Monday, December 13, 2010

[Banten Lama ] - Museum Situs Kepurbakalaan




Di Museum ini, sebelum saya masuk ke dalam, berhubung perut sudah agak lapar, saya menikmati dulu tahu gejrot dan es kelapa muda.

Selanjutnya ketika teman-teman yang lain mulai beristirahat makan siang di bawah pohon beringin yang rindang, saya baru sempat memasuki museum. Untungnya masih ada beberapa orang yang juga belum selesai berkeliling di temani Pak Suwarjo pemandu dari museum yang menjelaskan semua koleksi museum.

Jangan bandingkan Museum Banten ini dengan museum di Jakarta, jauh sekali bandingannya..

Baru masuk museum langsung di suguhi pemandangan gerabah seperti gerabah plered atau kasongan dengan tulisan besar-besar di dinding. Menengok ke kanan, dan ke kiri ada arca mandi, ada lukisan sultan Banten entah yang ke berapa.

Terus berkeliling sampai seluruh koleksi selesai di jelaskan pemandu, waktu yang di perlukan kurang dari setengah jam karena koleksinya yang tidak terlalu banyak. Secara keseluruhan, koleksi museum cukup menggambarkan ada sejarah dan kehidupan sehari-hari penduduk Banten dan kesultanannya.



Sunday, December 12, 2010

[Banten Lama ] - Vihara Avalokitesva




Menyebrang dari Benteng Speelwijk akhirnya saya tiba di vihara. Saat itu vihara sedang di renovasi, jadi meja persembahan di pindah ke sayap kanan vihara. 2 buah Pagoda besar ada di kiri kanan vihara.

Belok kanan dan ke belakang vihara, ternyata tempat ini cukup luas dan teduh, ada perpustakaan, balairung tanpa dinding tempat berkumpul atau doa bersama di luar ibadat, ada meja-meja di taman.
Sepanjang dinding gedung di hiasi dengan aneka lukisan yang menceritakan perjalanan pengembangan agama budha di dunia ( ini saya coba-coba menerka saja lho, ) karena nara sumber kali ini asik meramal ciamsi :-) Ternyata setelah saya search di google, selasar dengan relief itu menceritakan hikayat ular putih.

Di Gedung serba guna saya lihat ada yang sedang ibadat sekaligus latihan musik ( bukan barongsay). Saya tertarik seorang pria yang berpenampilan seperti pengemis, bajunya kotor dan seperti kurang terurus yang sempat saya lihat di depan vihara. Namun ketika saya ke belakang vihara, orang tadi terlihat khusuk berdoa..

Di vihara ini saya juga mencoba meramal pakai ciamsi. dengan cara berdoa kepada dewi kwan im sambil mengocok-ngocok beberapa batang bambu bernomor ( seperti ngocok arisan). sampai salah satu bambu keluar dari kocokan tersebut. Selesai bambu keluar, kita masih harus mengkocok-kocok batu / biji belah , kemudian di lempar ke lantai. Jika salah satu biji tersebut beda, ( 1 telungkup dan 1 terbuka ), maka hasil ciamsi sudah di setujui Dewi Kwan Im dan bisa kita lihat di lembar hasilnya. Jika hasil batu/biji yg dilempar masih sama ( keduanya telungkup atau keduanya terbuka ke atas), lemparan harus di ulangi lagi.

Dengan 1x melempar, batu/biji yang saya lempar sudah terbuka, hasilnya ciamsi no. 34.

Note : ramalan ini bersifat iseng belaka, boleh percaya boleh tidak

[Banten Lama ] - Benteng Speelwijk




Fort Speelwijk. Fort artinja benteng, dan Speelwijk adalah diambil dari nama gouverneur-generaal yang sangat di hormat. Sebab ia sudah memusnahkan Makassar dan Bantam. Kemudian mereka memaksa untuk mengakui kehebatan kumpeni yang berpusat di Batavia.

Lokasi Benteng Speelwijk berada di daerah Banten Lama, Serang, tepat diseberang Vihara Avalokitesvara, hanya dipisahkan oleh sebuah sungai yang hampir mati karena dangkalnya. Dari depan jembatan di depan Vihara akan terlihat tembok benten ini.

Konon menurut Sejarah Benteng ini bekas kesultanan Banten dan pada tahun 1685 tentara penjajah Belanda menyerbu dan menguasai banten dan di tahun 1785 kesultanan dihancurkan kemudian di bangun Benteng yang lengkap dengan ruang bawah tanah , yaitu bekas gudang amunisi dan ruang tahanan juga sebagai ruang pertahanan dari ancaman musuh dari luar.

