Saturday, January 7, 2012

Cadel

Baca postingan Dizna tentang Jibran yang sudah bisa mengucapkan namanya dengan benar, saya jadi ingat pengalaman masa kecil saya.

Saya juga pernah cadel. Jibran malah  lebih hebat dari saya, Jibran belum SD tapi sudah bisa mengucapkan huruf R, sementara saya baru bisa mengucapkan huruf R kelas 2 SD, itu juga setelah berlatih keras karena sering diledek teman kalau membaca atau berbicara. Belum lagi juga dimarahi ustad saat mengaji karena tidak sesuai lafadz.

Ketiga anak perempuan ibu saya memang cadel , ini agak aneh dan belum saya selidiki, kenapa yang cadel cuma anak perempuannya, sementara anak lelakinya normal-normal saja. Padahal ibu saya juga tidak cadel,lidah anak perempuan dan anak laki-laki ibu saya sama aja panjangnya. Katanya cadel bisa terjadi kalau salah satu atau kedua orang tuanya cadel. Bisa juga  terjadi karena faktor lingkungan yang membiasakan dan mengikuti gaya cadel anak, misalnya ketika anak minta susu, bilang "mama minta cucu", ibunya akan menanggapi dengan cadel juga, "cebental ya cayang,mama ambil cucunya duyu " Dan saya gak tahu apakah ibu saya duyu itut-itutan gaya cadel anaknya.  Tapi toh ibu saya juga yang melatih keras anaknya untuk tidak berbicara cadel, dengan cara sederhana menyebutkan beberapa kata yang mengandung  huruf R, yang paling top dan teringat berulang kali kami bertiga mengucapkan kata "ular melingkar dipinggir pagar pak umar". Selain itu kami juga diminta meniup balon kemudian setelah balon tertiup dikempesin lagi dan mengikuti desis balon rrrrrrrrrrrrrr...

Trik sederhana dari ibu saya berhasil, saya dan Ceu Oma lambat laun tidak cadel lagi sampai sekarang, tapi tidak dengan Ceu Ami. Sampai hari ini Ceu Ami masih cadel meski sama-sama berlatih, entah kenapa.

Kecadelan Ceu Ami, rupanya turun juga ke 4 anaknya ( Oka, Nila, Vina dan Jivi). Oka malah lebih parah cadelnya, saya lupa kelas 6 atau kelas 5 SD waktu Oka pesantren di Bogor, Oka suka berkirim surat ke mamanya, dan saya sempat baca dengan pusing kepala, karena Oka bukan hanya cadel bicara tapi juga cadel menulis . Cadel menulis gimana ? begini contohnya, saya ingat dari sebagian surat oka.

"Mama, Oka engga bisa purang duru ke lumah, kalena Oka besok ada plamuka. tapi pelut Oka sebeturnya sakit, Oka sudah minum pelomah berum sembuh juga, mau ijin pak gulu duru". 

Untunglah lambat laun Oka mulai bisa membedakan penggunaan huruf L dan R dalam tulisan, meskipun sampai hari inipun Oka yang sudah menghadiahi saya 2 orang cucu tetap cadel dan malah sering diledek Zidan anaknya yang tak cadel,tapi Oka nyantai aja, malah gaya koq kalo cadel katanya.  Nila dan Vina sudah tak cadel lagi, Jivi (kelas 6 skrng) masih cadel sampai sekarang. Jadi dua anak laki-laki Ceu Ami yang menurunkan cadelnya. 

Dari cerita pengalaman saya di atas, saya percaya cadel bisa sembuh, buktinya Jibran semakin besar tak cadel lagi dan saya bisa sembuh juga cadelnya. Kalau sampai gede masih cadel juga, sebetulnya juga masih bisa sembuh dengan cara ke terapi wicara. terapinya bagaimana dan dimana ? tanya Mbah Google aja

Friday, January 6, 2012

Salon Della

Waktu seno berumur sekitar 5 tahunan, saya pernah kecolongan ( bukan kemalingan). Kecolongan karenag kerja mau nangis rasanya melihat anak lanangku yang ganteng rambutnya jadi acak kadut gak karuan akibat dia memotong sendiri rambutnya, potongan gak jelas,sedikit botak di sana sini dan akhirnya dibotakin sekalian ke tukang cukur.

Della memang tak pernah memotong rambutnya sendiri, tapi Teh Euis yang mengasuh Della perna kena marah si babeh karena kesotoyannya memotong poni Della yang hasilnya berantakan.

