Thursday, November 29, 2007

3 Idolaku terjerat narkoba

Beberapa hari belakangan ini, seperti yang kita sudah tahu bersama, beberapa selebrtiti ditangkap polisi karena kasus narkoba. menyedihkan ya di usia mereka yang mulai senja yang mestinya mereka mulai menikmati hidup dengan sesuatu yang lebih bermanfaat untuk keluarga ( juga bangsanya), mereka malah terjerumus ke perbuatan yang tercela.

Roy Marten, Idola gue dimasa muda, tentu saja karena ganteng dan permainannya yang apik di setiap filmnya. beruntung Roy masih mendapat support dari istri dan keluarganya.

Fariz RM, ini Idola gue banget, sampe poster2nya menghiasi dinding kamar kost gue, dan sempet gak rela waktu dia merit sama oneng hehe.. Semoga Oneng juga punya hati dan jiwa seperti Anna Maria..

Bang Iyek.. ini juga idola gue, gue hapal lagu2 dia, semua lagu God Bless di album semut hitam nyaris gue hapal, belum lagi lagu "huma di atas bukitnya" sempet jadi inspirasi gue untuk bikin rumah seperti di lagunya... Untuk Bang Iyek.. duh, kasian dia, hmm.. istrinya ?? anaknya malah konon juga terlibat... semoga bang .. Iyek tabah menjalani cobaan ini.

Semoga... kasus ini tidak menular ke Ikang Fawzi hehe.. idola gue lainnya..

1/2 Hari hidup tanpa Hp

Sejak mulai punya hape dan hape mulai merasa di perluin, gue gak pernah ketinggalan benda satu itu, rasanya hape bener-bener sudah jadi jiwa gue, ada yang kurang kalo tiba hape gak keliatan di atas meja kerja. Sebenernya ini suatu kebiasaan yang engga bagus ( kata Bapa Seno yang gak doyan nelpon dan sms ), ngapain juga bergantung sama hape terus, kan di kantor ada ada telp  atau ada vpress buat komunikasi selama di kantor. Bener sih kalo di kantor hape gue kebanyakan memang hanya untuk terima saja, untuk dial gue lebih suka pake fasilitas kantor hihi.. gratis..

 

Cuma susahnya, gue ini kan orang operation plus development juga, dan nomor hape gue ini sudah mendunia ( hehe ), dan karena semua no. telp ada di phonebook hape, jadi seringkali amat sangat di perluin saat mau menghubungi teman atau kerabat bahkan user sekalipun selalu menghubungi no. hape ini, meskipun ada no. kantor yang bisa di hubungi untuk urusan kantor,dan mereka lebih enak langsung telpon ke hape gue ya.. jadi gak pernah hape gue tidak berdering setiap harinya.

 

Kalau buat gue hape Cuma sekedar alat komunikasi yang simple aja, buat telp or diitelpon, nelpon, sms plus foto2. gue juga gak ngikutin tren gonta-ganti hape dengan berbagai kecanggihannnya. 

 

Hari ini gue lupa bawa hape, tapi tumben juga hari ini gue tidak merasa kehilangan atau merasa kesusahan karena benda satu itu gak kebawa. Dan malah koq ngerasa enak ya gak ada bunyi2an yang mengganggu. Cuma sedikit H2C aja, kalau2 ada panggilan kerja others company mo ngasih gue new job dan nelpon gue ke hape hehe.. Hmm.. ternyata gak ada hape juga masih bisa “hidup” dan gak bisa dibilang jauh dari peradaban koq..

Monday, November 26, 2007

Dinar Iraq, Investasi atau Koleksi ?

Beberapa minggu terakhir ini gue di datangi dan di bujuk seorang teman untuk katanya “menanamkan investasi” dalam bentuk Dinar Iraq. Dan bahkan siap dengan sebuah testimony beberapa orang rekan yang dalam tempo 3 bulan sudah meraih keuntungan berlipat.

Intinya, dengan kita membeli Dinar Iraq yang saat ini sedang jatuh akibat dari krisis perekonomiannya di sana, kedepannya di harapkan ekonomi Negara Iraq akan segera membaik dan dinar Iraq menguat terhadap US $

Kalau di hitung-hitung nilai tukar dinar terhadap dolar AS sebelum perang kemarin adalah sebelum perang 1dinar=3.35 USD ,saat ini 1 dinar=0,0008 USD dan setelah perang 1 dinar=1 USD . 

