Sunday, November 25, 2007

Dimana Lokasi Foto Bell ini ?


Kemaren Minggu ngehadirin / ngewakilin Bapa Seno ke pernikahan sepupunya, trus iseng ngeliat object yang jadul-jadul. jadi di foto aja.

Ada yang tahu lokasinya di Mana ??.

 

Hari Pahlawan Tanpa Tanda Jasa ke 62

Dulu, kalau nyanyi lagu pahlawan tanpa tanda jasa, gue pasti ubah syairnya.

Terpujilah wahai engkau Ibu, Mamang, Aa.. Namamu akan selalu hidup dalam sanubariku… dst

Gak berlebihan kan ? karena mereka semua , Ibu, 3 orang Mamang, semua kakak kandung gue dan sekarang ternyata  bapa mertua, beberapa ornag sepupu pihak bapak maupun ibu juga berprofesi sebagai guru. Banyak kisah sedih dan gembira yang sempat di dengar dan di rasakan dari mereka terutama Ibu dan Mamang mengenai profesinya.  Ngelihat  si mamang (waktu gue masih SD ) berangkat ngajar, persis seperti lagunya Iwan Fals. Masih terbayang juga ketika ibu berlari-lari  takut ketinggalan kereta di Stasiun Tangerang menuju tempatnya ngajar. Dan tidak ketinggalan juga kisah-kisah mengharukan dan menggelikan saat si Aa pulang ke Jawa setelah 5 tahun mengabdikan diri menjadi guru di pedalaman Timika Papua.

Pengorbanan dan jasa mereka jangan bandingkan dengan penghasilan, tapi mereka salalu tetap semangat untuk mengajar sampai masa pension tiba.

 

Jadi untuk menghormati beliau-beliau para Guru di HUT Guru 25 Nov ini, , terutama Ibu Sukaesi yang mengenalkan gue angka 1-10, A to Z, terima kasih tak terhingga. Buat Alm. Ustadz Alwi dan Ustadz Majid yang mengajarkan gue hurur hijaiyah. Pak Hariri guru Bahasa SMP yang pertama kali meminjamkan buku Om Pram, sehingga gue keranjingan sampe sekarang. Buat para guru SMA yang ngasih nilai jelek mapun bagus,  dengan tulus saya mengucapkan selamat hari Guru, terima kasih atas semua jasa dan pengorbananMu. Selamat menikmati pensiunmu dengan kebahagiaan karena banyak doa yang di panjatkan oleh murid-muridMu. Buat yang sudah alm semoga mendapatkan kedamaian di Surga.

 

Buat Aa, Teteh dan semua saudara yang masih mengajar, saya titipkan  anak bangsa kepadamu agar didik menjadi anak bangsa yang jujur, yang berakhlak mulia supaya masa depan bangsa lebih baik lagi.

 

Buat Pak SBy, semoga Bapak tidak lupa dan berkenan memenuhi janji untuk mengangkat semua tenaga honorer menjadi PNS dalam masa 5 tahun kepemimpinan bapak.

Friday, November 23, 2007

Petani dan Kuda

Barusan curhat sama temen lama, dan dikirimin cerita ini :

Alkisah jaman dahulu kala ada seorang petani miskin yang hidup dengan seorang putera nya. Mereka hanya memiliki seekor kuda kurus yang sehari-hari membantu mereka menggarap ladang mereka yang tidak seberapa. Pada suatu hari, kuda pak tani satu-satu nya tersebut menghilang, lari begitu saja dari kandang menuju hutan.