Setelah kejadian Euis, jika hanya poni rambut, saya bisa memotongnya, jadi tidak selalu ke salon. Tapi kegiatan motong poni rambut Della saya hentikan, eh lebih tepatnya di hentikan si babeh sejak kejadian poni naik-naik ke puncak gunung, mungkin waktu itu mood saya lagi kurang bagus (alesan). Jadi sejak itu meski cuma potong poni, Della mesti dibawa ke salon ( gaya ya..ibunya aja kalau cuma potong poni ya cress..cress potong sendiri).

Saya pikir Della sudah kapok dengan poni naik-naik puncak gunungnya dan saya kira  juga anak kelas 3 SD sudah tak suka bermain-main dengan rambutnya sendiri, ternyata kejadian Seno berulang ke Della. Kemarin malam saya agak curiga kenapa poni rambutnya dijepit kebelakang pakai jepitan hitam banyaaakk, tidur juga tak dibuka. Dan setelah mandi Della yang biasanya masih minta disisiri rambutnya, kali ini tidak, dia sisiran sendiri dan kembali poni rambutnya dijepit.

Pagi tadi Della agak tergesa-gesa ke sekolah karena telat bangun,rambutnya  tak sempat lagi di sisir sendiri, baru saya bisa lihat ada yang gak beres di poninya.. kali ini Della buka salon dan memotong rambutnya sendiri seperti ini... eaa ampuuun, sampe cambang2nya di potong





Monday, January 2, 2012

Penumpang Sopan Sopirpun Segan

Sudah pada tahu kan di Jakarta akhir-akhir ini sudah beberapa kali kejadian perkosaan bahkan ada yg disertai pembunuhan yang dilakukan sopir angkot ? . Dan kasus perkosaan yg dilakukan sopir angkot terakhir, menurut berita dilakukan oleh sopir angkot dan beberapa temannya  yang masih berusia muda.

Sejak peristiwa perkosaan yg dilakukan oknum sopir angkot itu, saya yang sesekali pulang kerja naik angkot sekarang ini lebih waspada lagi. Seringkali sebelum naik angkot memperhatikan sopirnya dengan seksama, cari angkot yang penumpangnya banyak dan pasti ada perempuan lebih dari satu orang (Kejadian perkosaan terakhir  kan di angkotnya juga ada penumpang perempuan yang ternyata pacar salah satu pemerkosa)

Beberapa waktu lalu sepulang kerja naik angkot S14,saya lihat angkot agak penuh  dan banyak penumpang wanitanya, maka meskipun sopirnya gondrong dan sedikit menyeramkan, saya nekad saja naik, belum terlalu malam juga, masih sekitar jam 7 malam lewat sedikit. 

Angkot ini sebetunya routenya panjang,tapi kebanyakan penumpang dekat. Satu persatu penumpang naik turun sampai akhirnya angkot agak penuh. Sopir angkot meminta penumpang yang duduk dibangku tambahan untuk pindah ke bangku 6,tapi si penumpang yg asik memakai headphone tak mendengarnya dan diam saja.

Si sopir mulai marah dan mengeluarkan kata-kata kasar dan melecehkan "susah amat sih disuruh pindahnya, kegedean pantat sih"  dan greeeeengggg.. si sopir menjalankan mobilnya dengan ngawur, penumpang lain kesal sekali dengan ulah si sopir dan meminta untuk tidak ngawur nyetirnya. si sopir pun balas berkata "penumpang susah diatur apalagi sopir" heee.. ngeselin juga ya si sopir ini. Tapi untunglah penumpang yg lain masih sabar,kali ini saya juga maklum, cape juga jadi sopir, pasti kesel sama penumpang susah diatur.  Untunglah ada salah seorang bapak2 yang berkata "pindah neng duduknya, dari pada satu angkot celaka ".  Untunglah si mbak ndableg itu mau pindah duduk juga, sopir angkotpun melajukan angkot dengan normal.

Di depan Alfamart damai, sopir angkot berteriak, damai..damai, lalu bapak tadi teriak "kiri" dan siap-siap turun, terlihat oleh saya bapak itu memangjangkan besi kecil yg dipegangnya, ternyata itu tongkat penuntunnya, Oh..bapak tadi ternyata tuna netra, bagaimana dia tahu yang tadi tak mau pindah duduk itu seorang wanita ? hmm dari parfumnya kali ya, atau yang biasa ndableg di angkot itu wanita ? hehehe.

