Showing posts with label tv. Show all posts
Showing posts with label tv. Show all posts

Friday, June 5, 2009

Miss Indonesia 2009

"Mhn doa dan dukungan mahasiswa FIKOM Universitas Budi Luhur wakil dari Maluku Miss Indonesia 2009, a.n Virginia Engelina  Kirim SMS ke 6288 : ketik MI MALUKU "
 
itu potongan dari inbox FB saya yang saya terima 1 hari sebelum malam final Miss Indonesia 2009 yang di adakan di JCC Plenary Hall (5/6/09) di siarkan rcti tadi malam.
Maaf ya. gara2 saya gak ikutan SMS jadi aja wakil dari Maluku gak masuk 5 besar . halah !!,  wong itu pemilihan miss-missan jurinya bagus2 koq, ada Liliana Tanoesodibjo (Ketua Dewan Juri), Martha Tilaar, Darwis Triadi, Harry Darsono, Kamidia Radisti, dan Rudi Hadisuwarno dan khusus di rumah ada juri tambahan, Ibu Seno, Seno dan Della.
Lho ?? Bapa koq gak ikutan jadi Juri ? engga.. Si Bapa asik ngegodain Della yang sangat serius melihat acara ini meskipun sudah di minta tidur karena jam tidurnya sudah lewat.
Bapa menggoda Della dengan menghalangi tivi dan bergaya bolak balik memperkenalkan diri  sebagai Miss Kreo Ciledug.. dan bikin Della sebel tapi ketawa ngakak

Sesuai Prediksi Ibu Seno dan Della akhirnya Miss Indonesia 2009 terpilih wakil dari DKI Karenina Sunny Halim.





Sedikit tentang Karenina Sunny Halim -> Home Schooling Christian Vocational Academy Memiliki seorang Ibu yang berasal dari Montana, Amerika dan aktif di NGO membuat gadis cantik yang akrab disapa Nina ini ikut memiliki jiwa sosial yang cukup tinggi. Ia pernah ikut turun menjadi pengajar bagi anak-anak korban tsunami Aceh. Nina yang memiliki prinsip mengutamakan kebahagiaan orang lain di atas kebahagiaan pribadi ini memiliki 6 gelar diploma, antara lain di bidang Public Relations, Sales and Marketing, Primary Teeching, Economics, Performing Arts dan Music and Arts. Nina yang lahir di Jakarta, 13 Juni 1986 saat ini aktif mengajar di sebuah SMP di Jakarta.

Selamat buat pemenang Miss Indonesia 2009. Selamat juga buat pemenang kedua Melati Putri Kusuma Dewi dari Sulawesi Barat dan pemenang ketiga diraih oleh Viviane asal Bali. Dan selamat juga buat Kampus Budi Luhur, akhirnya pernah juga mahasiswinya jadi finalis Miss Indonesia..



Foto punya : http://showbiz.liputan6.com/

Saturday, January 19, 2008

Legiun Asing , masih perlu kah ?

Sejak remaja gue suka nonton sepak bola, sampai menjelang Seno di lahirkan, gue masih suka begadang nonton sepak bola. Gak Cuma Liga Itali, Liga Inggris, Sepak bola Indonesia juga tetep gue tonton. Waktu masih gadis malah beberapa pemain sepak bola  pernah gue kirimi e-mail antara lain  Aa Djorkaeff, Mas Inzagi, trus yang lokal yang pernah gue surati adalah Ahmad Muharya dari PSIS Semarang dan Ajat Sudrajat dari Persib dan Herman kipernya yang orang Sukabumi hihi…norak banget ya.. biarin aja.

Sejak Seno lahir gue mulai jarang ngikutin nonton sepak bola Liga asing maupun liga Indonesia. Cuma sejak Seno mulai suka nonton sepak bola, mulai lagi deh gue ikutan lagi nonton. Sayangnya kemarin ini gue bukan nonton pertandingan tapi nonton perkelahian dan bikin sepak bola Indonesia makin tidak enak di tonton. Gue sempat mengajarkan ke Seno bahwa Sepak bola adalah olahraga yang paling sportif. Kalau main bola kita tidak boleh melukai lawan, tujuannya adalah memasukkan bola ke gawang dengan cara kerja sama dengan teman satu tim.

Ketika perkelahian di sepak bola terlihat oleh Seno gue bingung menerangkan ke Seno kenapa mereka mesti berkelahi, terpaksa gue bilang ke Seno “Oh mas kalo pemain Sepak Bola Indonesia emang gitu, dari dulu suka berkelahi kalo main bola, orang Indonesia pada cepet emosi sih, harusnya gak boleh gitu..”

Tapi sayangnya ternyata biang rusuh di ajang ini bukan dari pemain local, tapi pemain asing. Mereka yang di harapkan membawa angina positif bagi pemain kita dengan mengajarkan teknik bermain,pengalaman yang lebih bagus yang mereka punya koq malah ikut terpengaruh pemain kita yang doyan berkelahi.

Bukan Cuma penonton di sana, juga bukan hanya fans persija aja yang mengecam legiun asing tersebut , gue juga ikutan sebel sama mereka. Dari pada ngabisin biaya APBD untuk membayar orang asing yang hasilnya malah bikin malu dan bikin nambah buruk persepak bolaan kita, mending biayanya buat mupuk bibit-bibit calon pemain local yang bagus aja deh  Dan beda juga rasanya seandainya biang rusuhnya adalah pemain local, gue Cuma bergumam..biasa itu mah.

 

Kalo pelatih asing gue pikir masih perlu, karena maaf terus terang aja gue belum banyak tahu pelatih2 lokal yang kualitasnya bener2 bagus dan perlu pelatihan yang lebih bagus lagi supaya kualitasnya bisa menyamai pelatih asing sehingga kita tidak perlu impor pelatih lagi.

Kalau toh tetap terpaksa menggunakan pelatih asing, semoga pemain dan pelatih kita bisa menularkan budaya bangsa kita yang konon cinta damai

 

Salam Olah Raga !!