertamanya.
Dengan usaha dan kerja kerasnya Gober berhasil penyelesaikan pekerjaan pertama menyemir septu pelanggannya ( meskipun pada saat setelah menyelesaikan semir sepatu penggali parit tersebut Gober langsung pingsan karena kelelahan ), Namun Gober senang karena mendapat upah kepingan uang pertamanya.
Tapi sayangnya uang tersebut bukan uang Skotlandia,tapi uang Amerika. Gober yang semula sangat semangat menerima upah pertamanya, kemudian sadar bahwa dia ditipu. Gober sadar dan mendapatkan pelajaran yang berharga bahwa hidup harus diisi kerja keras dan selalu ada penipu yang mengakalinya dan itu harus di waspadai,tapi Gober tetap menyimpan kepingan uang Amerika pertama yang diperolehnya.
Usaha semir sepatu goberpun meningkat dengan pesat, Gober yang semula hanya punya satu kotak alat penyemir sepatu sekarang sudah memiliki alat yang semakin bagus dan pelanggan yang banyak. Gober juga merambah usaha lainnya dengan menjual kayu bakar keliling, kemudian juga menjual tanah batangan untuk bahan bakar. Semua usaha yang dilakukan Gober berkembang pesat.
Meskipun telah berhasil di Skotlandia, kepingan uang Amerika yang disimpan dan selalu di lihat Gober sebagai penyemangatnya membuat keinginan Gober pergi ke Amerika untuk mengadu nasib semakin kuat.
Akhinya dengan cara bekerja sebagai pelayan di sebuah kapal uap Gober berlayar ke Amerika.
Gober berhasil ke New Orleans, kemudian ke Mississipi sambil berusaha terus mencari pamannya Angus bebek yang bekerja sebagai pelaut juga.
Singkat cerita, akhirnya Gober menemukan pamannya di sebuah tempat perjudian, saat itu Angus bebek memenangkan sebuah kapal uap Dilly Dolar yang dijadikan taruhan pihak lawannya bermain judi.
Dengan kapal Dilly Dolar, Angus dan Gober berlayar mencari harta karun yang di simpan di sebuah kapal yang tenggelam di perairan Mississipi. Di kapal itulah dulu Angus bekerja sebagai pelayan.
Dalam pencarian harta karun tersebut, Angus dan Gober mendapat halangan dari keturunan gerombolan siberat yang berhasil mencuri dengar kepergian Angus dan Gober.
Gerombolan siberat berhasil di tangkap , Angus dan Gober berhasil menemukan harta karun tersebut dan mengembalikannya pada pemerintah, Gober pun belajar berlayar dari pamannya Angus selama dua tahun. Setelah 2 tahun Gober membeli kapal Dilli Doral dengan sangat murah dari Angus. Angus kemudian pensiun dari pelayaran dan mengisi hari-harinya dengan menjadi penulis novel.
Selanjutnya, Gober menjadi pelayar di perairan Mississipi untuk mengangkut barang2 baik emas maupun lainnya. Sampai suatu hari ketika Gober sedang melakukan pelayaran mengangkut emas dari Bank kota Weevil, Gober kembali tertipu gerombolan siberat yang menyerang kapalnya.
Gerombolan siberat berhasil meledakkan kapal Gober. Hari-hari Gober berlayar di kapalpun selesai dan Gober memluai lagi dari awal menjadi pekerja sebagai petugas batu bara di sebuah kapal sampai pada suatu saat Horace Greeley berjata bahwa Gober harus pergi ke Barat dan mencari peruntungan di sana.
Dengan menaiki kereta, Gober pergi menuju wilayah barat untuk mencari peruntungan.
Berhasilkah Gober mencari peruntungan di wilayah barat ???
Tunggu kisah selanjutnya...