Sopir ugal-ugalan tadi menolak pembayaran uang dari si bapak, dan berkata, bawa aja pak, dan langsung menjalankan angkot. eh baek juga ni sopir.  Penumpang tersisa 4 orang, mbak tadi, Mbak manis berjilbab, satu ibu-ibu agak sepuh dan saya.
Perjalanan saya sedikit lagi sampai, mudah2an saya bukan orang terkahir turun dari angkot. Doa saya terkabul, ibu sepuh itu yg turun duluan. Tak lama kemudian Mbak manis pakai jilbab turun di Jalan Garuda. Waktu si Mbak manis mau bayar, lagi-lagi si sopir berkata "bawa aja neng" .. eh si Mbak nolak "yee ini saya mau bayar, saya kan gak cacat" .  "udah bawa aja.. lupa ama gue ya, elu kan temen ngaji gue yee."  si mbak memperhatikan dengan seksama si sopir "yaelaaah elo toh, makasih ya..eh nomor hp elo berapa ? " lalu si sopir memberikan nomor hp nya.  saya ingat2 nomornya.

 Jl Wijaya kusuma sebentar lagi sampai, saya turun duluan sebelum si mbak itu, mudah2an mas sopir gondrong dan menyeramkan itu memang hatinya baik, tak ada dendam sama si mbak ndableg. Saya jadi ingat sticker jadul di angkot jaman saya sma dulu "penumpang sopan, sopirpun segan"

Friday, December 30, 2011

Baca Buku 2011

Pengen menggenapi jadi 200 tulisan dalam 1 tahun ini koq susah bener cari ide, mau nulis apa, pdhal sudah tersisa 26 jam menuju 201, mesti dipaksakan, terinspirasi dan salut pada Ivone yang dalam setahun ini bisa baca 57 buku, dengan malu2 saya ngaku deh, cuma berhasil baca 21 buku aja dalam setahun, kebanyakan browsing dan tutuwiteran sih ni..jd aja baca 1 buku itu bisa sebulanan,tp baca novel yg rada ringan 2-3 hari selesai lah hehehe.

Ini  buku-buku yang sudah saya baca di thn 2011 ini, beberapa diantaranya buku bikinan teman MP, teman milis dan teman kompasiana. Pokoe saya itu seneng kalau ada teman yang sudah berhasil nulis buku, kalau saya tahu dan tertarik pasti saya beli langsung ke orangnya, karena saya suka mengkoleksi tanda tangan si pengarang buku.

Ini dia buku yang sudah saya baca, cuma 5 yang sempat saya share di MP ttng buku-buku ini.
























1. Percintaan Bung Karno dng anak SMA
2. Habibi dan Ainun
3. a cup of tea for single mom,Lygia Nostalina 
4. Srondol Gayus ke Itali
5. Belahan Jiwa , Rosihan Anwar
6. Kuantar Ke Gerbang , Ramadhan KH
7.  Blackbook, Winda Krisnadefa
8. Willy Flarkies, Satrio Wibowo (masih ngutang janji sama Mbak  Yeni ibunya Bowo untuk nulis kesan2 buku ini nih)
9. Madame Kalinyamat, Zhaenal Fanani
10. Presiden Prawiranegara, Akmal Naseri Fanani
11. Rembulan Tenggelam di Wajahmu, Tere Liye
12. Putri , Putu Wijaya
13. Seni Merayakan Hidup Yang Sulit, Julianto Simanjuntak
14. Maluku Kobaran Cintaku, Ratna Sarumpaet
15. Relawan Merapi, Anazkia dkk
16. Serdadu Afrika di Hindia Belanda, Ineke Van Kessel
17-19 Untuk Negeriku, Bung Hatta (3 seri)
20.  Indonesia Mengajar
21. Gedoran Depok, Wenri Wanhar

Tahun depan, mudah-mudahan bisa baca buku lebih banyak lagi, teman-teman MP yang sudah bikin buku, yang mau kasih linknya ke saya juga boleh..
Lalu kapan saya sendiri biikin buku ? aaahhh ngimpi, nulis aja masih belepotan.




*200-1 horeee..*

Wednesday, December 28, 2011

Punya PRT Cantik, Emang Kenapa ?

Bermula dari chatting seorang teman yang ngasih tahu punya PRT baru yang cantik, saya nanggepinnya biasa aja, beneran  biasa aja. Gak ngasih warning ke temen untuk hati-hati dan sejenisnya, tak juga menanyakan apakah dia kawatir punya PRT cantik ? Yang saya tanyakan asalnya dari mana, kerjanya gimana, gajinya berapa. Bersyukur aja kalau kerjanya bagus dan mudah-mudahan cocok, selama elo percaya sama suami,bismillah aja.