Ruangan2 di dalam Benteng juga hanya tersisa pondasi2 nya saja, namun masih ada sisa ruangan yang diduga bekas ruangan serba guna merangkap kapel/gereja karena tersisa mimbar untuk khotbah di sana.

Benteng Speelwijk kini tinggal reruntuhan atau puing – puing bangunan tua yang merupakan saksi bisu atas semangat patriotisme “ sultan agung tirtayasa “ pada saat melawan penjajah belanda yang hendak masuk dan memberi pengaruh kolonialisme pada rakyat banten, juga menjadi bagian dari salah satu bangunan tua yang kaya akan sejarah dan menjadi ciri khas kota tertua.

Di Belakang Benteng, juga terdapat beberapa kuburan Belanda, yang sekarang nisannya sudah tidak ada. Menurut Pak Liliek ( Nara sumber Sahabat Museum ), terakhir beliau ke sini, nisannya masih ada, sayang sekali kalau sekarang ternyata sudah tidak ada lagi.
Tinggi dinding Benteng Speelwijk kurang lebih 5 meter, dengan pintu masuk yang kecil di setiap sisinya, kita bisa naik ke benteng ini karena lebar benteng yg sekitar 1 meter tidak terlalu menakutkan untuk berjalan di atasnya dan menikmati pemandangan yang bagus di bawahnya.
Dari menara pengawas di atas Benteng Speelwijk ini dulunyta penjaga bisa melihat kapal-kapal yang mendekati pantai dari arah Laut Jawa.
Di Samping benteng dekat kanal yang dangkal juga terdapat makam Belanda yang di beton, seperti kebiasaan Belanda yang selalu memakamkan jenazah kemudian membetonnya.
Sungai yang kini nyaris mati di dekat Benteng Speelwijk itu dulu pernah bisa dilewati kapal. Menurut cerita orang setempat, sungai itu pernah dikeruk sebanyak tiga kali, namun tampaknya laju pendangkalannya sangat cepat.

[Banten Lama] - Karangantoe & Menara Pecinaan Tinggi




Sekarang di sebut desa Karang Hantu. Saya membayangkan dulunya di sini ada sebuah karang berbentuk seperti Hantu, atau di karang pinggir pantai ini banyak hantunya. Sungguh menyeramkan.

Tapi sesungguhnya ini tempat, dulunya adalah tempat di mana pelaut Belanda tiba pertama kali di Bantam ( nama Banten jaman dahulu) pada tanggal 27 Juni 1596 ( eh beda sehari sama ultah gw tuh tanggal, halah !!). Tahun itu sungguh meninggalkan sejarah yang bernilai, karena sejak para pelaut Belanda itu tiba, hari-hari berikutnya mereka kerap merongrong kekuasaan banyak Sultan di penjuru Nusantara. Terbukti 23 tahun kemudian, mereka berhasil mengenyahkan Pangeran Jayakarta dari purinya dan diduduki satu kota yang mulanya masih sepi secara bertahap-tahap menjadi pusat dagang VOC.
Ketika Belanja menginjakkan kakinya di Karangantoe ini, maka untuk pertama kalinya penduduk sana mendengarkan percakapan dalam Bahasa Belanda, karena biasanya mereka hanya mendengarkan bahasa Portugis dan Bahasa Melayu.

Kompeni itu datang dengan memanfaatkan 3 kapal dagang yang mereka beri nama kota di negerinya yaitu Mauritius, Hollandia, Amsterdan dan ada 1 kapal lagi yang disebut kapal Duyfken yang artinya burung merpati sebagai kapal pemburu dan penghubung ketiga kapal tersebut di atas.
Kapal2 itu mulai berlayar selama 15 bulan sebelumnya dari Pulau Texel di Belanda bagian utara, lalu ketika tiba di perairan Bantam, mereka membuang jangkar di dekat Pulo Lima.
Di mana Pulo Lima ? saya belum tahu..

Sayangnya tempat bersejarah ini sekarang sudah tidak ada lagi peninggalan maupun artefaknya, kami hanya melewati daerah yang pernah menjadi tempat tibanya pelaut-pelaut itu saja yang sekarang sudah menjadi perkampungan nelayan yang sepetrti biasanya agak sedikit jorok dan kotor.