Cerita di ambil dari buku Donald nya Della produksi Gramedia Pustaka
Gambarnya punya Dimas
Saturday, May 9, 2009
[RiBuk] Perjalanan Seorang Prajurit Para Komando (1)
Sebetulnya baca buku ini saya cuma mau tahu mengenai peristiwa santa cruz, pembebsan pesawat woyla dan dibalik peristiwa mei 98. Tapi dari buku ini ternyata banyak sekali tambahan info yang bisa saya dapat dan beberapa pengalaman Opung Sintong yang menarik yang membuat saya ooooo…. Ooooo begitu.. o.. begini….
Selain itu kan, ketika peluncuran bukunya menuai berbagai kontroversi terutama dari pihak yang bersinggungan dengan isi buku ini, apa sih yang bikin kontroversi, itu pertanyaan saya sebelum baca buku ini.
Sintong Hamonangan Panjaitan nama lengkap Jendral yang menjadi kepercayaan mantan Presiden BJ Habibie , Dalam bahasa Batak Sintong artinya “benar” dan Hamonangan berarti “menang” , Lahir di Tarutung dan putra ke 7 dari pasangan Simon Luther Panjaitan dan Elina Boru Siahaan. Sebetulnya tidak secara langsung test masuk Angkatan Darat,karena sebelumnya Sintong mendaftar di Angkatan Udara namun surat panggilan dari Angkatan Udara disembunyikan oleh ibunya, ternyatata Sintongpun lulus masuk AMN angkatan 1960.
Pengalamannya di AD berkisar pengalaman penumpasan pemberontakan Kahar Muzakar si Sulawesi, Operasi pembebasan pewasta Garuda yang di bajak di Bandara Don Muang Bangkok dan penumpasan gerilyawan Paraku di Kalimantan Utara.
Dari buku ini pula saya tahu bahwa Pemberontak Kahar Muzakar itu tertangkap di persembunyiannya hanya karena dia menyetel lagu ‘Terkenang Masa Lalu’ yang disiarkan oleh Radio Malaysia . dan suara lagu tersebut sayup sayup terdengar dari persembunyiannya di hutan dan terdengar oleh prajurit pengintai.
Ada cerita sedikit lucu pada peristiwa Perebutan RRI Pusat dimana Sintong ketika itu memimpin kompinya dalam perebutan kembali RRI Pusat yang ketika masa itu dikuasai oleh pihak anggota G30S/PKI . Sintong diperintahkan untuk membersihkan RRI dari anggota PKI dan ketika memberi laporan bahwa RRI sudah bersih tetapi Kolonel Sarwo Edhi yang memantau masih mendengar RRI masih mengudara meminta Sintong untuk kembali memeriksa orang yang masih ada di situ. Ternyata tape recorder yang berputar yang mengudara dan itu yang didengar oleh Kolonel Sarwo Edhi.
Masih Pada peristiwa ini Sintong sebetulnya masih menjadi siswa dasar si Pusat Penddikan Para Komando di Batujajar tapi kemudian ditarik menjadi sukarelawan Dwikora untuk membantu perjuangan revolusi rakyat Malaya, Singapura, Serawak dan Sabah untuk menggagalkan pembentukan Federasi Malaysia. Namun kemudian Sintong batal menjadi Sukarelawan Dwikora dan beralih ke operasi penumpasan pemberontakan G30S/PKI., Kompi Sintonglah yang menemukan sumur maut dimana para Jendral di buang setelah di bunuh oleh PKI.
Sintong yang pernah mengikuti pelatihan SAS (Special Air Service ) di angkatn Darat Kerajaan Inggris , dan pernh meninjau latihan antiteror di KCT Angkatan Dart Kerajaan Belanda. membuatkannya diikut sertakan dalam operasi melumpuhkan pembajak Woyla Melumpuhkan Pembajak DC-9 Woyla. Ternyata hanya cukup 3 menit untuk melumpuhkan pembajak tersebut, lebih cepat 3 menit dari waktu latihan. Cerita pembebasan pembajaknya seru, persis seperti di film-film, ada granat pembajak yang untungnya tidak meledak krn mencabut pen yg tidak sempurna dan kemudian ada juga pembajak ( Abu Sofyan ) yang pura2 berbaur dengan penumpang ketika diperkirakan pembajakan sudah selesai, namun akhirnya ketahuan dan ditembak ketika mencoba melarikan diri, dan akhir cerita semua pembajak tewas dan dari pihak Tim Antiteror yang meninggal capa Kirang dan captain Pilot Herman Rante yang meninggal di Rumah Sakit akibat tertembak pembajak.
