Awalnya rencana jalan-jalan ke Bandung ( selanjutnya saya singkat JJB ya ) gara-gara pertanyaan saya yang menanyakan alamat Franchise Surabi Enhai. Jawaban mah tidak saya dapat, malah thread dibelokkan jadi jalan-jalan ke Bandung. Seperti biasa yang seneng belokin thread di milis ini ya Heni . Thread Franchise Enhai pun akhirnya jadi penuh gara-gara Heni memunculkan gimana kalau kita JJB.
Gayung bersambut.. hari itu milis banjir reply-an ibu-ibu yang antusias pengen ikutan JJB, mulai dari cari itenarynya, mau ke amana saja, kapan berangkatnya, berapa jumlah pesertanya, naik apa ke sana dan sebaginya sebagainya pertanyaan ibu-ibu yang heboh ini.
Kapan ?
Penentuan tanggal, akhirnya di buat thread baru, di sepakati kalau bisa bukan di hari week end, tau sendiri kan Bandung ramenya minta ampun kalau week end. Baru netuin tanggal aja heboh, pilihannya waktu itu ada tanggal 28 Jan, 2 Feb, 15 Feb ( kalo gak salah), yang pasti hari kerja. Jadi ibu-ibu ini rela cuti bareng atau bolos bareng demi JJB. Lif yang sedang hamil besar dan tinggal di Cilegon gak kalah semangatnya dengan ibu-ibu yang ada di Jakarta, Lif sudah menentukan sendiri rute perjalannya dari Cilegon menuju Jakarta.
Adhe yang dari Rumbai, noted ikut juga dengan catatat dapat tiket pesawat pada tanggal yang di sepakati nanti .. ( ah gampaaaang ini mah)
Oni Bali yang sekarang pindah ke Semarang juga ikut, langsung ketemu di Bandung dan rencananya mau menginap di rumahnya Ika.
Niken yang susaaaah sekali meninggalkan kerjanya, saking pengennya ikut JJB, dengan akal cerdiknya dibuatlah Perjalanan Dinas Kantor ke Bandung...bokisss
Akhirnya kesepakatan di dapat, tanggal 2 Feb 2011 kita berangkat JJB. Yang gak bisa mohon maaf saja, disepakati tanggal 2 Feb, 1 hari menjelang imlek. Cik Susan yang siangnya harus menyiapkan masakan untuk acara imlek malam dengan berat hati dan air mata berderai menuliskan kesedihannya karena terpaksa tidak bisa ikut, hiks.. padahal saya juga pengen banget jalan bareng Cik Susan lagi. Melisa mulanya ragu2 mau ikut karena mau imlekan bersama keluarga suaminya akhirnya juga bisa ikut di tanggal itu.
Kemana aja di Bandung ?
Nentuin ke mana-mananya selama di Bandung juga bukan perkara mudah, banyak mulut ( eh banyak tangan, karena nulis kan) yang pengen ke sini, pengen ke situ, kasih ide enakan kuliner di sini, di situ dan sebagainya. Yang pasti ibu-ibu ini semua maunya kuliner dan belanja ke FO.
Kuliner aja maunya ke banyak tempat, ada yang mau makan mie kocok,batagor, mie akung, cisangkuy, es duren dll. Setelah di hitung-hitung ternyata waktu yang cuma sehari doang di Bandung gak mungkin cukup ke semua tempat makan yang di inginkan ibu-ibu, apalagi ditambah ke FO-FO.
Untungnya ada Ika (Mama Aby) yang tinggal di Bandung dan bersedia membeli makanan2 yang di jual di beberapa tempat yang diinginkan ibu-ibu itu. Hitung punya hitung, akhirnya batagor kingsley, otak-otak,cendol elisabeth, keripik2 dan gurilem Cihapit tak dikunjungi, semua Ika yang beli dan jadi oleh-oleh ibu-ibu nanti.
Tadinya sih, Mie Akung, Es Duren Sakinah, dll juga mau titip Ika aja. tapi Noni bingung, kalau semua mau titip Ika yang beli lalu kita JJB mau ngapain ??
Finaly, Rutenya Mie Akung, Phoenam Kopi, Cisangkuy, Sakinah, Rumah Mode
Naik Apa
Nentuin naik apa kita JJB juga gak kalah heboh, ada yang nyaranin konvoi saja beberapa mobil, tapi di tolak karena pasti ada yang cape nyetir dan kurang seru. Awalnya mau sewa bus white horse kapasitas 25 orang, tapi katanya kalau white horse agak saklek peraturannya.Akhirnya berkat Lita dan Heni sang korlap cari-cari info, akhirnya dipilih bis dari laksa yang akan membawa ibu-ibu JJB.
Dari sewa bis plus ongkos tol dan biaya lainnya ditentukan berapa biaya yang harus dibayar per orangnya.
