Friday, February 18, 2011
Film Asing Ditarik, Nyantai aja...
Friday, December 4, 2009
You are what you carry.
Nah, Anda ingin tahu bagaimana karakter Anda menurut tas yang Anda bawa? Silakan dicek:
1. Oversized bag. Tas berukuran besar memberi kesan pemakainya lebih langsing, dan ini yang Anda sukai. Anda juga suka tas yang bisa dipakai setiap hari, sehingga bisa menyimpan cermin, lipstik, sikat rambut, atau atasan untuk dipakai pada acara nanti sore. Anda yang senang memakai tas hobo berarti cukup pintar, tapi juga sedikit malas.
2. Tas berwarna nude. Membawa tas dengan warna nude atau krem menunjukkan bahwa Anda berkepribadian menawan dan ramah. Handbag berwarna netral juga menandakan bahwa Anda seorang practical shopper. Anda selalu membeli sesuatu yang akan cocok dikenakan dengan seluruh koleksi pakaian Anda.
3. Clutch. Menurut situs gaya hidup, Luxist.com, perempuan yang memakai clutch untuk keperluan sehari-hari adalah seorang "jet-setter". Benar begitu? Hm... yang jelas tas kepit yang tipis ini memang nyaris tak bisa menyimpan barang-barang besar, kecuali mungkin ponsel dan dompet yang tak terlalu tebal. Maka orang yang memakainya setiap hari kemungkinan punya asisten (atau pacar) yang dengan setia membuntuti sambil membawakan barang-barang Anda yang lain.
4. Tas yang mengilap atau menyolok. Tas yang berwarna meriah, atau eye-catching berkat pernak-perniknya, mengindikasikan seseorang percaya diri. Namun memakai tas yang menarik perhatian juga menunjukkan bahwa pemakainya cenderung mengabaikan orang lain ketika ia sedang berjalan di jalanan.
Bagaimana Karakter teman2, yang mana yang cocok kira2 ?
Hmm.. saya tidak menemukan karakter saya di sana , karena tas yang saya pakai sehari-hari jenis yang begini
Sampe temen saya Om Arief.. ( dooh om arief lagi yg di sebut ), pernah ngasih tahu ke Mbak Esti istrinya, pokoknya ciri2nya Icho itu yang pake tas slempang.. hehehe..
*sumber tulisan dan gambar dari sini *
Monday, September 28, 2009
Samsat Drive Thru (cuma 5 menit )
"Diharapkan dengan pembangunan Samsat Drive Thru ini, pelayanan akan lebih cepat" kata Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Pol Condro Kirono saat dihubungi.
Lokasi Samsat Drive Thru sendiri terletak di depan Kantor Samsat Jakarta Selatan di Kawasan Polda Metro Jaya. di Jalan beraspal di tulis arah menuju ke Samsat Drive Thru agr wajib pajak tidak tersest saat mencari lokasi Samsat Drive Thru.
Ada 2 loket yang disediakan di Samsat Drive Thru ini untuk melayani wajib pajak, lanjut Condro.
Kasubdit Regident Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Teddy Minahasa yang dihubungi secara terpisah mengatakan, dalam pelaksanaannya wajib pajak (WP) atau pemilik kendaraan cukup membuka jendela kaca mobilnya dan mendatangi loket I untuk menyerahkan BPKB, STNK, dan KTP asli kepada petugas untuk input data.
Selanjutnya WP menuju ke loket II untuk membayar pajak yang sudah ditetapkan. "Diharapkan layanan Samsat Drive Thru bisa mengurangi antrean di gedung Samsat karena prosesnya cepat " Kata Teddy.
Namun layanan Drive Thru ini masih memiliki keterbatasan. Layanan Drive Thru baru bisa diterapkan bagi wajib pajak yang kendaraannya sudah balik nama atas nama pemiliknya.
"Buat pemilik kendaraan yang belum balik nama, yang beli mobil bekas misalnya, harus balik nama dulu, baru bisa bayar di drive thru..
Teddy mengatakan, Samsat Drive Thru merupakan salah satu terobosan dalam program quick response Polri dalam rangka meresponse secara cepat masyarakat. Tidak hanya itu, dengan sistem ini mengurangi pungli yang sering dilakukan oknum petugas.
ini merupakan pilot project dan kedepannya akan dibangun di lima wilayah DKI Jakarta.
BAYAR PAJAK DI DRIVE THRU :
1. Sementara diperuntukkan untuk pemilik kendaraan roda empat.
Kendaraan sudah harus balik nama atas nama pemiliknya.