Orang-orang di kampung yang mendengar berita itu berkata: “Wahai Pak tani, sungguh malang nasibmu!”.
Pak tani hanya menjawab, “Malang atau beruntung? Aku tidak tahu …”

Keesokan hari nya, ternyata kuda pak Tani kembali ke kandangnya, dengan membawa 100 kuda liar dari hutan. Segera ladang pak Tani yang tidak seberapa luas dipenuhi oleh 100 ekor kuda jantan yang gagah perkasa. Orang-orang dari kampung berbondong datang dan segera mengerumuni “koleksi” kuda-kuda yang berharga mahal tersebut dengan kagum. Pedagang-pedagang kuda segera menawar kuda-kuda tersebut dengan harga tinggi, untuk dijinakkan dan dijual. Pak Tani pun menerima uang dalam jumlah banyak, dan hanya menyisakan 1 kuda liar untuk berkebun membantu kuda tua nya. Orang-orang di kampung yang melihat peristiwa itu berkata: “Wahai Pak tani, sungguh beruntung nasibmu!”.
Pak tani hanya menjawab, “Malang atau beruntung? Aku tidak tahu …”

Keesokan hari nya, anak pak Tani pun dengan penuh semangat berusaha menjinakan kuda baru nya. Namun, ternyata kuda tersebut terlalu kuat, sehingga pemuda itu jatuh dan patah kaki nya.

Orang-orang di kampung yang melihat peristiwa itu berkata: “Wahai Pak tani, sungguh malang nasibmu!”.
Pak tani hanya menjawab, “Malang atau beruntung? Aku tidak tahu …”

Pemuda itupun terbaring dengan kaki terbalut untuk menyembuhkan patah kakinya. Perlu waktu lama hingga tulangnya yang patah akan baik kembali. Keesokan harinya, datanglah Panglima Perang Raja ke desa itu. Dan memerintahkan seluruh pemuda untuk bergabung menjadi pasukan raja untuk bertempur melawan musuh di tempat yang jauh. Seluruh pemuda pun wajib bergabung, kecuali yang sakit dan cacat. Anak pak Tani pun tidak harus berperang karena dia cacat.

Orang-orang di kampung berurai air mata melepas putra-putra nya bertempur, dan berkata: “Wahai Pak tani, sungguh beruntung nasibmu!”.
Pak tani hanya menjawab, “Malang atau beruntung? Aku tidak tahu …”

Moral of the story.. Pandang suatu peritiwa dari sisi baiknya, maka kebaikan yang akan di dapat.

Dan... 6 bulan lalu, gue serasa mendapat 100 Kuda, dan saat ini kaki  gue sedang patah. Semoga akan segera datang Panglima perang.

Thursday, November 22, 2007

Akhirnya Dapet Ducati Merah No. 27


Akhirnya dapet juga Ducati Merah No. 27, setelah beberapa hari ngubek-ngubek ITC Cemas, Sunter Mall, MAG dan semalem ke Giant Kreo.Meskipun sempet sebel banget sama pedangang yang di cempaka mas karena harganya bukan turun malah naek, ya kepaksa deh di beli juga.

Seno gak penasaran lagi deh !

 

Monday, November 19, 2007

Ducati Merah No. 27

Sejak seneng sama Motor GP, Seno mulai koleksi replika motor para jawara or peserta moto GP, gue beliin sebagai reward Seno kalo nilai ulangan bagus atau tidak TLB. Berhubung sudah 4x ulangan ini Seno nilainya diatas 9 terus, jadilah dia pesen minta tambahin koleksinya. Cuma kali ini koq susah ya.. karena permintaannya spesifik, kalo sebelumnya pasrah di beliin yang mana aja, kali ini Seno minta Ducati Warna merah No. 27. Dan tadi hunting ke beberapa toko mainan di ITC Cemas koq gak ada ya..

Ada yang tahu di mana beli Ducati Warna merah No. 27 ??

Sunday, November 18, 2007

Kue Putu

Entak sejak kapan, gue hamper lupa Della mulai menyukai kue putu, kalau suara tuuuuuuuuuut… tuuuuttt.. terdengar, pasti Della langsung menuju pintu pagar dan teriak Ibuu.!!! atau Teteh !!!  . Dan pasti.. Della minta beli kue putu itu, setiap hari.

Meskipun gue tidak membiasakan anak2 untuk jajan di rumah maupun di sekolah ,  tapi buat kue putu , Della gak bisa di larang, Della melanggar kesepakatn untuk tidak jajan. Bahkan kalau sempat tukang kue putu lewat dan kita terlambat memanggilnya.. Della pasti nangis.