Teman saya bilang "cuma elo nih yang komennya adem". Lha, ini komen saya biasa aja lah, emang itu yg ada di hati saya, ini jawaban serius dan saya emang gak kepengen becandain soal PRT cantik ini meskipun di milis kemudian thread soal prt cantik ini jadi rame dan mayoritas becanda ada yang nganjurin beli cctv aja, jangan sering-sering ke luar kota,jangan boleh pake baju you can se dsb. Untungnya ya temen saya ini memang orangnya seneng becanda dan gak masalahin becandaan itu. Malah saya dilarang reply karena saya lagi serius katanya.

Saya pernah koq punya PRT cantik. Sudah tahu kan PRT lama saya si Tikah itu kan lumayan cantik juga kan ?


Karena si Tikah cantik itu, sempat ibu-ibu tetangga, ibu-ibu teman sekolah Della dan Seno ( krn Tikah juga suka antar Della & Seno ke Sekolah) yang sempat tanya ke saya
"elo gak ketar-ketir tuh sama suami punya PRT cakep gitu ?"

Kenapa mesti ketar-ketir ? pertanyaan itu buat saya sebetulnya terasa sangat melecehkan, itu penghinaan buat suami saya,apa mereka nganggap suami saya semesum itu ?. tapi mau marah gimana mereka kan gak tahu siapa dan bagaimana suami saya, masa iya saya harus nerangin panjang lebar bahwa saya percaya 1000% suami saya gak akan macam-macam sama PRT.

Jadi pertanyaan itu saya anggap becandaan aja deh,saya jawab dengan pedenya dong, "saya lebih cakep dan lebih segalanya koq dari si Tikah, ngapain ketar-ketir. "

Lalu kata ibu-ibu itu kembali, lha kan banyak tuh cerita-cerita di luar, biar istrinya cakep tapi suka iseng sama PRTnya yang cakep.  Barulah saya sedikit emosi, saya katakan ke ibu2 itu "Suami gw gak sehina itu, gak sama dengan orang yg di luar itu" dan saya tak memperpanjang lagi urusan itu, tak memikirkannya dan juga tak terpengaruh dengan omongan itu. eh tapi saya sempat cerita ke suami soal ini dan mendapat jempol dari suami atas jawaban ini. Suami saya sepakat pertanyaan dan candaan macam ini pelecehan sekali, tp biarlah jangan sampai kami (saya dan suami ) terpengaruh dengan kecurigaan bernada negatif. Tak juga mencoba menghindari fitnah dengan cara memecat PRT cantik saya ini, wong cari PRT itu susah. Yang penting PRT nya kerja bagus, sama anak-anak dan saya cocok, saling menghargai.

Dan lumayan kan, buktinya si Tikah, hampir 6 tahun ikut dengan saya, dia sudah saya anggap seperti keluarga sendiri,alhamdulillah tak ada cerita tak terpuji dari si tikah maupun suami dan adik suami yg waktu itu masih nebeng di rumah.  Paling saya sedikit ribet suka banyak anak muda yang nongkrong di depan rumah nunggu si Tikah keluar, belum lagi ada bapak-bapak tetangga yang suka isengin, paling saya ya kasih tahu Tikah untuk hati-hati bersikap.

Cantik itu anugrah, setiap perempuan pasti pengen cantik, kalau PRT cantik itu cuma nasibnya aja yang gak secantik wajahnya,bersyukur dia meski dikaruniai wajah cantik masih mau jadi PRT dan gak memanfaatkan kecantikan wajahnya untuk cari pekerjaan tak halal.
 
Kalau mengikuti cerita PRT cantik yang jadi korban majikan iseng, saya kasian sebetulnya, sudah cantik, kerja berat sepanjang hari,gaji gak seberapa,dijudesin majikan perempuan yg curiga, di perkosa majikan pria, dihamili dan tak mau tanggung jawab, duuuh... koq ya teganya.

Ada juga cerita lain, terbukti PRT cantik tap genit, kerja sambil menggoda majikan, berharap dijadikan simpanan atau istri kedua, ah. itu mah PRT yang gak bener,layak di pecat.

Semoga aja PRT cantik berjilbab PRT nya teman saya ini bekerja dengan baik,majikannya juga baik saling menghormati dan menghargai, Insya Allah semua berjalan baik. Positif thinking sajalah..

Ibu-ibu di sini kalau punya PRT Cantik gimana ?

