Mengisi long weekend ditengah bulan yang bokek bangke dan panas ini gak ada kegiatan luar rumah yang kami lakukan. Dari pada cuma berdiam diri di depan komputer masing-masing dan maenan HP terus, mending melakukan kegiatan bermanfaat, salah satunya membantu Bude membuat rosario untuk perayaan 1000 hari wafatnya Eyang Putri bulan depan.
Lho kan masih bulan depan, kenapa sudah repot bikin rosario sekarang? Iya mesti dicicil dari sekarang, karena Bude Tuti berencana membuat 100 buah rosario. Selain itu Bude juga ada order pesanan membuat rosario dari keluarga Ibu Rika (alm tetangga saya yg belum lama meninggal itu).
Lagi pula ya, ternyata membuat rosario itu membutuhkan kesabaran extra, masukin benang nilon ke manik-maniknya saja butuh waktu sekitar 40 menit untuk satu buah rosario. belum lagi mesti ada aturan yang diikuti, misal 10 manik pertama, kemudian diselingi manik2 kecil atau kawat pembeda, kemudian lanjut lagi 10 manik2 berikutnya, begitu terus sampai 50 manik-manik membentuk kalung.
Selesai ?
Beluuum.. di bawahnya masih ada lagi aturan lain, dan gak boleh salah, hitungannya beda lagi, dan terakhir barulah salib di pasang di ujungnya. Della yang ikut bantu bude, belum mahir memasang salib dan mengikat kencang untuk proses finishingnya. Tapi cukup senang ketika menghasilkan satu rosario, kemudian lanjut lagi buat roasiro berikutnya, dan malah ikutan minta manik-manik juga untuk membuat kalung dan gelang. Eh ternyata si anak kecil ini memang kreatif, ada aja ide membuat kalungnya, lumayan bagus jugalah.
Jadi, begitulah kegiatan hari ini. Ibunya gak ikut bikin rosario, selain tak sabar dan kurang teliti, juga butuh mata yg jeli untuk memasukkan tali nilon ke lubang manik-manik, itu yg bikin saya kesel. Jadi saya cukup mendokumentasikan kegiatannya aja deh.
Btw, kalau ada yang mau pesan rosario boleh hubungi saya, nanti bude yang akan membuatnya.. (sekalian dagang nih )