Mula-mula gue pikir karena Della suka rasa kue putu, jadi gue beli agak banyak supaya yang lain juga ikut makan, gue gak terlalu perhatiin berapa jumlah kue yang di makan Della. Tapi berhubung pembelian kue putu hampir tiap hari dan keliahtan penghuni rumah yang lain lama-lama bosen makan kue putu tiap hari, gue sempet mau menghentikan kebiasaan beli kue putu. Tapi melihat Della gak pernah bosan nunggu tukang kue putu lewat, akhirnya  beli Cuma sekdar buat Della aja, Cuma bei 2 gulung dan itupun tidak pernah di habiskan. 

Iseng dan penasaran, gue Tanya ke Della

kenapa Della tiap hari beli kue putu ,   Della suka ya sama kue putu , kalau suka nanti ibu atau Teteh bikin aja..

 bukan di jawab Della malah balik nanya.. “Ibu bisa bikin suara kue putu juga ?? “

 “gak bisa… “

 “Della mau kue putu yang ada suaranya….”

 

 Weleh… ternyata Della Cuma doyan suara nya aja

The out of blue itu..

Sabtu 16 Nov,  22.57 , Khatam sudah gue baca buku ke tiga dari tetraloginya Anddrea Hirata. Buku yang bikin penasaran gue sejak terbit..

Beruntung masih bisa di baca dengan cepat karena punya banyak waktu sejak Senin naik biskota.

Untuk seorang pemula, bakat si Ikal ini memang luar biasa,  baru kali ini gue baca buku yang baru membaca 3 mozaiknya saja, gue pengen cepet baca buku berikutnya, tidak seperti gue baca Saman atau pun Larung.

 

Membaca Laskar Pelangi, membawa ingatan gue pada masa kecil, masa pertama masuk sekolah, masa pertama mendengarkan cerita “sang gembala “ yang di kisahkan dengan sangat menarik oleh Ibu Sukaesy..yang selalu mengakhiri ceritanya dengan lagu, dan lagu pertama dan selalu gue ingat adalah

“pandai bawakan diri..

Mencari teman..

Janganlah berbicara .. bila tak perlu..

Nasehat dari Ibu.. ingat selalu.. “.

 

 Lagu yang mungkin asing bagi kebanyakan orang karena tidak diketahu siapa penciptanya, tapi buat gue lagu itu jadi semacam bekal dalam pergaulan gue.

 

Membaca Laskar Pelangi, membawa kenangan seorang sahabat  di masa kuliah, Evie Yunita Balia orang pertama yang gue kenal di kampus, dan kita kemudian satu kost sampai lulus, satu kantor juga sampai kemudian gue terdampar di sini.

Saat Andrea menulis sekolah PN Timah, yang terbayang adalah teman gue yang berskolah di situ karena Pak Balia bapaknya pegawai di PN Timah, saat Andrea menceritakan parade drumband sekolah PN beraksi, gue seperti melihat Evie yang sedang memainkan aat musik itu, karena Evie pernah bercerita ekskulnya masa sekolah di Belitung…

Gak tahan dengan rasa rindu, gue telphon Ephot ( panggilan gue buat dia ), gue sesali ajakannya berlibur ke Belitung pada masa itu.

Membaca kisah Ibunda Mus, terbayang Ibundanya Ephot yang juga guru yang ternyata saat ini hijrah ke Jakarta karena harus cuci darah 2x seminggu.

Ternyata… Laskar Pelangi menjadi penyambung tali silaturahmi..

 

Membaca “Sang Pemimpi” ,

Menjadikan penghiburan buat gue di saat gue merasa menjadi bukan siapa-siapa dan tidak ada apa-apanya. Membuat gue merasa di telanjangi Arai, karena bermimpipun gue tidak  sanggup.

 

Membaca “Edensor”

Membuat gue juga pengen banget ke Edensor… J)