Showing posts with label prt. Show all posts
Showing posts with label prt. Show all posts

Wednesday, December 28, 2011

Punya PRT Cantik, Emang Kenapa ?

Bermula dari chatting seorang teman yang ngasih tahu punya PRT baru yang cantik, saya nanggepinnya biasa aja, beneran  biasa aja. Gak ngasih warning ke temen untuk hati-hati dan sejenisnya, tak juga menanyakan apakah dia kawatir punya PRT cantik ? Yang saya tanyakan asalnya dari mana, kerjanya gimana, gajinya berapa. Bersyukur aja kalau kerjanya bagus dan mudah-mudahan cocok, selama elo percaya sama suami,bismillah aja.

Teman saya bilang "cuma elo nih yang komennya adem". Lha, ini komen saya biasa aja lah, emang itu yg ada di hati saya, ini jawaban serius dan saya emang gak kepengen becandain soal PRT cantik ini meskipun di milis kemudian thread soal prt cantik ini jadi rame dan mayoritas becanda ada yang nganjurin beli cctv aja, jangan sering-sering ke luar kota,jangan boleh pake baju you can se dsb. Untungnya ya temen saya ini memang orangnya seneng becanda dan gak masalahin becandaan itu. Malah saya dilarang reply karena saya lagi serius katanya.

Saya pernah koq punya PRT cantik. Sudah tahu kan PRT lama saya si Tikah itu kan lumayan cantik juga kan ?


Karena si Tikah cantik itu, sempat ibu-ibu tetangga, ibu-ibu teman sekolah Della dan Seno ( krn Tikah juga suka antar Della & Seno ke Sekolah) yang sempat tanya ke saya
"elo gak ketar-ketir tuh sama suami punya PRT cakep gitu ?"

Kenapa mesti ketar-ketir ? pertanyaan itu buat saya sebetulnya terasa sangat melecehkan, itu penghinaan buat suami saya,apa mereka nganggap suami saya semesum itu ?. tapi mau marah gimana mereka kan gak tahu siapa dan bagaimana suami saya, masa iya saya harus nerangin panjang lebar bahwa saya percaya 1000% suami saya gak akan macam-macam sama PRT.

Jadi pertanyaan itu saya anggap becandaan aja deh,saya jawab dengan pedenya dong, "saya lebih cakep dan lebih segalanya koq dari si Tikah, ngapain ketar-ketir. "

Lalu kata ibu-ibu itu kembali, lha kan banyak tuh cerita-cerita di luar, biar istrinya cakep tapi suka iseng sama PRTnya yang cakep.  Barulah saya sedikit emosi, saya katakan ke ibu2 itu "Suami gw gak sehina itu, gak sama dengan orang yg di luar itu" dan saya tak memperpanjang lagi urusan itu, tak memikirkannya dan juga tak terpengaruh dengan omongan itu. eh tapi saya sempat cerita ke suami soal ini dan mendapat jempol dari suami atas jawaban ini. Suami saya sepakat pertanyaan dan candaan macam ini pelecehan sekali, tp biarlah jangan sampai kami (saya dan suami ) terpengaruh dengan kecurigaan bernada negatif. Tak juga mencoba menghindari fitnah dengan cara memecat PRT cantik saya ini, wong cari PRT itu susah. Yang penting PRT nya kerja bagus, sama anak-anak dan saya cocok, saling menghargai.

Dan lumayan kan, buktinya si Tikah, hampir 6 tahun ikut dengan saya, dia sudah saya anggap seperti keluarga sendiri,alhamdulillah tak ada cerita tak terpuji dari si tikah maupun suami dan adik suami yg waktu itu masih nebeng di rumah.  Paling saya sedikit ribet suka banyak anak muda yang nongkrong di depan rumah nunggu si Tikah keluar, belum lagi ada bapak-bapak tetangga yang suka isengin, paling saya ya kasih tahu Tikah untuk hati-hati bersikap.

Cantik itu anugrah, setiap perempuan pasti pengen cantik, kalau PRT cantik itu cuma nasibnya aja yang gak secantik wajahnya,bersyukur dia meski dikaruniai wajah cantik masih mau jadi PRT dan gak memanfaatkan kecantikan wajahnya untuk cari pekerjaan tak halal.
 
Kalau mengikuti cerita PRT cantik yang jadi korban majikan iseng, saya kasian sebetulnya, sudah cantik, kerja berat sepanjang hari,gaji gak seberapa,dijudesin majikan perempuan yg curiga, di perkosa majikan pria, dihamili dan tak mau tanggung jawab, duuuh... koq ya teganya.

