Ada Sodikin yang mirip Ronaldinho ,
Teungku Wisnu mirip Yossi Project Pop
Yosi T. Wisnu
Pak SBY mirip Pak Suharto
Gayus mirip orang yang nonton turnamen golf di Bali.
Icho Mirip Ira Wibowo ..
Protes bayar !!!
Sudah hampir 5 bulan ini saya menjalani shooting sinetron, kadang saya berperan sebagai bintang, asisten sutradara bahkan juga pernah menjadi sutradara pengganti. Kadang berperan ganda, sebagai perempuan atau sebagai laki laki, kadang menjadi si cantik nan baik hati, kadang juga menjadi si buruk rupa berhati busuk, kadang sebagai dokter, kadang sebagai pasien yang sakit jiwa.
.
Mulanya ketika di sodori scenario sinetron ini saya tidak begitu tertarik, saya bilang ke sutradara, saya mau jadi bintang sinteron ini namun tanpa naskah improvisasi aja , tapi rupanya sutradara tetap pada pendiriannya bahwa untuk menjadikan sebuah cerita menjadi sinetron yang enak ditonton harus mengikuti naskah yang sudah ada. Akhirnya saya coba jalankan shooting sesuai dengan arahan sutradara tapi ketika alur cerita sudah menyimpang jauh dari bayangan sang sutradara, beliau sudah merasa lelah dan mengundurkan diri sebagai sutradara tapi shooting sudah di mulai dan budget serta energi yang sudah di keluarkan sutradara juga tidak sedikit, maka beliau meminta saya untuk meneruskan shooting ini hingga selesai.
Dalam perjalanannya, sungguh berat sekali saya ketika harus berperan sebagai sutradara sekaligus pemain, apalagi shooting berjalan tidak kenal waktu, saat scene jeritan malam maka dini hari saya harus ada di lokasi, standby dengan pemain lawan saya, saat ada adegan mandi pagi maka saya harus bangun dini hari dan siap mandi pagi di lokasi shooting, begitu juga jika ada adegan shooting di luar kota, saya harus mengikuti alur cerita dan set lokasi seolah olah ada di luar kota bahkan di luar negri.
Sama halnya dengan sutradara, saya sebagai pemainpun pernah merasa capek lahir batin menjalani peran ini, belum lagi perasaan saya yang campur aduk ketika dalam satu scene saya harus bermain sebagai si jahat dan si baik, gak mudah ternyata menjalankan peran tersebut. Saya sudah mengajukan pengunduran diri ke produser, produserpun sudah menyetujui, tapi lawan main saya mogok main, dia juga mengajukan pengunduran diri kalau saya mundur, bahkan pemain lawan saya sampai harus masuk rumah sakit shock karena impiannya menjadi bintang sintetron menjadi buyar. Apaboleh buat, saya pun meneruskan kembali peran ini.
Terus terang.. sampai hari ini kalau produser meminta saya untuk menghentikan shooting ini saya sangat siap, hati kecil saya menolak untuk meneruskan shooting ini, terlalu banyak kerugian yang saya alami di bandingkan keuntungannya yang belum jelas ini. Saya sudah rugi waktu, rugi moril dan materil, rugi mental dan masih banyak kerugian lainnya, selain itu saya juga merasa kurang jujur kepada pemain lawan saya karena dia sebagai bintang baru di dunia sinetron belum banyak tahu teknik bermain senetron, belum banyak tahu licik2nya lawan main untuk meraih popularitas dan meraih keuntungan bermain dengannya, tidak adil rasanya ketika saya bermain bagus karena saya dekat dengan sutradara bahkan sebagai sutradara dan sudah memahami dengan jelas apa maksud alur cerita sementara lawan main saya hanya mengikuti script saja dan tentu saja kesempatan mendapat sebuah award lebih berpihak pada saya.
Ramadhan ini saya merasa shooting lebih banyak mudharatnya dibanding manfaatnya, Dan momentum Hari Raya Iedul Fitri ini akan saya gunakan sebagai hari pengunduran diri saya sebagai bintang sinetron, saya akan mengundurkan diri diam2 , mohon maaf karena kalau saya kembali terus terang mengundurkan diri pasti tidak akan di setujui Semoga ada pemeran pengganti saya yang bisa membuat lawan main saya semakin berkembang baik di dunia sinetron dan semoga lawan main saya juga bisa sadar bahwa semua ini hanya pangung sinetron bukan kehidupan nyata.
Mohon maaf lahir bathin, semoga tulisan ini bisa dicerna maksudnya
Pernah dengar radio dangdut TPI ? ( maap sebelumnya gue belum pernah dengar sama sekali ).