Bis terus berjalan, dan sepanjang jalan pemandu cantik berjilbab dari dinas kepurbakalaan Banten terus menceritakan gedung2 yang kami lewati , ada kampung Cina dan salah satu rumah Cina yang masih utuh sampai sekarang, ada juga komplek makam pecinaan dan Mesjid Pacinaan Tinggi yang sekarang hanya meninggalkan sisa menaranya saja.
Bagaimana sejarah Masjid Pacinaan Tinggi ini ? sayangnya si Mbak menjelaskan kurang detail, hanya menceritakan bahwa dulunya banyak pedang dari Cina yang berlayar sampai ke Bantam dan kemudian membentuk komunitas Cina Muslim, sehingga banyak peninggalan Cina Muslim dan salah satunya di Masjid Pacinaan Tinggi Banten ini.

[Banten Lama] - Keraton Kaibon




Inilah tempat pertama yang saya kunjungi bersama 160 orang lebih teman-teman dari Sahabat Museum pada hari minggu kemarin.
Istana Kaibon lokasinya tidak terlalu jauh dari jalan keluar dari tol Serang Timur, ( sepanjang jalan tol saya tidur dan terbangun sudah tiba di depan Istana Kaibon, jadi gak terasa jauh :-). Tepatnya di desa Kroya

Saya ceritakan sedikit kisah singkat tentang Istana Kaibon ini diambil dari berbagai sumber dan tambahan informasi dari Pemandu wisata pihak museum Banten maupun dari nara sumber Sahabat Museum Pak Lilik.
Begini ceritanya,
Pada jaman dahulu kala sekitar 4-5 abad lalu istana ini didirikan ( tidak ada yg tahu pasti). Kaiobon mengandung makna Keibuan karena itu istana ini dibangun untuk Ibunda Sultan Syarifudin ( Sultan ke 21 Banten) yang bernama Ratu Aisyah. Waktu itu usia Sultan Syarifudin masih sangat muda (5 thn ), jadi masih sangat muda untuk memegang tampuk pemerintahan, karena itu Ibunda Ratu mengambil alih tugas puteranya sampai ia beranjak dewasa.

Istana Kaibon dihancurkan oleh Belanda pada tahun 1832, bersamaan dengan istana Surosowan. Ketika itu Du Puy, utusan Gubernur Jenderal Daendels meminta kepada Sultan Syarifudin untuk meneruskan pembangunan jalan raya Anyer – Panarukan dan pelabuhan armada pasukan Belanda di Labuhan.Namun, Syafiuddin dengan tegas menolak. Dia bahkan memancung kepala Du Puy dan menyerahkannya kembali kepada Daen Dels yang kemudian marah besar dan menghancurkan Keraton Kaibon.

Ceritanya cukup singkat saja, namun sepanjang perjalanan ke dalam istana, pemandu terus menceritakan apa saja isi istana ini.

Secara bentuk fisik, tampak bahwa istana Kaibon mempunyai bentuk yang lebih indah dari Surosowan. Mungkin karena istana ini diperuntukkan untuk perempuan, makanya dibuat lebih cantik. Ketika memasuki halaman istana, langsung terlihat dua pohon beringin besar yang merupakan lambang pengayoman terhadap rakyat yang sedang dipimpin. Gerbang istana yang memanjang, terlihat sangat cantik terletak di belakang pohon beringin

Perjalanan di mulai dari pintu gerbang utama yang bernama Gerbang Paduraksa (Khas Bugis kata pemandunya) dengan bagian atasnya yang tersambung, tampak masih bisa dilihat secara utuh. Ada juga deretan candi bentar khas banten yang merupakan gerbang bersayap.
Sebelah kiri Gerbang Paduraksa, ada Bangsal utama yang sering di gunakan untuk kegiatan apa saja, ada panti tempat Imam Shalat juga di sana, di duga bangsal ini juga sering digunakan untuk shalat berjamaah.
Agak menjorok ke belakang, ada satu ruangan yang masih nampak sisa-sisanya yaitu ruangan yang di duga merupakan kamar pribadi Ratu Aisyah. Ruang yang lebih rendah ini diduga digunakan sebagai pendingin ruangan dengan cara mengalirkan air di dalamnya dan pada bagian atas baru diberi balok kayu sebagai dasar dari lantai ruangan. Bekas penyangga papan masih terlihat jelas menempel pada dinding ruangan ini. Kedalaman ruangan pendingin air ini sekitar 2 meter.
Arsitektur Keraton Kaibon ini memang sungguh unik karena sekeliling keraton sesungguhnya adalah saluran air. Artinya bahwa keraton ini benar-benar dibangun seolah-olah di atas air. Semua jalan masuk dari depan maupun belakang ternyata memang benar-benar harus melalui jalan air. Dan meskipun keraton ini memang didesain sebagai tempat tinggal Ibunda raja, tampak bahwa ciri-ciri bangunan keislamannya tetap ada; karena ternyata bangunan inti keraton ini adalah sebuah mesjid dengan pilar-pilar tinggi yang sangat megah dan anggun. Dan kalau mau ditarik dan ditelusuri jalur air ini memang menghubungkan laut, sehingga dapat dibayangkan betapa indahnya tata alur jalan menuju keraton ini pada waktu itu.