Ada juga cerita lain, terbukti PRT cantik tap genit, kerja sambil menggoda majikan, berharap dijadikan simpanan atau istri kedua, ah. itu mah PRT yang gak bener,layak di pecat.

Semoga aja PRT cantik berjilbab PRT nya teman saya ini bekerja dengan baik,majikannya juga baik saling menghormati dan menghargai, Insya Allah semua berjalan baik. Positif thinking sajalah..

Ibu-ibu di sini kalau punya PRT Cantik gimana ?

 





Thursday, September 23, 2010

Trik ART Infal

Akhirnya saya dengan terpaksa masih tetap memakai Tikah sebagai ART di rumah saya untuk sementara sampai saya dapat pengganti yang baru.
Baru hari rabu kemarin Tikah datang dengan membawa oleh2 emping seperti biasanya.
Dan baru saya semalam saya sempat ngobrol bersamanya.

Tikah cerita, agak mengherankan memang kenapa di saat lebaran kemaren kampungnya agak sepi tidak seperti biasanya. Banyak teman2nya yang bekerja sbg ART di wilayah Jabotabek bahkan luar kota itu tidak pulang di hari raya.

Ternyata setelah Tikah berada di Jakarta kembali dan bertelepon dengan beberap temannya, barulah di ketahui alasan kenapa teman2nya gak pulang.
Rupanya mereka tidak pulang ke kampung meski ke majikannya mereka pamit pulang, tapi mereka menjadi ART Infal di tempat lain, tentu saja dengan bayaran yang lebih tinggi dari biasanya.
 
Bagaimana mereka mendapatkan majikan ??
Rupanya antar ART ada asosiasinya ( perkiraan saya), jadi sekumpulan ART yang se kampung saling berkomunikasi untuk tuker2an majikan.
si A pamit pulang kampung pada majikannya, sambil menawarkan temannya si B ( yg sebetulnya sedang bekerja di tempat lain tapi pamit pulang kampung untuk lebaran pada majikannya ) untuk menggantikannya sbg ART infal di rumah majikan si A.
Begitu juga si C dan si D atau si E dan si F..

Dan bukan tidak mungkin juga ada ART yang berasal dari Yayasan, pulang kampung ke yayasannya (bukan ke kampungnya ) untuk menjadi ART infal.

Nominal atau materi yang menggiurkan sebagai ART infal mengalahkan kesempatan mereka untuk berkumpul dengan keluarganya di hari yang fitri, namun mereka sudah menyiasatinya dengan ijin pulang kampung kembali di hari raya iedul adha.

Begitu cerita Tikah tentang teman2nya yang jadi ART, meski saya tidak langsung mempercayai 100% ceritanya. Saya masih berharap kalau sampai menjelang lebaran iedul adha saya belum dapat pengganti  Tikah, ya saya berharap iedul adha nanti Tikah pulang kampung dan bisa mengajak  ART2 teman Tikah yg pulang untuk bekerja di rumah saya.






Thursday, August 23, 2007

Rumahku Agen Pembantu ??

Semalem di rumahku kedatangan tamu lagi temennya si teteh dari kampong berdua. Pas baru aja masuk rumah si teteh sudah ngomong. “Bu ada temen tikah dari kampung 2 orang, buat mamanya si x temennya Della di sekolah, kemaren pesen sama tikah minta di cariin orang buat kerja di rumahnya” hmmm.. gue gak comment apa2.

Ini bukan kalil yang pertama dia bawa orang/temen dan pasti di nginepin dulu di rumah gue.

Bukan karena gue gak suka ada orang lain nginep di rumah gue sih,. Kalo sekali aja ok. Tapi ini sudah ke 4 kalinya si teteh bawa temennya atas pesanan orang lain. 3 sebelumnya pesanan tetangga deket rumah, dan semua berakhir tragis.. bertahan Cuma paling lama 1 bulan. Terakhir kali yang dia bawa bertahan Cuma 1 minggu dan jeleknya waktu pulang temennya si teteh itu bawa baju2 anak majikannya. Akhirnya kalo gitu kan gue juga ikut kena efek gak enak sama tetangga gue. Gue kasih tahu ke si teteh supaya jangan pernah bawa2 temennya lagi atas pesanan orang lain kecuali atas pesanan gue.. eh ternyata gak nurut dia !!

Sampe bapa Seno bilang kalo gini terus2an kenapa gak sekalian aja kita buka agen / penyalur pembantu seperti Bu Gito.. hihi.. gak deh.. !!