Saat pulang kerja kamis malam dan ada tenda yang menutupi pagar garasi rumah, saya kaget takut kalau ada berita duka di tetangga sebelah, tapi gak ada bendera kuning. akhirnya di pikir2 sendiri aja deh mungkin Ibu Sebelah mau mengawinkan anaknya, tapi koq ya di bulan puasa, atau mau ada acara arisan dan sejenisnya. Ternyata kata si teteh nanti malam ada acara sahur bersama disiarkan langsung TPI, karena anaknya bapa sebelah kan kerja di TPI. gue pikir hebat bener nih, sahur bersama di rumah karyawan di siarkan langsung.
Hmm.. mulai deh narsis gue muncul, siap2 deh nanti pagi saat sahur bakal tampil di TV,rela gak tidur deh nunggu sahur dari pada nanti tampil di TV kucel. apalagi si teteh2 di rumah juga sudah semangat mau lihat dangdut.
Tunggu punya tunggu sampai saat menjelang sahur koq gak ada musiknya ? malah banyak suara2 ketawa ketiwi, tepuk tangan dan ngoceh2 gitu deh, gue dan si Teteh mau ngintip di pagar gak enak, karena di balik pagar ada meja menghalangi pintu gerbang ( artinya kita tidak boleh keluar rese gak seeeh, udah ijinnya cuma sama pembantu pula .. ) Akhirnya dengerin dari dalam rumah aja deh sambil ngedumel gagal deh muncul di Tipi.
Eh hari ini baca di http://www.kabarindonesia.com/berita.php?pil=5&dn=20080912040536, ternyata yang kemarin itu acara sejenis dan kali itu warga Jl. Wijayakusuma Kodam Bintaro yang kedatangan kunjungan dari acara Semarak Sahur bersama Radio Dangdut TPI ( bukan TV TPI ) hahaha.. maap baru denger kalo ada stasiun radio Dangdut TPI sih !.. tau gitu gak apa2 deh gak tampil di Tipi yang penting bisa salam salam buat Mang Juga, Bi Edah, Wa jaja. Neng ncum, nining. eha . Kang deden , Ceu Entin, Bi Imas, Aom, Nunung , semua sohib nu di lembur wilujeng sahurrrr !!!
Sejak remaja gue suka nonton sepak bola, sampai menjelang Seno di lahirkan, gue masih suka begadang nonton sepak bola. Gak Cuma Liga Itali, Liga Inggris, Sepak bola
Sejak Seno lahir gue mulai jarang ngikutin nonton sepak bola Liga asing maupun liga
Ketika perkelahian di sepak bola terlihat oleh Seno gue bingung menerangkan ke Seno kenapa mereka mesti berkelahi, terpaksa gue bilang ke Seno “Oh mas kalo pemain Sepak Bola Indonesia emang gitu, dari dulu suka berkelahi kalo main bola, orang Indonesia pada cepet emosi sih, harusnya gak boleh gitu..”
Tapi sayangnya ternyata biang rusuh di ajang ini bukan dari pemain local, tapi pemain asing. Mereka yang di harapkan membawa angina positif bagi pemain kita dengan mengajarkan teknik bermain,pengalaman yang lebih bagus yang mereka punya koq malah ikut terpengaruh pemain kita yang doyan berkelahi.
Bukan Cuma penonton di
Kalo pelatih asing gue pikir masih perlu, karena maaf terus terang aja gue belum banyak tahu pelatih2 lokal yang kualitasnya bener2 bagus dan perlu pelatihan yang lebih bagus lagi supaya kualitasnya bisa menyamai pelatih asing sehingga kita tidak perlu impor pelatih lagi.
Kalau toh tetap terpaksa menggunakan pelatih asing, semoga pemain dan pelatih kita bisa menularkan budaya bangsa kita yang konon cinta damai
Salam Olah Raga !!
Beberapa daerah Non DKI belakangan ini mulai banyak yang bikin event2 menarik, gak Cuma Bali,
Jember sudah 6 tahun belakangan ini bikin festival jember, mirip2 festival Rio De Janiero yang diliput sama wartawan local maupun asing.
Trus.. di Riau juga lagi ada event sejarah melayu.
Gak mau ketinggalan di
Acaranya :
Bisa diliat di sini deh http://www.semarangpesonaasia.com
Kalo di liat dari acara2nya pasti seru banget, pengen juga ke
Gue dukung banget acara2 kaya gini mulai di adain di kota2 Non DKI, kapan ya kira2 Banten ngadain event2 kaya gini.. jangan kalah dong sama Jateng dan Jatim