Mengunjungi sisa-sisa keraton Kaibon ini, saya membayangkan betapa Banten sebetulnya sebuah kerajaan yang cukup besar pada masanya. iseng-iseng saya bertanya ke pemandu wisata, Ibu Ratu Atut yang sekarang jadi Gubernur Banten itu keturunan Ratu Aisyiah kah ? Pak Pemandu dengan tersenyum menjawab, mungkin juga masih keturunannya entah yang ke berapa puluh.

Tuesday, December 7, 2010

Dementor di Sekitar Kita

Buat para penggemar serial Harry Potter pasti tahu tentang Dementor.
Buat yang ga tau, digambarkan oleh tokoh Lupin bahwa Dementor punya kemampuan menyedot semangat hidup manusia sampai bisa jadi putus asa. Ternyata Dementor bukan cuma ada dalam fiksi.


Kalo di cerita Harry Potter, Dementor muncul dalam sosok yang mengerikan, berkulit kelabu dengan jari-jari kurus seperti kerangka, di dunia nyata mereka tampil seperti orang biasa.
Mereka bisa aja duduk di sebelah kita di kantin, berdiri di belakang kita waktu ngantri karcis busway, atau yang lebih serem lagi: duduk di balik pintu bertuliskan "BOSS".

Persis seperti dalam cerita Harry Potter, berdekatan dengan para Dementor bisa bikin lo tiba-tiba merasa suram, putus asa, hidup tiada guna, negara serasa mau bangkrut, kiamat seakan minggu depan, kerja kayak nggak ada gunanya, dsb, dsb.
Pada stadium lanjutan, infeksi Dementor bisa mengakibatkan timbulnya rasa curiga kalo orang lain berhasil, sirik kalo liat orang lain senang, bahkan terasa dorongan ingin nyabot sukses orang. Dengan kata lain, Dementor itu
menular, dan dampak penularannya sangat merugikan.

So... Hati-hati!

Kenapa kita sebaiknya jangan sampe ketularan jadi Dementor? Karena nggak ada orang yang seneng denger keluhan, termasuk diri kita sendiri.
Semakin banyak kita mengeluh, semakin kita benci sama diri sendiri.
Semakin kita benci sama diri sendiri, kita semakin yakin bahwa diri kita nggak berguna.
Semakin kita yakin diri kita nggak berguna, semakin tertutup jalan untuk hidup lebih baik.

Kenali Dementor Sejak Dini

Penampilan boleh nipu, tapi Dementor sejati nggak pernah bisa menyembunyikan sifat aslinya. Ciri-ciri yang paling gampang dikenali adalah:
Frekuensi curhat yang sangat tinggi, dengan topik masalah pribadi yang seolah penting banget untuk diketahui semua orang, dan nggak ada solusinya.
Yang paling mengganggu dari kebiasaan Dementor yang satu ini adalah, mereka bisa bikin sebuah acara ngumpul yang tadinya 'seru' dan 'hore' jadi ngedrop dengan curhatan-curhatannya.

Contoh:
"Eh si X baru beli HP lho!" kata seseorang."
"Oh ya, apa merknya?" sambut yang lain antusias."
"Sony Ericsson, kalo nggak salah"
Si Dementor akan ngomong : "Sony Ericsson?! Wah siap-siap aja tuh, kan batrenya cepet bocor.
Nih gue pake SE baru sebentar udah rese gini batrenya...blablabl a... mana harga jualnya cepet jatuh... blablabla... mau beli lagi nggak ada duit... blablabla... apa-apa sekarang mahal... blablabla... gaji nggak naik-naik..."