Tahun 1985 LB Murdani yang ketika itu sebagai Pangab berencana mereorganisasi Kopasus yang ketika itu bernama kopassandha dan memperkecil kodam, tujuannya untuk menghemat anggaran belanja. Kopassandha l, Kodam dari 17 menjadi 10 kodam . Anggota baret merah dari 6644 di perkecil menjadi 3000 orang. Namun Sintong ketika itu melakukan pemaparan di Mabes ABRI bahwa reorganisasi di kopassandha justru akan menambah biaya besar lengkap dengan kalkulasinya dan konsekuensinya. Akhirnya pemaparan Sintongpun disetujui
Memakai baret merah adalah sebuah kebanggan bagi para prajurit AD. Maka ketika reorganisasi kopassandha yang menyebabkan setengah dari anggotanya berpindah ke kesatuan Kostrad atau Kodam, banyak prajurit yang tidak bersedia, kecewa dan marah karena kehormatan dan harga dirinya diinjak, ada yang desersi ada yang sedih ketika di ujung karier militernya justru harus menanggalkan baret merahnya.
Dan membaca peristiwa upacara penggantian baret membuat saya juga ikut larut dalam haru ketika para peserta upacara berlutut membuka baret merah dan mengganti dengan baret hijau dan menyimpan baret merah didalam baju mereka, saya ikut merasakan mereka sebetulnya tidak rela melepas baret merah kebanggaan hasil jerih payah setelah 9 bulan menempuh latihan komando yang berat. Tapi mereka tetap disiplin dan taat perintah dalam penunjukan penggantian baret ini. Sungguh sikap prajurit sejati.
Setelah perampingan angota kopassandha tersebut maka kopassandha berganti nama menjadi Kopassus. Tapi dalam perkembangannya pasukan kecil di kopasus tidak berumur panjang. Akhir tahun 1995 Kolonel Prabowo dilantik menjadi komandan Kopasus dan dinaikkan pangkatnya menjadi Brigjen dan kemudian tahun 1996 Prabowo naik pangkat kembali menjadi Mayjen karena beliau menjabat sebagai Danjen Kopassus. Jadi dalam waktu 8 bulan Prabowo mengalami kenaikan pangkat dua kali dalam jabatan yang sama. Dan Sintong mengutarakan kritik atas peristiwa itu setelah ia pensiun.
Mayjen TNI Sintong Panjaitan diangkat menjadi Pangdam Udayana tahun 1988. Pada masa menjadi Pangdam ini Sintong mengubah pola operasi Timor Timur dari operasi tempur menjadi operasi teritorial sebagai operasi pokok dengan memulihkan luka akibat operasi tempur, perbaikan kembali infrastruktur, menciptakan rasa kedamaian dikalangan masyarakat. Operasi territorial tersebut cukup berhasil sampai kemudian satu setengah tahun kemudian Presiden Suharto memutuskan bahwa Timor Timur menjadi daerah terbuka sama seperti daerah lainnya. Menurut Sintong keputusan Presiden Suharto terlalu tergesa-gesa karena membanjirnya para pendatang ke Timor Timur menimbulkan ketidak senangan penduduk asli terhadap kaum pendatang seperti Bugis dan Makasar yang dianggap sebagai kelompok penghisap darah baru dan menghambat kehidupan ekonomi mereka.