Bis sudah dapat pilihan masih juga milis rame, kali ini penentuan tempat duduk. Dari awal-awal saya sudah pesan, saya minta tempat duduk yang gak sempit depannya, kalau bisa di belakang sopir atau pas di pintu masuk, atau di bangku paling belakang yg gak ada penghalang, ini permintaan karena takutnya dengkul saya mentok. Eeehh.. ternyata Gogo juga punya masalah yang sama. Eh.. ada lagi yang minta duduk si a minta dengan si b, si c dan si d dsb. Akhirnya di putuskan nomor tempat duduk diberikan berdasarkan urutan siapa yang bayar/transfer. Saya dapat nomor urut 11, tapi tetep dooong sesuai permintaan, eh gak lah liat nanti aja kalo gak mentok ya gak papa duduk di No. 11.
Meeting Point
Trus nanti gimana kita ngumpulnya ?? semua pasti maunya di tengah-tengah supaya adil. Buat nentuin meeting point aja, lebih dari 100 email yang masuk,karena ibu-ibu yang mau ikut JJB ini tinggalnya sudah pasti misah-misah dan gak semua tinggal di tengah kota Jakarta, kebanyakan di jakarta coret.
Mula-mula meeting point pengennya di Plasa Semanggi, trus ganti ke Senayan depan GBK, ganti lagi..ganti lagi...
Keputusannya, meeting point ada 3 :Pasar Modern BSD : 5.30,Citos : 6.00 dan Bintara : 6.30. Sayangnya pintul tol Veteran di coret sebagai meeting point, tapi gak apa, saya masih bisa ke Citos atau ke BSD, pasti pilih ke Citos krn BSD pagi benerrrr. Nanti di Citos saya ketemu Adhe dari Rumbai (dan mampir di Depok), Ivy dan teman lain yang dari wilayah selatan dan barat.
Yang dari wilayah Timur dan Pusat, kelapa gading, cempaka putih, rawamangun dan sekitarnya pilih ngumpul di Bintara.
Lif from Cilegon setelah mempertimbangkan matang matang, melihat kondisinya yang semakin sering cape membawa perut jika berjalan jauh, akhirnya dengan berat hati mengundurkan diri, tidak jadi ikut JJB tapi tetap nitip beli baju-baju di FO untuk Nayma dan calon dedeknya. Budgetnya ?? ajegile deh, ternyata lebih heboh yang gak ikutan belanjanya. Moga-moga aja Nana yang dititipin bisa menghabiskan budget belanja Lif, kalau gak habis juga mari kita habiskan.. hahahaha
Selesai dan siap berangkat ? Beluuuum....
Masih ada yang lagi pembicaraan mengenai dress code, haduuuh, beneran heboh ni ibu-ibu, ada yang nolak pake dress code,Noni nyaranin pake seragam kantornya masing-masing, tapi Dini nolak karena seragam AHM nya lebih mirip seragam Babby Sitter di banding seragam dokter, trus kalau iya jadi, nantinya Echa pakai wearpacknya pertamina, Noni mau pinjam seragamnya SPG Gramedia, trus saya ? kalau kepaksa saya pinjam juga pakaian seragam Sales Mobil atau seragam Mekanik hehehe. Ada juga yang usul, baju gak usah sama, gimana kalo BH nya aja yg sama ? BH item renda-renda ( haduuh saya gak punya), atau sergam pake konde ( ampppun nanti di kira ibu2 darma wanita), atau pake stoking yg sama.. ( ah lieur deh)
Jadi pake dress code itu ? ya gak jadi laaah...akhirnya ada yang usul, gimana kalau warnanya atasannya/bajunya aja yang sama.
Nentuin warna atasan juga bikin heboh, ada yang mau merah, putih, hitam, ungu, hijau, biru.. rame deh mirip kampanye parpol.
Sama halnya dengan Pemilu, ternyata memang susah memilih warna yang ada yang sesai hati nurani,akhirnya dress code ditiadakan.
Jumlah Peserta
Total Pesertanya berjumlah 25 Orang, semua ibu-ibu.
Dari List yang di buat dengan sangat apik oleh Listi aka Gogo, terdaftar 25 orang,
Adhut/Adhe, Clara yang rajin kopdar, Dini Febrina ( nanti ketemu Dini Rahmawati di Bandung), Echa, Echy, Ella, Eppah ( yang akan menghipno ibu-ibu supaya gak sakaw belanja di FO), Jeng Estinya Pak Arief, Heni, Saya(Icho), Ika (nunggu di Bandung), Ina, Intan, Listi, Lita, Melisa (katanya mau bawa Menee, kenapa Maxnya gak sekaliaaan), Nana,Nia, Oni, Ivy, Rini, Saras ( yang rajin ngebon di FV), Yesi.
Gimana dengan Bapak-bapaknya ?