Pokoknya begitu si Dementor angkat bicara, semua yang hadir tiba-tiba merasa suntuk, lesu, nggak bergairah.
Atau dengan kata lain, yaitu tadi: ngedrop.

Dementor selalu mampu melihat sisi jelek dari segala sesuatu, nggak peduli sebagus apapun keadaannya.
Kalo mau dibilang sebagai 'bakat',  memang kemampuan Dementor yang satu ini nggak dimiliki kebanyakan orang.
Saat semua orang terkagum-kagum atas kehebatan sesuatu, para Dementor dengan kejelian yang luar biasa selalu mampu menemukan celanya.

Contoh:
"Gue kemarin ketemu sama suaminya Ibu X. Ya ampun, orangnya ganteng sekali ya... udah gitu keliatannya baik, lagi."
"Iya, gue juga pernah ketemu. Dia juga setia lho..."
"Jangan lupa, pinter pulak. Kalo nggak salah dia lulusan terbaik waktu kuliah dulu."
"Pantesan karirnya juga bagus, ya. Sekarang posisinya udah lumayan tinggi, kan?"
"...kalo tidur pasti ngorok kaya babi," kata sang Dementor merusak suasana.

Dementor senang membandingkan diri dengan lawan bicara, sedemikian rupa sehingga dirinya terdengar jauh lebih apes, dan akhirnya lawan bicara menjadi sungkan.

Contoh:
"Hai, gue denger abis pindah rumah ya?"
"Iya nih, biasa... pinjeman dari kantor..."
"Ih enak ya, kantornya ngasih pinjemen rumah.. gue dong masih ngontrak mulu..."
"Oh..."
"Mana gaji nggak naik-naik, buat bayar kontrakan aja udah ngepas,gimana mau nabung buat beli rumah?"
"Ehm... tapi..."
"Udah mana sekarang BBM naik, apa-apa ikut naik, makin cekak aja deh rasanya... Kalo elu kan enak, gaji gede, fasilitas banyak..."
"Eh... permisi dulu ya, mau gantung diri dulu bentar boleh?"

Dementor gemar mematikan semangat orang lain. Seperti pasukan pemadam kebakaran ngeliat api, semakin besar apinya, semakin giat upayanya untuk memadamkan

Contoh:
"Gue mau coba bisnis baru nih!"
"Bisnis apa?"
"Jualan baju anak-anak"
"Yahhh... hari gini jualan baju! Nggak liat tuh, di ITC yang jualan baju udah segambreng?"
"....tapi koleksi gue unik-unik lho! Lain daripada yang lain deh!"
"Alaaah... unik kaya apa sih, paling sebentar lagi juga pasaran. Liatin aja!"
"Euh... gue juga berencana ngikutin perkembangan tren lho..."
"Emangnya lu kira gampang? Gue pernah tuh, coba jualan baju kayak elu. Awalnya semangat, eh terakhirnya malah rugi. Mana barang dagangan dibawa kabur orang..." dst dst dst.


Kiat Menghadapi Dementor

Cara paling aman adalah: jangan dideketin. Begitu seseorang yang ada di dekat kalian menunjukkan ciri-ciri seorang Dementor, segeralah pergi jauh-jauh. Cari alasan apa aja, bilang mau beli rokok ke Ujung Kulon kek,
mau nguras sumur kek, terserah. Yang penting jangan deket-deket mereka.
Ingat, Dementor itu sangat menular!

Checklist Dementor

Sedangkan bagi kalian yang selama ini telah menjadi Dementor tapi nggak menyadarinya, coba teliti daftar berikut.
Kalo kalian merasa setuju dengan 5 pernyataan atau lebih, hati-hati, kalian sedang menjelma menjadi Dementor.
Segeralah minta pertolongan profesional, sebelum terlambat.

