"Ibu kenapa jalannya miring ke kanan ?" Tanya Della malam tadi.
Degh... Saya kaget, sudah lama saya tidak mendengar pertanyaan ini. Dulu waktu masih gadis dan masih langsing, saya masih sering dapat pertanyaan ini. Saya pikir dengan berkembangnya tubuh saya, ciri khas jalan miring yang saya miliki sudah tidak kentara lagi. Ternyata Della cukup perhatian.
"ceritanya panjang De, Ibu jalannya miring karena pinggangnya patah waktu Ibu masih SD."
"Gak apa2 panjang, ceritain dong bu..kenapa bisa patah pinggangnya."
"Hmm.. nanti aja mau Bobo ibu ceritain ya...skrng belajar dulu. "
----------o00o----------
Menjelang anak2 tidur, ceritapun di mulai. Jadi ceritanya begini..
Dari kecil ibu paling suka air, mungkin karena masa kecil ibu di habiskan di beberapa rumah yang dekat dengan kali.
waktu belum sekolah ( dulu saya tidak sekolah TK) , ibu sudah pandai berenang meski dengan gaya anjing atau gaya bebas terseerah, itu semua karena tinggal bersama nenek ibu di desa ( yang sekarang berubah menjadi BSD City) sampai kelas 2 SD
Pindah dari rumah nenek ibu, akhirnya Ibu ikut nenek kamu yang mengajar di daerah Kali Anyar Jakarta Barat, lagi-lagi tinggal dekat kali.
Meski kali Jakarta tidak sebersih Cisadane saat itu, namun ibu cukup senang karena ibu masih bisa diam-diam berenang di kali. Kenapa diam-diam ? karena nenek kamu melarang ibu berenang di kali di Jakarta. Selain kurang bersih juga banyak kejadian orang tenggelam atau terbawa arus. Waktu di larang nenek, ibu cuma bilang
"ah mereka yang tenggelam itu pasti karena tidak bisa berenang".Akhirnya..untuk memenuhi hasrat ibu yang sangat menyukai air, nenek kamu memasukkan ibu ke les renang di kolam renang grogol.
Ibu cuma berapa tahun ya tinggal di sana lupa. Karena rumah sering kena banjir, akhirnya nenek kamu memutuskan pindah rumah lagi ke daerah angke jembatan lima. Kali ini ibu tidak bisa bermain-main dengan air, selain kali angke ini kotornya luar biasa meskipun warnanya belum sehitam saat ini. Mau ke kolam renang juga jauh, kolam renang pada masa itu hanya ada di gelanggang olah raga. Jadi lah beberapa tahun ibu manyun, cuma bisa main air ketika hujan turun atau cuma berani bermain di pinggir kali angke yang waktu itu masih banyak kebun sayur.
Meskipun ibu tidak pernah main air di kali angke, tapi ibu pernah secara tidak sengaja merasakan dingin dan baunya kali angke akibat ibu terperosok dua kali di tempat yang berbeda. Pertama ibu terperosok tanah gembur di kebun sayur pinggir kali waktu ibu ngejar2 layangan, dan yang kedua ibu terperosok di lubang antara tiap batalan kereta di jembatan kali angke, waktu itu ibu juga lagi lari2. dan byurrrr langsung nyemplung ke bawah sambil teriak ...aaawwww...!!!!!
ilustrasi dr atas jembatan KA saya nyemplung ke bawah
Untung ibu bisa berenang, jadi ibu gak tenggelam... ibu coba berenang tp susah rasanya. sampai tiba2 ada teriakan "Eviiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii !!!! ".. bbyurrr !! .. ada bapak2 yang terjun ke kali untuk nolong ibu. Trus langsung narik ibu ke pinggir dan di tolong oleh orang2 banyak yang ada di pinggir kali.
Ibu langsung di gendong Bapak2 tadi ke rumah ibu, Semula ibu dikira anaknya yang bernama Evi, ternyata bukan, Bapak yang nolong ibu ternyata juga masih tetangga Ibu.
Ibu langsung di mandikan, Jangan tanya baunya kali itu, 1 batang sabun mandi, 2 botol air mawar, kembang entah berapa rupa di bak mandi, rasanya belum bisa menghapus bau kali itu . Di tambah lagi tiba2 ibu merasa sakiiiit sekali waktu badannya di gosok2.Sakitnya sampai besoknya..
Karena gak tahan, akhirnya ibu di bawa nenek ke rumah sakit sumber waras, di sana di ronsen trus ketahuan kalau bahu dan pinggang ibu retak.
Jadi karena Terperosok dr jembatan kali angke inilah yang menyebabkan pinggang dan bahu kiri ibu patah dan itu sebabnya ibu terlihat kalau jalan miring ke kanan sampai sekarang ini.
Gitu ceritanya De...
Seno yang ikut mendengarkan, nyeletuk "
ah gak keren jatuhnya dari jembatan kereta api, trus ke kali item bau lagi""Yeeeeyyy..siapa juga yang mau jatuh Mas !!"
Trus Della tanya lagi,
"Ibu Kapok dan gak mau dekat dengan kali lagi ? "Gak lah De.. kalau sama yang berurusan dengan air, ibu gak ada kapoknya.
Buktinya, kalalu kita ke Lengkong, ibu masih suka main getek dan berenang di kali cisadane kan. Ibu masih membuang air yang coba-coba masuk ke garasi rumah kita sambil hujan-hujanan.
Dan kalau pulang kerja pas hujan, ibu juga gak pernah nunggu reda, malah milih hujan2an dari pada macet-macetan.
Karena senang dengan air juga ibu lebih sering mengajak kamu jalan ke tempat-tempat yang ada unsur airnya seperti ke pegunungan, sungai atau laut , kolam pemancingan atau ke kolam renang.
Ibu juga gak marah kan kalau kamu dan Mas Seno main air atau main hujan2an seperti kemarin itu.
Seno dan Della serentak teriak .. horeeeeee... !!! nanti kalau hujan kita main hujan-hujanan !!!
Tulisan ini mau di ikutkan di
lombanya Jeng Vina ah !