Sudah pada tahu kan di Jakarta akhir-akhir ini sudah beberapa kali kejadian perkosaan bahkan ada yg disertai pembunuhan yang dilakukan sopir angkot ? . Dan kasus perkosaan yg dilakukan sopir angkot terakhir, menurut berita dilakukan oleh sopir angkot dan beberapa temannya yang masih berusia muda.
Sejak peristiwa perkosaan yg dilakukan oknum sopir angkot itu, saya yang sesekali pulang kerja naik angkot sekarang ini lebih waspada lagi. Seringkali sebelum naik angkot memperhatikan sopirnya dengan seksama, cari angkot yang penumpangnya banyak dan pasti ada perempuan lebih dari satu orang (Kejadian perkosaan terakhir kan di angkotnya juga ada penumpang perempuan yang ternyata pacar salah satu pemerkosa)
Beberapa waktu lalu sepulang kerja naik angkot S14,saya lihat angkot agak penuh dan banyak penumpang wanitanya, maka meskipun sopirnya gondrong dan sedikit menyeramkan, saya nekad saja naik, belum terlalu malam juga, masih sekitar jam 7 malam lewat sedikit.
Angkot ini sebetunya routenya panjang,tapi kebanyakan penumpang dekat. Satu persatu penumpang naik turun sampai akhirnya angkot agak penuh. Sopir angkot meminta penumpang yang duduk dibangku tambahan untuk pindah ke bangku 6,tapi si penumpang yg asik memakai headphone tak mendengarnya dan diam saja.
Si sopir mulai marah dan mengeluarkan kata-kata kasar dan melecehkan "susah amat sih disuruh pindahnya, kegedean pantat sih" dan greeeeengggg.. si sopir menjalankan mobilnya dengan ngawur, penumpang lain kesal sekali dengan ulah si sopir dan meminta untuk tidak ngawur nyetirnya. si sopir pun balas berkata "penumpang susah diatur apalagi sopir" heee.. ngeselin juga ya si sopir ini. Tapi untunglah penumpang yg lain masih sabar,kali ini saya juga maklum, cape juga jadi sopir, pasti kesel sama penumpang susah diatur. Untunglah ada salah seorang bapak2 yang berkata "pindah neng duduknya, dari pada satu angkot celaka ". Untunglah si mbak ndableg itu mau pindah duduk juga, sopir angkotpun melajukan angkot dengan normal.
Di depan Alfamart damai, sopir angkot berteriak, damai..damai, lalu bapak tadi teriak "kiri" dan siap-siap turun, terlihat oleh saya bapak itu memangjangkan besi kecil yg dipegangnya, ternyata itu tongkat penuntunnya, Oh..bapak tadi ternyata tuna netra, bagaimana dia tahu yang tadi tak mau pindah duduk itu seorang wanita ? hmm dari parfumnya kali ya, atau yang biasa ndableg di angkot itu wanita ? hehehe.
Sopir ugal-ugalan tadi menolak pembayaran uang dari si bapak, dan berkata, bawa aja pak, dan langsung menjalankan angkot. eh baek juga ni sopir. Penumpang tersisa 4 orang, mbak tadi, Mbak manis berjilbab, satu ibu-ibu agak sepuh dan saya.
Perjalanan saya sedikit lagi sampai, mudah2an saya bukan orang terkahir turun dari angkot. Doa saya terkabul, ibu sepuh itu yg turun duluan. Tak lama kemudian Mbak manis pakai jilbab turun di Jalan Garuda. Waktu si Mbak manis mau bayar, lagi-lagi si sopir berkata "bawa aja neng" .. eh si Mbak nolak "yee ini saya mau bayar, saya kan gak cacat" . "udah bawa aja.. lupa ama gue ya, elu kan temen ngaji gue yee." si mbak memperhatikan dengan seksama si sopir "yaelaaah elo toh, makasih ya..eh nomor hp elo berapa ? " lalu si sopir memberikan nomor hp nya. saya ingat2 nomornya.
Jl Wijaya kusuma sebentar lagi sampai, saya turun duluan sebelum si mbak itu, mudah2an mas sopir gondrong dan menyeramkan itu memang hatinya baik, tak ada dendam sama si mbak ndableg. Saya jadi ingat sticker jadul di angkot jaman saya sma dulu "penumpang sopan, sopirpun segan"