v      Sebagian besar orang lebih beruntung dari gue.
v      Nggak ada orang yang bisa hidup layak dengan gaji sekecil gue.
v      Semakin lama, kondisi perekonomian semakin buruk. Gue nggak tau bulan depan masih bisa hidup atau enggak.
v      Gue nggak tau gue ingin jadi apa.
v      Gue benci sama kantor gue, tapi kalo gue resign nanti nggak ada kantor lain yang mau nerima.
v      Naik pangkat? Jangan ah. Ntar kalo gagal gimana?
v      Tentu aja dia naik pangkat. Rajin jilat p*nt*t, pasti.
v      Dari dulu memang gue ditakdirkan apes.
v      Gue nggak pinter, makanya nggak bisa sukses kayak orang lain.
v      Orang tua gue asal-asalan nyekolahin gue, makanya gue jadi kaya gini sekarang.
v      Gue nggak kebayang gimana caranya biar bisa hidup lebih baik.
v      Orang emang gampang kasih nasehat. Mereka belum ngerasain susahnya hidup gue, sih.
v      Percuma gue kerja keras, toh tiap bulan gajinya cuma segitu-segitu aja.
v      Orang lain enak punya duit buat refreshing. Gue boro-boro refreshing, makan aja susah. Makanya harap maklum kalo gue stress.
v      Gue udah ketuaan untuk nyoba hal-hal baru.
v      Kenapa sih nggak ada orang yang ngertiin gue.
v      Orang lain enak, punya orang tua kaya buat minjem duit kalo butuh. Giliran gue, yang ada emak gue nodong mulu buat beli beras.
v      Kalo ada orang baik sama gue, pasti ada maunya.
v      Boss muji gue? Pasti dia salah orang.
v      "7 Habits"-nya Steven Covey? Itu kan buatan Amerika, mana bisa berlaku di sini.
v      Luna Maya aja masih ngejomblo, apalagi gue yang jelek begini.
v      Emang dunia makin parah. Kucing aja makin hari makin kurang ajar.

Pesan Bagi Para Dementor

Tema utama hidup kalian adalah: merasa diri sebagai orang paling apes sedunia. Padahal sekarang penduduk dunia ada 6.7 miliar orang.
Jadi, wahai para Dementors, sebenernya kalian adalah manusia sukses!!! Karena untuk mengalahkan keapesannya 6.699.999.999 orang itu nggak gampang, lho
\
regards.
 
didik indrayadi


---------
Note Icho :
Artikel bagus ini saya dapat dari milis dan pernah baca juga di blognya siapa gitu, aslinya entah dr mana, yang pasti setelah membaca artikel ini, sy jadi ingat, memang ada koq orang yang seperti dementor ini, gak usah jauh-jauh, di MP juga mungkin ada, dan mungkin tanpa saya sadari saya juga pernah jadi dementor.
Maaf kan saya..

Friday, December 3, 2010

Kartu Mungil Tanda Cinta dari Mbak Tintin

Sebetulnya hadiah ini saya terima sekitar 3-4 hari lalu, cuma mau posting ini saya gak sempat sempat.
Hadian ini dikirim oleh Mbak Tintin, karena tulisan saya Tragedi Sayur Ketupat  dikut sertakan dalam lomba yang di adakan Mbak Tintin tentang Tamu Istimewa.

Saya tidak menang di lomba tersebut, tapi Mbak Tintin yang baik hati dan tidak sombong itu tetap memberi saya hadiah ini.

Saya gak sabar dan penasaran rasanya dengan isi hadiahnya, tapi sengaja di kantor saya tidak buka dulu amplopnya,setiap ada paket kejutan dari  teman saya lebih suka buka bareng anak-anak di rumah.
Sampai di rumah, saya buka kiriman dari Mbak Tintin.. jreng..jreng.. dan suppriseeee !!! ini dia hadiahnya


Della seneng sekali lihat tempat pinsil warna pink berhias namanya.

Duuh saya terharu, Mbak Tintin baik bangeeet..special bikin ini buat Della.
Della pikir saya beli tempat pinsil ini secara online seperti yg biasa saya lakukan.
Saya jelaskan bahwa ini pemberian teman ibu, semua untuk Della, kecuali kartu yang warna coklat untuk Ibu.

Dan tak lupa, saya juga ceritakan ( sedikit sok tahu ) ini kartu semua karya Tante Tintin teman ibu, cara buatnya pakai stempel buah-buahan juga seperti yang pernah di buat Della di sekolah.
Della yang memang pd dasarnya suka dengan kerajinan tangan terus membolak-balik dan memperhatikan kartu-kartu itu sambil berguman..kartunya lucu ya, kecil2, mungil, Della juga mau belajar bikin kartu seperti ini ah.!

Ok  De.. ayo belajar sama Tante Tintin, ibu mah gak telaten bikin ginian..

Mbak Tintin trima kasih ya hadiahnya, sering-sering bikin lomba ya.... :-)