Pada masa Sintong menjadi Pangdam Udayana pula terjadi Peristiwa Santa Cruz yaitu peristiwa berdarah yang bermula dari demonstrasi yang mengandung unsur provokasi yang sudah direncakan sebelumnya oleh kelompok anti integrasi , meskipun terlihat sebagai prosesi peringatan dua minggu meninggalnya Sebastiao Gomez ( pihak anti integrasi yang berkelahi dengan pemuda pro intergrasi) dan kemudian demontrasi tersebut menjadi huru hara yang brutal dan banyak korban tewas dari pihak anti integrasi di pekuburan Santa Cruz. Menurut cerita buku ini pasukan anti huru hara pada saat itu tidak dilengkapi dengan perlengkapan PHH seperti masa demontrasi tahun 1998. Waktu itu pasukan tidak menggunakan tameng, tidak memakai helm dan rompi anti peluru,tidak dibekali peluru karet, bom gas air mata atau water cannon pasukan hanya mengandalkan senjata di tangan, sehingga secara psikologis hal itu yang merangsang terjadinya kecenderungan untuk menembak.
Insiden 12 Nov di Dili tersebutlah yang menyebabkan semua pemimpin atau pejabat yang terkait dengan operasi teritorial diganti termasuk Sintong yng harus menyerahkan jabatannya sebagai Pangdam Udayana.
Oh ya ada kejadian yang membuat saya berfikir bahwa mendahulukan tugas adalah lebih penting dari pada mendahulukan kepentingan atasan meskipun akibatnya membuat tidak disukai atasan. Ini sudah dibuktikan ketika Sintong lebih memilih barada di Dilli untuk operasi peretempuran di Gunung Matabean dari pada datang berkunjung ke Bali menghadiri peringatan ulan tahun pernikahan Presiden Suharto dan Ibu Tien. Akibatnya selanjutnta Presiden Suharto yang biasanya hangat jiga bertemu Sintong menjadi berpenampilan dingin.
Duh.. kepaanjangan deh cerita ringkasan buku nya.. sebtulnya masih banyak yang mau di ceritakan… antara lain dibalik penculikan aktivis dan peristiwa mei 1998, pengalaman Sintong sebagai staff ahli Habibie , Meristiwa di Markas Komando Kopasus ..
Tapi saya udah capek.. segini dulu deh.. beli aja buku nya, yang pasti seru punya deeeh
Thursday, August 21, 2008
Rahasia Meede
Sebenernya agak telat gw baca Novel Rahassia Meede ini, mengingat novel ini sebenernya terbit di september 2007. Di milis Batmus juga sempat di bicarakan beberapa waktu lalu, tapi sedikit telat gak apa2, yang penting gw belum baca ni buku yang sempat biking gue penasaran.
Kalau di ambil dari wiki , Novel ini adalah sebuah novel thriller berlatar belakang sejarah nusantara. Di Novel ini bercerita tentang perburuan harta karun peninggalan dari era VOC yang dilakukan oleh pihak Belanda maupun Indonesia. Alur Novel ini terjadi di Indonesia ( terutama Jakarta ) pada era Reformasi.
Baru 1/3 halaman buku gue baca, gue sudah bingung dan tersalut salut ( eh bukan EYD nih ), terkagum kagum dengan sang pengarang ES ITO . dan tambah terkagum kagum ternyata sang pengarang masih muda , kelahiran tahun 80-an . Gila se umur gitu sudah bisa menghasilkan karya bagus gini, tipis dan susah membedakan apakah ini jenis novel fiksi atau sejarah. ( ternyata di kolom ucapan terima kasih, Novel ini memang bercerita tentang real rejarah di Indonesia dengan data yang akurat dibarengi bumbu kisah petualangan ala detektif.
Pada saat membaca novel ini juga gue serasa kembali ke era reformasi sambil membayangkan kira kira siapa gerangan sang tokoh dalam novel itu dengan keadaan sebenarnya di masa itu.
Gue coba membayangkan Attar Malaka adalah si A, Batu Gultom si B, Parada Gultom si C, Rosihan Arsyad adalah si D dst deh , coba2 di reka2 se enak gue aja..(suudzon pisan .)