Itu sebabnya teman gue menawarkan untuk menyimpannya saat ini dan menjualnya pada saat pereokonomian Iraq membaik atau pada saat mata uang Dinar sudah menguat dan tentu saja dengan keuntungan yang lumayan banget.

Cuma… gue koq kurang yakin aja ya sama bisnis yang ginian, bisa aja sih beli saat ini  beberapa lembar, Cuma takut gambling, iya kalau naik kalau turun ?? rugi Bandar kan hehe.. mending bisnis yang jelas-jelas aja kali ya..

Tapi kalau melihat gambar uangnya sih memang bagus-bagus.. hmm.. lebih enak jadi koleksi deh.. ( kalo punya duit buat belinya ... )

 

Sinusitiskah ?

Penyakit yang paling sering dan paling betah di diri gue adalah flu, gue lebih sering flunya di banding gak flu. Padahal gue sudah minum supplement yang menganudung Vit-C. tapi tetep aja masih flu masih sering mampir. Sebenernya gue bisa mengenali kapan kira-kira gue bakal kena flu.

1.      Bangun tidur pagi-pagi, apalagi setelah mandi pagi, langsung bersin-bersin

2.      Habis bersih-bersih rumah, banyak debu trus bersin-bersin, di lanjutkan flu

3.      AC di kantor terlalu dingin, lupa pake jaket or bawa jaket

4.      Kena gerimis dikit aja pasti flu

5.      Kena panas siang2, masuk ke ruangan ber AC, trus pusing.. ini juga bisa bikin flu.

Sempet cek ke THT, di Tanya alergi atau engga, gue sebutkan ke 4 di atas. Trus gue Tanya balik ke dokternya apakah gue kena sinusistis ?.. di cek pake teropong , di teken2 hidungnya gak ada rasa sakit, mas di colok2 pake alat malah gue bersin-bersin lama… ( dan dilanjutkan flu tentu).

Trus dokter kasih obat semprot, dan diminta menyemprotkannya dipagi hari dan sore/malam hari atau kalau berasa mampet…

Akhirnya..obat ini selalu ada di tas gue, kemanapun pasti gue bawa, saat flu atau tidak.

Sreet lubang kiri.. srot lubang kanan… legaaa ..

Tapi kira2 bahaya gak ya pake obat semprot itu terus menerus ?

Om Dhukun EddyJP mungkin bisa Bantu ??

Sunday, November 25, 2007

Dimana Lokasi Foto Bell ini ?


Kemaren Minggu ngehadirin / ngewakilin Bapa Seno ke pernikahan sepupunya, trus iseng ngeliat object yang jadul-jadul. jadi di foto aja.

Ada yang tahu lokasinya di Mana ??.

 

Hari Pahlawan Tanpa Tanda Jasa ke 62

Dulu, kalau nyanyi lagu pahlawan tanpa tanda jasa, gue pasti ubah syairnya.

Terpujilah wahai engkau Ibu, Mamang, Aa.. Namamu akan selalu hidup dalam sanubariku… dst

Gak berlebihan kan ? karena mereka semua , Ibu, 3 orang Mamang, semua kakak kandung gue dan sekarang ternyata  bapa mertua, beberapa ornag sepupu pihak bapak maupun ibu juga berprofesi sebagai guru. Banyak kisah sedih dan gembira yang sempat di dengar dan di rasakan dari mereka terutama Ibu dan Mamang mengenai profesinya.  Ngelihat  si mamang (waktu gue masih SD ) berangkat ngajar, persis seperti lagunya Iwan Fals. Masih terbayang juga ketika ibu berlari-lari  takut ketinggalan kereta di Stasiun Tangerang menuju tempatnya ngajar. Dan tidak ketinggalan juga kisah-kisah mengharukan dan menggelikan saat si Aa pulang ke Jawa setelah 5 tahun mengabdikan diri menjadi guru di pedalaman Timika Papua.

Pengorbanan dan jasa mereka jangan bandingkan dengan penghasilan, tapi mereka salalu tetap semangat untuk mengajar sampai masa pension tiba.