2. Pajak yang dibayar adalah pajak tahunan (bukan ganti plat nomer)
3. Mobil masuk ke jalur drive Thru yang telah ditentukan
4. di loket pertama Wajib Pajak hanya menyerahkan BPKB, STNK, dan KTP asli
5. Lalu di Loket kedua, Wajib Pajak membayar pajaknya.
------------ Samsat Tangerang, kapan menyusul ??? ---------------------
sumber : dari milis
Gratisssssss ... (untuk yg berbaju batik )
Nominasi tersebut disampaikan pada sidang UNESCO pada 28 September hingga 2 Oktober 2009 di Abu Dhabi Uni Emirat Arab. “Diharapkan seluruh warga Jakarta baik perorangan maupun pemerintahan serta swasta memakai batik pada hari itu,” ujar Aurora, Senin (28/9).
Menurut Aurora, bila batik disahkan menjadi warisan budaya dunia tak benda, maka batik menjadi warisan ketiga Indonesia yang terdaftar dalam Intangibe Heritage of Humanity Unesco. Sebelumnya, Keris masuk ke daftar tersebut pada 2003. Lalu dilanjutkan oleh Wayang pada 2005.
Demi mendukung penobatan oleh UNESCO tersebut, seluruh museum di bawah Pemprov DKI Jakarta pada 3 – 7 Oktober mendatang akan menggratiskan setiap pengunjung yang menggunakan baju batik. “Para pengunjung pun akan diberikan pin batik sebagai penghargaan,” ujar Kepala Dinas Pariwisata, Arie Budiman.
Selain museum, Taman margasatwa ragunan pun memebrikan tiket masuk gratis kepada pengunjung berbaju batik pada 5 Oktober 2009. Begitu pula dengan Ancol yang memberikan diskon sebesar 50 persen untuk Gerbang Utama, Atlantis, dan Samudra. Sedangkan Dunia Fantasi memberikan diskon masuk 40 persen.
----------- ke Museum yuuuuuk.. jangan lupa pake batik ------------------
*Dari republika newsroom*
Friday, March 27, 2009
Duka di Situ Gintung
KOMPAS.com — Situ Gintung mendadak terkenal. Sudah 40-an orang tercatat tewas, masih angka sementara, menyusul jebolnya tanggul situ atau danau itu, Jumat (27/3) dini hari.
Selama ini, Situ Gintung hanya dikenal masyarakat Jakarta dan Tangerang sebagai salah satu tempat wisata alam dengan pemandangan danau. Letak danau ini memang di dekat perbatasan Jakarta Selatan dan Tangerang Selatan, yaitu di Cirendeu, Kecamatan Ciputat, Tangerang Selatan, tepatnya di belakang kampus Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta.
Suasana alam terasa begitu masuk ke kawasan wisata seluas lima hektar yang merupakan bagian dari seluruh luas danau sekitar 21,4 ha ini. Lahan parkirnya dipenuhi pohon palem dan kelapa. Area tamannya juga banyak ditumbuhi pohon tinggi sehingga terasa seperti di daerah pegunungan.
Danaunya sendiri sesungguhnya tidak kelihatan bagus, danau terus mengalami proses pendangkalan. Berdasarkan data dari Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Ciliwung Cisadane, luas Situ Gintung semula mencapai 31 hektar. Namun, karena proses pendangkalan sekarang luasnya tinggal 21,4 hektar.
Pada akhir pekan dan hari-hari libur, lokasi ini biasanya ramai pengunjung. Bagi warga Jakarta yang kekurangan ruang terbuka hijau, berada di sini memang akan memberi suasana lain: alam hijau, semilir angin, dan danau. Tujuan utama orang ke sini bukan danaunya, tetapi taman rekreasi yang dilengkapi fasilitas kolam renang, gazebo dengan pemandangan danau, area outbound, serta motor dan motor ATV.
Tiket masuknya tergolong murah, hanya Rp 5.000, meski untuk menikmati aneka fasilitas yang ada pengunjung masih harus mengeluarkan biaya lagi. Untuk pemakaian banana boat, misalnya, pengunjung masih harus membayar Rp 50.000/trip, lapangan tenis Rp 25.000/jam, main motor atau mobil ATV bayar lagi Rp 5.000 per beberapa putaran.
Atau, kalau mau mencoba permainan outbound bayar lagi, dengan pilihan paket mulai Rp 25.000 hingga Rp 35.000. Kalaupun hanya membayar tiket masuk, bermain di area kolam renang sudah cukup memuaskan karena dilengkapi berbagai permainan.