Membaca buku ini juga memperkaya pengalaman gue, gue jadi tahu bahwa setiap orang batak bertemu dengan sesama marganya, misalnya marganya 'Gultom' maka pertanyaan pertama adalah " Kau Gultom nomor berapa ? " tujuannya supaya bisa tahu harus memanggil apa diantara mereka, sungguh sebuah budaya yang unik dan menunjukkan serasa saling menghormati.
Baru selesai baca buku ini, malah bikin gue nyesel, kenapaaa tanggal awal bulan kemarin gak ikut ke Onrust bersama batmus.. krn ternyata di Pulau Onrust itulah harta karun VOC berada.
Poko'e ni novel emang bikin penasaran deh.. dahaga serasa terpuaskan setelah lama gak pernah melihat buku2 Pram lainnya... biar telat yang penting sempet baca..
Mau tau detil, search di mang gugel dengan kata kunci "Rahasia Meede" hasilnya banyak pisaaan., salah satunya ini aja deh :
http://kertasputih.wordpress.com/2007/09/20/resensi-novel-rahasia-meede-karya-es-ito/
Sunday, November 18, 2007
The out of blue itu..
Sabtu 16 Nov, 22.57 , Khatam sudah gue baca buku ke tiga dari tetraloginya Anddrea Hirata. Buku yang bikin penasaran gue sejak terbit..
Beruntung masih bisa di baca dengan cepat karena punya banyak waktu sejak Senin naik biskota.
Untuk seorang pemula, bakat si Ikal ini memang luar biasa, baru kali ini gue baca buku yang baru membaca 3 mozaiknya saja, gue pengen cepet baca buku berikutnya, tidak seperti gue baca Saman atau pun Larung.
Membaca Laskar Pelangi, membawa ingatan gue pada masa kecil, masa pertama masuk sekolah, masa pertama mendengarkan cerita “sang gembala “ yang di kisahkan dengan sangat menarik oleh Ibu Sukaesy..yang selalu mengakhiri ceritanya dengan lagu, dan lagu pertama dan selalu gue ingat adalah
“pandai bawakan diri..
Mencari teman..
Janganlah berbicara .. bila tak perlu..
Nasehat dari Ibu.. ingat selalu.. “.
Lagu yang mungkin asing bagi kebanyakan orang karena tidak diketahu siapa penciptanya, tapi buat gue lagu itu jadi semacam bekal dalam pergaulan gue.
Membaca Laskar Pelangi, membawa kenangan seorang sahabat di masa kuliah, Evie Yunita Balia orang pertama yang gue kenal di kampus, dan kita kemudian satu kost sampai lulus, satu kantor juga sampai kemudian gue terdampar di sini.
Saat Andrea menulis sekolah PN Timah, yang terbayang adalah teman gue yang berskolah di situ karena Pak Balia bapaknya pegawai di PN Timah, saat Andrea menceritakan parade drumband sekolah PN beraksi, gue seperti melihat Evie yang sedang memainkan aat musik itu, karena Evie pernah bercerita ekskulnya masa sekolah di Belitung…
Gak tahan dengan rasa rindu, gue telphon Ephot ( panggilan gue buat dia ), gue sesali ajakannya berlibur ke
Membaca kisah Ibunda Mus, terbayang Ibundanya Ephot yang juga guru yang ternyata saat ini hijrah ke
Ternyata… Laskar Pelangi menjadi penyambung tali silaturahmi..
Membaca “Sang Pemimpi” ,
Menjadikan penghiburan buat gue di saat gue merasa menjadi bukan siapa-siapa dan tidak ada apa-apanya. Membuat gue merasa di telanjangi Arai, karena bermimpipun gue tidak sanggup.
Membaca “Edensor”
Membuat gue juga pengen banget ke Edensor… J)
Monday, November 12, 2007
Koleksi Buku Pramoedya Anantha Tour
Semalem lagi ngerapihin buku-buku / novel koleksi
ke ingetan sudah lama juga gak hunting buku jadul ke Senen.Ternyata masih banyak juga koleksi yang belum gue punya.Ada yang mau bantu nyari buku2 yang belum saya punya ??