 





Sunday, December 25, 2011

Kimmi Nasibmu Kini

Dulu waktu belum punya, ngototnya minta ampun untuk punya meski ibunya sudah berkali-kali bilang ini cepet rusak, yakin gak kalau bisa bertahan lama. Kalau perlu kit abikin aja sendiri, dulu ibu juga mainan boneka dari kertas macam ini tapi bikin sendiri ( ini boong.. boneka kertas jaman dulu gak sebagus  boneka kimmi). Tapi Si keukeuh sumeukeuh Della tetep aja pengen beli. Maka ketika uang hasil salim lebaran dihitung dan Della bisa beli sendiri  bonek Kimmi & Friends berikut rumahnya, langsung semangat ngajak ibunya  ke Toy's City.

Jadi paket boneka kimmi ini  terdiri dari :
- Paket rumah boneka (11 keping)
- 1 boneka magnet Kimmi
- 3 lembar sticker dekoratif
- Perabotan Rumah
- Hiasan dekoratif

Della sendiri yang mau gunting, pasang dan lem semuanya, cukup dengan melihat contoh gambarnya, Ibunya cuma kasih tahu ini desain untuk benda apa dan saya biarkan Della untuk membayangkan bendanya. Seperti ada kompor fortable itu, Della kan belum pernah lihat, jadi agak bingung ini kertas untuk benda apa. Kemudian gambar lamu hias juga ribetnya minta ampun. Jadi ibunya kebagian bantuin yang susah-sudah dan  ngenceng2in lagi pake double tip.


Ngerjain bikin rumah boneka kimmi ini ternyata cape juga lho, tapi melihat ketekunan Della, saya salut juga. terus terang kalau disuruh ulang lagi memasangkan rumah boneka kimmi, saya mah gak mau.
Della pun bertahan menghabiskan waktu 3 jam lebih memasang rumah boneka seperti ini.
























Hari berganti, bulan berganti, namanya juga Della, bener dugaan ibunya, lama-lama bosen juga main boneka kimmi ini.
Kasian si kimmi, rumahnya hancur lebur begini..kasian si Kimmi :(



Thursday, December 22, 2011

Hari Ibu, Saya Tak Dapat Kartu

Seperti Mas Pri eh Cak Nono bilang di jurnalnya setiap hari adalah hari ibu dimana kita wajib mendoakan beliau setiap saat,tapi  minimal ada sehari saja beliau lebih diistimewakan. Buat saya biasanya hari istimewa buat ibu ya ultah ibu saya 22 Maret  atau hari ibu 22 desember ini.

Istimewanya bukan dengan cara mengirimkan bunga ( ibu saya lebih seneng dikirimin uang kali ..:-) bukan juga dengan mengirim sms ( ini pernah di coba dan malah ibu bilang tumben... saya jadi malu). Sama seperti Cak Nono, bertelpon dan mengucapkan selamat hari ibu via telpon yang akhirnya dilakukan untuk ibu saya.


Lalu bagaimana dengan anak-anak saya ? Rupanya hari ini mereka tak ingat kalau hari ini hari ibu,mereka lebih ingat hari ini pembagian rapot dan tergesa-gesa membangunkan saya supaya tidak telat dan ngantri lama di sekolah. Tak ada ucapan, tak ada kecupan, kartu ucapan, karangan bunga, atau kue tart khusus untuk ibunya di hari ibu. Seno tetap memnita ibunya membuatkan sarapan,Della maunya dikuncil rambut sama ibu..
Tak apa nak... hari ibu bukan berarti ibu bebas tak melakukan apapun untuk anak-anak.

Di Sekolah saya dan para ibu yang antri pembagian rapot cukup terharu dan senang saat anak saya yang sudah kelas 6 SD dan beberapa temannya bersalaman ke para ibu yang antri di depan kelas, mengucapkan selamat hari ibu. Sementara yang kelas 3 mah cuek saja secuek seperti biasanya, malah Mbak Khotimah yang sms saya ngucapin selamat hari ibu dan mendoakan supaya panjang umur dan banyak rejeki ( amin Mbak..) :-)

Tapi ternyata saya salah, malam ini saya  mendengar cerita Della, hari ini Della membela temannya Nanda yang nangis karena dikatain "anak pembantu" oleh teman lainnya, Della bilang "walaupun ibunya Nanda pembantu, Nanda teman baikku..."  (*nangis diam2 saya*).

Tak apa nak, ibu tidak dapat kartu buatan tanganmu, tak dapat kecuman dan ucapan selamat hari ibu dari Della, perbuatan Della hari ini hadiah terindah buat ibu di hari ibu ini.
Artinya Della sudah menanamkan apa yang selama ini seringkali ibunya ajarkan untuk tak membeda-bedakan teman,siapapun dia, apapun latar belakang dan agamanya.




Selamat Hari Ibu, Selamat Hari Kebangkitan Perempuan..