 

Jadi untuk menghormati beliau-beliau para Guru di HUT Guru 25 Nov ini, , terutama Ibu Sukaesi yang mengenalkan gue angka 1-10, A to Z, terima kasih tak terhingga. Buat Alm. Ustadz Alwi dan Ustadz Majid yang mengajarkan gue hurur hijaiyah. Pak Hariri guru Bahasa SMP yang pertama kali meminjamkan buku Om Pram, sehingga gue keranjingan sampe sekarang. Buat para guru SMA yang ngasih nilai jelek mapun bagus,  dengan tulus saya mengucapkan selamat hari Guru, terima kasih atas semua jasa dan pengorbananMu. Selamat menikmati pensiunmu dengan kebahagiaan karena banyak doa yang di panjatkan oleh murid-muridMu. Buat yang sudah alm semoga mendapatkan kedamaian di Surga.

 

Buat Aa, Teteh dan semua saudara yang masih mengajar, saya titipkan  anak bangsa kepadamu agar didik menjadi anak bangsa yang jujur, yang berakhlak mulia supaya masa depan bangsa lebih baik lagi.

 

Buat Pak SBy, semoga Bapak tidak lupa dan berkenan memenuhi janji untuk mengangkat semua tenaga honorer menjadi PNS dalam masa 5 tahun kepemimpinan bapak.

Friday, November 23, 2007

Petani dan Kuda

Barusan curhat sama temen lama, dan dikirimin cerita ini :

Alkisah jaman dahulu kala ada seorang petani miskin yang hidup dengan seorang putera nya. Mereka hanya memiliki seekor kuda kurus yang sehari-hari membantu mereka menggarap ladang mereka yang tidak seberapa. Pada suatu hari, kuda pak tani satu-satu nya tersebut menghilang, lari begitu saja dari kandang menuju hutan.

Orang-orang di kampung yang mendengar berita itu berkata: “Wahai Pak tani, sungguh malang nasibmu!”.
Pak tani hanya menjawab, “Malang atau beruntung? Aku tidak tahu …”

Keesokan hari nya, ternyata kuda pak Tani kembali ke kandangnya, dengan membawa 100 kuda liar dari hutan. Segera ladang pak Tani yang tidak seberapa luas dipenuhi oleh 100 ekor kuda jantan yang gagah perkasa. Orang-orang dari kampung berbondong datang dan segera mengerumuni “koleksi” kuda-kuda yang berharga mahal tersebut dengan kagum. Pedagang-pedagang kuda segera menawar kuda-kuda tersebut dengan harga tinggi, untuk dijinakkan dan dijual. Pak Tani pun menerima uang dalam jumlah banyak, dan hanya menyisakan 1 kuda liar untuk berkebun membantu kuda tua nya. Orang-orang di kampung yang melihat peristiwa itu berkata: “Wahai Pak tani, sungguh beruntung nasibmu!”.
Pak tani hanya menjawab, “Malang atau beruntung? Aku tidak tahu …”

Keesokan hari nya, anak pak Tani pun dengan penuh semangat berusaha menjinakan kuda baru nya. Namun, ternyata kuda tersebut terlalu kuat, sehingga pemuda itu jatuh dan patah kaki nya.

Orang-orang di kampung yang melihat peristiwa itu berkata: “Wahai Pak tani, sungguh malang nasibmu!”.
Pak tani hanya menjawab, “Malang atau beruntung? Aku tidak tahu …”

Pemuda itupun terbaring dengan kaki terbalut untuk menyembuhkan patah kakinya. Perlu waktu lama hingga tulangnya yang patah akan baik kembali. Keesokan harinya, datanglah Panglima Perang Raja ke desa itu. Dan memerintahkan seluruh pemuda untuk bergabung menjadi pasukan raja untuk bertempur melawan musuh di tempat yang jauh. Seluruh pemuda pun wajib bergabung, kecuali yang sakit dan cacat. Anak pak Tani pun tidak harus berperang karena dia cacat.

Orang-orang di kampung berurai air mata melepas putra-putra nya bertempur, dan berkata: “Wahai Pak tani, sungguh beruntung nasibmu!”.
Pak tani hanya menjawab, “Malang atau beruntung? Aku tidak tahu …”

Moral of the story.. Pandang suatu peritiwa dari sisi baiknya, maka kebaikan yang akan di dapat.

Dan... 6 bulan lalu, gue serasa mendapat 100 Kuda, dan saat ini kaki  gue sedang patah. Semoga akan segera datang Panglima perang.