Ah, Bapak-bapak di milis cuma nyimak ibu-ibu yang heboh aja, sesekali Kang Rahman (KR) sang owner dan moderator milis yang urang Bandung malah mengacaukan rencana ibu-ibu, enakan makan di sini, enakan di sana. eh jauh teuing atuh routenya dan sebagainya.
Pak Arief cuma menitipkan Mbak Esti istrinya untuk ikut bersama ibu-ibu, Mbak Esti ini kebetulan salah satu istri yang sering ikutan suaminya kopdar.
Kang Dwi juga gak ikut,padahal Noni ingin sekali kepergiannya di lepas doa dari Kang Dwi yang sering kita singkat KD sampai Noni memberi julukan KD=Khusus Doa., KR=Khusus Rempong :-)
Om Azzy sebetulnya saya rasa sih pengen ikut tuuuh, cuma ternyata katanya gak tuh gak mau ikut, yang pasti titip oleh2 ke Listi seperti biasanya (sssstttt..Listi dan Om Azzy ini emang paling rajin tuker-tukeran oleh-oleh lhoo.)
Ibu-ibu yang jauh-jauh seperti Jeng Devi di Sangata, Uci AIMI Semarang, Jeng Mus tetanggane Uci, Om Roni, Vonny yg baru sembuh dari sakit2nya, sebetulnya juga pasti ngiler pengen ikut, tapi apa daya jarak dan waktu yang membuatnya cuma bisa ikutan ngeramein di milis aja. Uci sih titip oleh-oleh ke Mbak Oni, semoga oleh-olehnya cukup untuk member baoot wilayah Semarang hehehe
Semingguan milis agak sepi, karena topik JJB sudah selesai, semua ibu-ibu yang ikut sudah gak sabar menungu tanggal 2 Feb, Eva sudah termimpi-mimpi di tinggal bus. Ica sebetulnya juga pengen ikut, tapi takut pulangnya macet. Walaupun Ica gak ikut, tapi gurilem kesukaannya tetap di pesen 2 kilooooo.Yesi setiap saat pasang status di FB dan twitternya " Can't wait.." , Intan yang sedang ke LN degdegan, bisa gak ya pulang menjelang tgl 2 Feb. Echa yang harus meeting dengan PWC juga deg-degan takut gak bisa nolak tetap harus meeting. Komandan Gogo ngancam, pokoknya Echa harus ikut, jangan seperti kopdar terakhir kita di Situ Gintung, Echa yang nangis-nangis gak bisa ikut karena dipaksa masuk kerja di hari Sabtu. Ela hari sabtu besok siap-siap survey lokasi meeting point supaya gak nyasar dan di tinggal bus. Echy juga semangatnya luar biasa, ditengah-tengah kesusahannya cari pembantu , tetap memutuskan ikut dan tak goyah tetap mau ikut JJB meskipun salah satu ARTnya yang baru 8 hari nekat ngabur naik genteng.
Dua hari lalu... Lita sang Mentri Keuangan milis baoot akhirnya kirim release, pembayaran bus sudah lunas, dan kita berangkat tanggal 2.. horeeee.... !!!! jingkrak-jingkrak !!
Akhirnya rencana JJB sudah Final, kita brangkaaat !!!. Kebayang ya betapa hausnya ibu-ibu ini akan jalan-jalan, meski cuma ke Bandung aja begini heboh, apalagi ke tempat yang lebih jauh lagi.
Tapi saya maklum, JJB kali ini memang jalan-jalan/kopdar yang sudah lama di nanti-nantikan oleh teman-teman milis BA. Praktis tidak ada kegiatan kopdar besar setelah kopdar terakhir di Situ Gintung sebelum tragedi situ gintung terjadi.
Rencana wisata ke Negri Laskar Pelangi di Belitung Mei 2010 itu juga kelaut, gak ada realisasinya, selain waktu, tempat biaya pasti juga jadi pertimbangan. Jadi wajarlah kalau JJB kali ini penuh kehebohan.
Meski belum berangkat, saya berterima kasih sekali kepada Heni sang korlap, Lita Mentri Keuangan, Gogo yang bikin sheet dan schedule yang rapi tapi saya masih aja suka salah lihat tulisannya, untung Gogo maklum dengan kesiweran saya. Ika yang rela beliin oleh-oleh. Kak Yen dan Nana yang nyediain hadiah buat lomba/acara di bus nanti dan pastinya buat ibu-ibu yang akan berangkat JJB tanggal 2 Nanti. Smoga nanti di Bandung di traktir Nia yang pas ultah hehehe
Gak sabar rasanya nunggu hari tanggal 2. Form cuti sudah saya kirimkan ke boss meski belum di tanda tangani, saya sudah ijin jauh-jauh hari bawah tanggal 2 saya cuti, tanggal 1 saya rela pulang agak malam untuk membereskan urusan posting jurnal yang harus di lakukan di minggu 1 tiap bulannya.
Sekarang, saya tinggal minta ijin si Babe.. !!