Itulah Situ Gintung sebelum jebol. Sekarang, Situ Gitung adalah tragedi. Tanggulnya yang jebol sekitar 30 meter dan serta-merta menggelontorkan air bah sekitar 2,1 juta meter kubik.
Kapasitas tampung danau itu memang sejitar 2,1 juta meter kubik, tetapi hujan deras yang terjadi Kamis sore pukul 16.00-20.00 kemarin menyebabkan danau tak mampu menampung air. Menurut Kepala Balai Besar Wilayah Ciliwung-Cisadane Pitoyo Subandrio, sekitar satu juta meter kubik air terpaksa mengalir melalui bibir tanggul dan pelan-pelan mengikis tanggul.
Gerusan air yang terus-menerus ditambah dengan rapuhnya tanggul yang dibangun pada zaman Belanda itu menyebabkan tanggul perlahan-lahan longsor di bagian bawah sehingga tanggul makin tak kuat. Akhirnya, sekitar pukul 02.00, tanggul jebol dan menggelontorkan jutaan kubik air.
Akibatnya, puluhan jiwa melayang, ratusan rumah warga hanyut, dan ribuan rumah lainnya di kawasan Ciputat dan Bintaro tergenang banjir.
Note Icho :
Minggu besok semula saya berencana mengajak anak2 dan anak teman saya untuk berenang di sana.., saya simpan foto2 dari berbagai media ini di MP saya untuk sekdar mengingat bahwa musibah itu begitu dekat dengan kita...
Manusia cuma berencana.. Tuhan yang menentukan segalanya
Monday, November 17, 2008
Ayu bantu pak bupati hindari wabah DBD
Menguras tempat-tempat penampungan air seperti : bak mandi/ WC, tempanyan, ember, vas bunga, tempat minum burung dan lain-lain seminggu sekali.
Menutup :
Menutup rapat semua tempat penampungan air seperti ember, gentong, drum dan lain-lain
Mengubur :
Mengubur semua barang-barang bekas yang ada disekitar / di luas rumah yang dapat menampung air hujan
* Membunuh jentik nyamuk Demam Berdarah ditempat air yang sulit dikuras atau sulit air dengan menaburkan bubuk Temephos ( abate ) atau Altosoid 2-3 bulan sekali dengan takaran 1 gram abate untuk 10 liter air atau 2,5 gram Altosid untuk 100 litter air.
Abate dapat diperoleh / dibeli di Puskesmas atau di apotik
* Memelihara ikan pemakan jentik nyamuk
* Mengusir nyamuk dengan menggunakan obat nyamuk
* Mencegah Gigitan nyamuk dengan memakai obat nyamuk gosok
* Memasang kawat kassa jendela dan ventilasi
* Tidak membiasakan menggantung pakaian di dalam kamar
* Gunakkan sarung klambu waktu tidur.
Pemberantasan nyamuk dengan fogging maupun penyemprotan hanya mengusir nyamuk untuk sementara, dan terkadang kurang sehat bagi mereka yang alergi pada asap fogging ini.
Tuesday, February 5, 2008
Singkong aja koq dikorupsi
Di musim susah begini miris dan kasihan sekali baca berita petani singkong caspro di Desa Golo Ronggot Manggarai Flores sana, betapa tidak, singkong varietas landras lumajang hasil panen mereka Cuma di hargai Rp.200/Kg. padahal sepotong singkong goreng di tukang gorengan di Jakarta sekarang harganya Rp.500, bahkan ada yang sudah menjual Rp.1500 untuk 2 potong.
Jangan bayangkan dengan biaya ke toilet umum di Jakarta, karena 1 kali ke toilet bisa setara dengan 5Kg singkong, kenyang banget kan.
Sebenarnya para petani Desa Golo Ronggot tersebut menanam singkong berhektar-hektar bukan tanpa tujuan, mulanya tujuannya adalah memenuhi permintaan investor dari China yang mau membeli singkong Manggarai yang konon bagus untuk etanol.
Tapi sampai panen singkong tiba, Pemda setempat tidak menandatangani nota kesepakatan antara investor dengan pemda, jadi tidak jelas siapa yang akan membeli hasil panen para petani singkong tersebut, padahal untuk untuk memodali projet tanam singkong ini tidak sedikit rupiah yang sudah mereka keluarkan.
Untungnya, Ketua DPRD setempat segera (akan) membawa kasus ini ke KPK karena di duga ada penyimpangan dalam proyek singkong ini.
Kalau kasus ini benar.. duh.. teganya teganya teganya.. singkong aja koq di korupsi.